
Perlahan-lahan Revan ia pun menghampiri seseorang itu yang tak lain adalah Nina Istrinya sendiri.
Air matanya mulai pecah melihat seseorang yang ia cintai hanya terbujur kaku tanpa adanya nafas yang terlihat.
"Dokter cepat katakan padaku, dia tidak benar-benar meninggal kan? Dia hanya lagi tertidur kan?"tanya Revan nampak tak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.
"Anda harus tabah dia ... Dia telah pergi ninggalin kita semua. Akibat luka yang sangat parah ia menggalami pembekakan sekaligus pembekuan darah dalam otaknya. Dan itulah yang membuatnya tidak bisa diselamatkan."
"Gak, Dokter pasti salah! Gak mungkin! Istri saya pasti masih hidup!" teriak Revan ia pun menggoyang-goyangkan tubuh Nina, berharap ia akan bangun, akan tetapi semua itu sia-sia.
"Nin.. bangun,bangun, nina bangun!" teriak Revan dengan memeluk tubuh Nina yang sudah tak bernyawa.
"Nina!" teriak Revan lebih keras. Dengan kepala yang mendongak ke atas, air matanya mengalir begitu deras.
"Mas yang sabar dia sudah pergi mas harus sabar," ucap salah satu suster tersebut sambil menahan lengan Revan.
Sementara, Mamanya yang melihatnya ia hanya bisa menangis.
"Nina, bangun," teriaknya lagi, dengan memeluk erat tubuhnya.
Kedua suster yang melihat itupun langsung menarik lengan Revan, agar ia menjauh dari jenazah nina. Karena jenazahnya akan di tutup dengan selimut putih.
"Lepasin! lepasin saya!" ucap Revan terus berontak. Namun karena Dokter tadi juga ikut menahan lengannya, alhasil ia tak bisa bergerak.
__ADS_1
_____________________
Meratapi tulisan nama yang tertera pada batu nisan dengan nama Nina kelana, hati Revan seketika hancur berkeping-keping bahkan ia tidak sanggup lagi untuk menopang tubuhnya sendiri.
Air matanya mengalir dengan sangat deras sampai-sampai ia tidak sanggup untuk mengatakan sepatah kata pun lagi.
Mulut yang seketika terkunci ia hanya mampu memegang batu nisan bertuliskan nama istrinya dengan penyesalan dan kecewakan terdalamnya.
Menyesali semuanya tapi sama halnya seperti nasi yang sudah menjadi bubur, berusaha apa ia berusaha untuk mengembalikan semuanya seperti sedia kala itu pun percuma, lantaran takdir buruk sudah menimpanya.
Dan takdir lain sudah ia derita. Dan yang tersisa hanyalah kenangan, kenangan yang tidak akan pernah terlupakan.
Terkadang kita tidak pernah tahu apa arti cinta yang sesungguhnya, jika awalnya aku sempat terluka dan tidak percaya apa itu cinta, tak berapa lama akhirnya aku pun sadar jika cinta pada dasarnya hanya aku bisa membuat kita terluka bahkan bisa dibilang cinta yang ada hanyalah akan menjadi beban perasaan dan kehancuran semata lantas kenapa aku harus mengenal cinta dan merasakannya jika pada akhirnya cinta itu malah berbalik membuat hati kita sendiri yang terluka.
Karena aku tahu dengan mengenal seseorang dan mencintainya yang ada aku bakal mengulang kembali rasa sakit yang pernah aku alami dimasa lalu hinga saat ini.
Berhenti disamping makam yang terlihat masih baru. Pandangan Revan terbuka setelah ia melihat dengan jelas jika ada batu nisan yang bertulisan nama Nina kelana yang telah tertulis pada batu tersebut.
Seribu pertanyaan ingin sekali ia tanyakan akan tetapi mulutnya serasa terkunci. Bahkan ia tidak mempercayai apa yang sedang ia lihat saat ini. Berharap ini semua adalah mimpi tapi nyatanya ini beneran terjadi
"Tak bisa kah kau kembali walau hanya satu menit saja? Apakah kamu tidak merindukan aku Nin? Maafkan aku Nin, maafkan aku, aku telah membuat hidup kamu selama ini terluka maafkan aku!" ucap Revan yang sedang duduk didepan gundukan tanah yang sudah masih terlihat masihlah baru.
Terduduk dan memandangi sebuah batu nisan yang bertuliskan nama Nina kelana sembari melamun akhirnya lamunan Revan pun teralihkan sesaat ia dikejutkan dengan kehadiran seseorang yang tiba-tiba mendatanginya dengan menepuk pundak kanan revan.
__ADS_1
Terkejut dengan dengan kehadiran seseorang itu, lantas ia pun membalikkan tubuhnya.
"Gibran ada apa jangan suruh aku untuk pulang karena aku tidak ingin pulang aku masih ingin sendiri," ucapnya.
"Saya tahu kalau Tuan masih sangat berduka karena kehilangan Nyonya secara dadakan seperti ini, tapi ada hal penting yang saya rasa Tuan juga harus mengetahuinya," timpal Gibran beralih pandangan Revan menatapnya.
"Hal penting apa yang ingin kamu sampaikan?"
"Nyonya Putri, dia ... Dia sekarang lagi mendekam dipenjara tuan," balasnya yang spontan membuat Revan terkejut dan seketika berdiri dari tempat ia terduduk saat ini.
"Putri dipenjara bagaimana mungkin itu bisa terjadi?"
"Mama Tuan sendirilah yang melaporkannya lantaran pada saat kejadian itu terjadi Nyonya Putri berada di lokasi kejadian tersebut," balasnya.
"Cepat antarkan aku kesana."
"Baik tuan."
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰
BERSAMBUNG.
__ADS_1