JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MENDAPATKAN BUKTI


__ADS_3

Aku melihat dari tatapan Bapak itu dia seperti menunjukkan apa yang ada dalam benak pikirannya. Dan tidak ada wajah kebohongan yang ia tunjukkan sama sekali, jujur aku ingin sekali mengusut tuntas masalah ini tapi dengan bantuan siapa aku bisa memulai semua ini? Jika aku meminta bantuan Polisi yang ada rencana ini akan gagal total karena bisa aja mereka menyogok Polisi untuk tetap menjaga rahasia besar ini sedangkan Wanita yang menjadi korban ia hanya akan menjadi Wanita malang karena keadilan sama sekali tidak pernah berpihak padanya.


Lama-lama aku bisa gila karena memikirkan masalah ini,"ucapnya yang hendak ingin mengambil minuman diatas nakas tapi rupanya hanya tingal gelas yang kosong.


"Yah aku lupa tidak mengambilnya lagi, sudahlah mendingan aku turun saja mengambil minuman,"ucap Milli bergegas ia turun.


Mendapati Mamanya yang lagi-lagi fokus dengan tontonan berita yang sudah beredar luar belakangan ini. Milli mereka terkejut lantaran berita ini mengenai buronan yang dimana Milli sendiri yang menyembunyikannya.


"Dia?"


"Milli sayang coba lihat apa Laki-laki ini tidak tambah semakin gila, belum cukup ia membunuh orang-orang, sekarang dia malah meneror seluruh Kantor kepolisian dan memintanya untuk tidak mengutus tuntas masalah ini apa begitu kejamnya dia sampai-sampai punya rencana selicik ini?"


"Sangat bijaksana orang itu mengarang cerita seperti itu. Bagaimana bisa Penjahat itu melakukan kejahatan kepadanya sedangkan Penjahat itu sendiri sudah berada didalam tahananku, ini tidak bisa dibiarkan semakin lama ia dibiarkan ia akan tambah semakin mengarang cerita yang lebih parah lagi.


"Kayaknya semakin lama aku menunda penyelidikan ini, penjahat yang asli memanfaatkan kesempatan ini untuk menukar fakta yang sebenarnya jadi gimana kalau penyelidikan ini aku percepat saja?" batin Milli dengan tatapan matanya yang fokus pada layar Tv tersebut.


"Sayang Mama sedang berbicara denganmu apa kamu juga merasakan hal yang Mama rasakan saat ini?"


"Iya Ma, Milli juga merasakan hal yang seperti Mama pikiran, tapi kali ini entah kenapa Milli malah berpihak pada penjahat tersebut."


"Milli apa yang kamu pikirkan, dia itu penjahat berhati dingin bahkan dia mampu membunuh seseorang hanya dengan satu genggamannya saja apa yang membuatmu malah membelanya?"


"Entahlah Ma, mungkin yang membuat Milli jadi mendukung si penjahat itu karena sejak sedari awal berita itu muncul dan beredar luas, tidak ada satu pun rekaman video mau pun foto yang memperlihatkan wajah asli dari si penJahat jika dia memang penyebab dari kerusuhan ini. Coba deh Mama pikirkan apa mungkin kantor Polisi tidak ada satu pun kamera CCTV yang berhasil merekam jejak penjahat itu, sedangkan berita yang mengatakan teror meneror itu kan bisa dilakukan sesama oknum yang bersangkutan kan? Jadi maaf Ma untuk kali ini Milli tidak berpihak pada korban permisi!"


"Astaga Milli itu kenapa sih, kenapa dia berkata tidak masuk akal seperti itu apa yang membuatnya bisa punya pikiran sejauh itu?"


Baru beberapa menit Mamamu terheran akan kelakukan Putrinya. Milli keluar dari dalam kamar sembari ia nampak berpenampilan berbeda dari yang biasanya.


"Sayang kamu mau kemana tumben kamu dandan agar rapi seperti ini?"


"Ini Ma, Milli ada acara sebentar mungkin setengah 10 nanti Milli akan pulang jadi Mama mengijinkan Milli untuk pergi kan?"


"Kamu bersama dengan siapa? Kamu gak lagi bersama cowok kan?"


"Astaga Mama ini yang jelas ya tidaklah Ma, boro-boro pacar teman Milli aja gak ada yang Laki-laki, intinya Mami gak perlu khawatir Milli cuma pergi sebentar kok serius!"


"Baiklah Mama mengijinkan kamu tapi kamu ingat selalu berhati-hati ya?"

__ADS_1


"Iya Ma Milli akan selalu waspada dan berhati-hati kok ya sudah Milli pamit ya."


"Iya sayang."


"Assalamualaikum."


"Walalaikum'salam."


Berpura-pura menjadi salah satu pengunjung ditempat klub malam. Ia mengenakan pakaian biasa kemudian terduduk disalah satu sofa pengunjung dengan tatapan mata yang fokus melihat setiap seseorang yang melintas didepannya.


Akan tetapi selama hampir 30 menit lamanya Milli terduduk sembari meminum air putih. Rasa kesal perlahan-lahan mulai menghampirinya setelah seseorang yang mereka incar tidak menunjukkan akan batang hidungnya.


"Sudah hampir pukul sembilan malam tapi kenapa Pria bernama Burhan itu tidak menunjukkan tanda-tanda akan kehadirannya. Aku rasa aku tidak salah mendapatkan info jika tempat ini tempat favoritnya? Tapi apa mungkin ia sudah mulai curiga tentang beredarnya berita makanya ia sekarang lebih membatasi aktifitas tidak kaya biasanya,"batin Milli yang terus saja fokus pada semua orang.


Pandangan Milli yang tadinya terfokuskan melihat kesemua arah, hingga akhirnya apa yang tidak ia pikirkan sekaligus dia rencanakan terjadi sesaat ia tidak sengaja melihat Burhan yang mengandeng dua Wanita sekaligus ditempat karaoke ini.


"Dasar bedebah jadi seperti ini cara kamu memperlakukan seorang Wanita. Dan bisa-bisanya kamu menghamili Wanita itu tanpa mau mempertanggung jawabkan perbuatan kamu itu. Di dunia ini tidak ada seorang Wanita yang akan tingal diam melihat banyaknya Wanita di sakiti oleh seorang laki-laki bejat seperti dia, jadi tunggulah pembalasan saya," gertaknya yang kemudian ia mengeluarkan ponselnya dan merekam beberapa potret perilaku yang dilakukan Burhan pada dua Wanita ****** tersebut.


"Sempurna, dengan adanya foto ini aku rasa kamu tidak akan bisa lagi membela diri," gumamnya yang kemudian dengan langkah pelan ia pun bergegas pergi melangkahkan kakinya mulai menghampiri Pria bernama Burhan tersebut.


"Maaf, aku tidak sengaja maafkan saya!"


"Tidak apa-apa cantik, saya tahu kalau kamu tidak sengaja tadi. Oh iya gadis secantik kamu kenapa sendirian disini? Apa kamu tidak butuh teman buat curhat?" tanya Burhan itu dengan menyentuh pundak Milli dan tidak membiarkannya untuk pergi. Sedangkan kedua Wanita yang tadi bersamamu dengan gampangnya Burhan pun langsung menyuruhnya untuk pergi.


"Kamu kenapa mengusut mereka?"tanya Milli yang masih belum pergi dari pangkuan Burhan.


"Aku sengaja mengusir mereka karena aku tidak mau melewatkan Gadis secantik kamu disini,"timpal Burhan dengan memujinya.


"Dasar pria mesum, kalau bukan karena aku ingin menangkapmu gak mungkin lagi aku berbuat seperti ini sama kamu?"batin Milli dengan senyum sinisnya.


"Memangnya anda gak keberatan kalau malam ini anda menemani saya? Anda sendiri, kan kelihatannya sangat sibuk sekarang?"tanya Milli mulai berbalik memujinya.


"Duduk di sampingku sekarang mana mungkin aku akan mengabaikan seorang gadis cantik sepertimu,"balas Burhan dengan ekspresi wajah yang hentinya memandangi wajah Milli.


"Baiklah terima kasih aku memang tidak pernah salah mencari Pria sepertimu!"


"Oh iya akan lebih baik kalau kamu juga meminum minuman ini kamu minum ya?"balas Milli dengan mengulurkan segelas minuman keras padanya.

__ADS_1


"Kamu sendiri tidak minum?"tanya baliknya.


"Aku tidak bisa meminumnya karena aku punya kelainan pada paru-paru ku setelah kebanyakan minum ini, jadi kamu gak masalah kan kalau aku tidak menemanimu untuk meminum ini?"godanya.


"Baiklah itu tidak masalah,"balasnya yang hanya bisa tersenyum padanya.


Berhasil membujuk Burhan itu akan mau meminumnya. Milli merasa sangat lega setelah melihat jika sudah dua gelas yang dihabiskan Pria itu.


Perlahan-lahan kesadaran Pria itu mulai hilang. Bahkan beberapa kali Milli mencoba mengajak berbicara terlihat tidak ada respon yang dilontarkannya.


Setelah nampak kesadaran Pria itu sedikit hilang akibat banyaknya meminum Alcohol. Milli bergegas merangkulnya, perlahan-lahan ia membantu Pria itu untuk ia masukkan kedalam salah satu kamar di Klub ini.


Akan tetapi bukan melakukan hal yang tidak-tidak pada Pria ini, Milli sengaja meletakkan Pria itu diatas kursi sembari tangan dan kedua kakinya yang sengaja ia ikat mengunakan tali yang sudah ia bawa dari Rumah.


"Ada dimana aku kenapa aku bisa ada disini dan siapa anda?"tanyanya dengan pandangan yang terlihat buram.


"Anda tidak perlu tahu siapa aku yang jelas aku ingin tau apa kamu kenal dengan Wanita yang bernama Bella?"


"Bella apa yang anda bicarakan, kenapa anda jadi membahas Wanita itu, dia sudah ma*i jadi gak seharusnya kamu membicarakannya padaku. Anda sangat cantik apa anda ingin bersenang-senang padaku malam ini?"


"Anda berkata jika Wanita bernama Bella itu telah meninggal apa anda tahu keadaan yang sesungguhnya kenapa dia bisa meningal. Apa andalah orang yang sudah membunuhnya?"


"Dia itu hanyalah wanita sialan yang gak pantas untuk tetap hidup. Bahkan dia juga orang yang hampir bikin karir ku meredup gara-gara kehamilannya dan memang benar saran yang dikatakan Papa jika dengan cara mengugurkan, aku bisa terlepas dari semua ini dan sekarang aku bisa lega dengan karirku yang semakin bagus dan sangat terkenal, sedangkan Wanita itu dia hanya akan jadi Wanita sialan yang hidupnya hanya akan ada kemalangan semata,"balasnya dengan tawa lepas yang ia tunjukkan.


"Anda kenapa bisa setega itu kepadanya dan ada motif utama apa kenapa anda bisa setega itu sampai menghabisi Wanita yang jelas-jelas sedang mengandung apa janin yang ia kandung adalah anak kamu?"


"Iya memang yang kamu katakan memang benar. Akulah orang yang sudah menghamilinya, tapi sayang dia hanya Wanita miskin yang tidak akan pernah bisa mendapat keadilan dan kekayaan yang aku miliki akhirnya bisa menutupi kasus ini dengan sempurna tanpa harus mengorbankan nama besar dari keluargaku bukankah ini sangat keren kan?"


"Iya kamu dan Papa kamu memang sangatlah keren, tapi sayang semua ucapan kamu sudah tersimpan dalam rekaman audio ini jadi bersiaplah tidak akan lama kamu akan bisa mendekam didalam sel apa anda paham!"


Mengambil ponsel digenggaman-nya, Milli segera menekan sidik jari pelaku pada kode sandi ponselnya. Setelah ponsel berhasil terbuka ia mengirim beberapa nomor penting milik Burhan pada ponsel Milli.


"Sekarang kamu lihat kan memang kekayaan bisa membeli apapun yang kita mau termasuk menutupi fakta yang sebenarnya. Tapi kamu lupa harta cuma titipan dan aku akan bikin kehidupan kamu selanjutnya akan hancur lebur dengan semua kebohongan ini anda paham!"


Berhasil menginginkan apa yang ia mau, Milli membiarkan Burhan yang masih dalam keadaan belum penuh akan kesadarannya, masih terduduk diatas kursi dengan kedua tangannya yang masih ikat tadi ia kemudian melepaskannya sedangkan dirinya akhirnya pergi dari ruangan ini sebelum ada seseorang yang melihatnya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2