JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
TIDAK BISA MENGELAK


__ADS_3

"Selangkah kalian berani mengusir wanita itu, maka taruhannya kalian sendirilah yang akan ikut mendekam didalam sel bersama bos kalian apa kalian paham? ancam Polisi yang seketika langkah kedua bodigad itu pun terhenti.


"Kalian? kalian pasti para polisi gadungan apa yang ingin kalian lakukan disini?"


"Tentu saja membereskan kekacauan yang sudah kau buat Tuan Rafa,” timpal polisi dengan tersenyum menatap kearahnya dan kemudian mata menatap media yang berada di depannya.


"Ada apa ini kenapa kalian tiba-tiba datang? Dan apa yang sebenarnya terjadi mana yang benar dan mana yang salah sekarang?" tanya salah satu reporter yang terlihat kebingungan dengan situasi sekarang ini.


"Mungkin aku hanya ingin mengatakan kalian jangan ada yang percaya dengan apa yang mereka berdua katakan. Dan kamu Milli mari bicaralah aku rasa kamu ingin mengatakan sesuatu pada awak media.


"Baiklah Pak.

__ADS_1


"Baik perkenalkan namaku Milli Oktaviani jika aku perkenalkan siapa identitas-ku yang sesungguhnya itu juga akan percuma karena kalian juga tidak akan mengenalku. Dan sekarang tujuan pertama ku datang kesini dan menginjakkan kakiku diatas sini, aku hanya ingin membela kebenaran dan tentunya aku membela Putri, dimana dia adalah salah seorang gadis yang hidupnya penuh dengan kehancuran setelah laki-laki yang di-sampingku ini berhasil merusaknya tanpa ada rasa pertanggung jawaban yang ia lakukan pada gadis malang itu, yang dimana ia telah dinodai oleh laki-laki yang tidak bertanggung jawab ini.


Terkejut dengan apa yang barusan dikatakannya, Rafa yang mendengarnya ia seketika berdiri dan seketika langsung melayangkan tamparannya tepat mengenai pipi kanan Milli.


Terkejut dengan apa yang dilakukannya semua awak media seketika terkejut. Bahkan semua pandangan mata sudah teralihkan melihat kearah mereka dengan tatapan sinis.


"Anda berani menamparku?" tanya Milli dengan senyuman lepasnya.


"Aku ...aku kehilangan kendali ku," balasnya yang mulai was-was.


"Dan kamu? Apa maksud kamu berkata seperti itu? Punya bukti apa kamu bisa menuduh Suamiku seperti itu?"timpal Monika.

__ADS_1


"Sudahlah kalian jangan lagi berpura-pura jika kalian butuh simpati lagi dari mereka. Karena mungkin apa yang aku katakan akan membuat mereka akan berbalik menghakimi kalian. Apagi dengan tamparan yang barusan dilakukan suami-mu itu sudah membuktikan seperti apa sifat asli dari Suamimu ini. Apa kalian belum puas membuat hidup gadis itu dipenuhi dengan penderitaan dan kehancuran. Sebagai seorang calon ayah dan Ibu buat anak-anakmu nanti harusnya kamu mengajarkan kebaikan dan kejujuran padanya tapi apa yang kamu lakukan sekarang, kamu malah sampai-sampai berniat ingin mengugurkan janin yang ia kandung dengan alasan kamu tidak mau tangung jawab dan takut jika Istrimu ini tahu dengan dengan yang sebenarnya asli sifat bejat kamu ini.


"Apa maksud anda. Dan siapa anda sebenarnya kenapa anda dengan beraninya mengatakan hal yang tidak masuk akal seperti itu?


"Dalam keadaan terpojok pun anda masih belum berani mengakui perbuatan anda ini. Kemaren pukul 16:00 sore Putri baru aja jadi korban penculikan. Dan Plat mobil penculik itu yang percis seperti punya milik anda. Apa anda pikir anda bisa bebas dengan kasus ini?


"Siapa dia sebenarnya kenapa dia bisa tahu kalau kemaren aku berencana ingin mengugurkan kandungan Putri?"batin Rafa yang nampak diselimuti dengan rasa kepanikan.


"Belum apa-apa kamu sudah menunjukkan wajah ketakutan kamu ini. Dan di dunia ini tidak ada orang yang bakal merasa takut jika perbuatannya tidak tercium. Dan sekarang kebenaran akan berpihak pada Putri? kamu akan masuk ke penjara jadi apa lagi yang ingin kamu katakan. Dan satu lagi aku masih punya kejutan dan mungkin kejutan ini akan sangat membuatmu terkejut," ucap Milli yang kemudian ia pun memberikan tepukan buat kode pada seseorang dan tak berselang lama seseorang itu pun akhirnya muncul.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2