
GRAHA LANTAI 10.
Sesampainya Milli ditempat itu, dia dibuat terkejut lantaran disini tidak ada satupun orang yang berkeliaran. Bahkan Claudya mau pun Putri sendiri juga tidak ada disini.
"Dimana para penjahat itu, kenapa disini tidak ada satupun orang yang terlihat, bahkan Kak Putri sendiri juga tidak ada disini, kemana mereka perginya, apa jangan-jangan?"
Merasa sangat bingung dan tidak tahu apa yang harus dia lakukan, Mili yang kaget lantaran ada seseorang yang tiba-tiba menepuk tangan, spontan dia pun membalikkan wajahnya kebelakang. Dan ternyata.
"Claudya kamu?"
"Akhirnya kamu datang juga anak manis! Gimana apa kamu tidak kangen melihatku lagi?"tanya Claudya dengan senyuman sinisnya.
"Dimana kak putri berada sekarang kenapa disini tidak ada orang dimana kak putri berada sekarang ayo katakan!"
''Siapa yang kamu cari sayang apa kamu mencari kakak kamu?"
"Claudya cukup kamu tertawa menirukan suara Mak lampir karena senyuman kamu itu memang sudah menunjukkan jika jati dirimu memang cucunya Mak lampir jadi sudahlah jangan tertawa lagi, yang terpenting sekarang cepat kamu katakan dimana Kak Putri berada sekarang dimana dia?"
'' Miilli ... Milli bahkan sudah dalam keadaan terpojok pun kamu berani mengataiku seperti itu. Apa kamu tahu kamu itu sebenarnya bodoh atau apa? Apa kamu sama sekali tidak paham dengan semua ini apa kamu sama sekali tidak sadar jika bukan Putri lah yang aku culik tapi kamu sendirilah! Kamu sendirilah yang mengantarkan nyawa kamu sendiri kesini apa kamu paham!"
''Maksud kamu apa jika kamu memang tidak menculik kak Putri terus siapa yang memberikan pesan padaku tadi? Dan handphone yang digunakan tadi memang punya Kak Putri kan? Kamu apa benar kamulah orang yang memberikan pesan itu tadi?"
__ADS_1
''Tepat sayang memang akulah orangnya gimana apa kamu terkejut? Aku berhasil menjambret handphone itu dan sekarang aku berhasil membuat kamu keluar dari persembunyiannya kan!"
''Apa lagi yang kamu inginkan claudya? Kamu sudah berhasil memperalat banyak orang apa kamu berniat ingin memperalat aku lagi. Apa kamu gak lagi takut kamu sekarang masih dalam pencarian Polisi dengan aku melihat kamu sekarang bukankah itu sama aja kamu mempersiapkan dirimu sendiri untuk mendekam didalam sel tahanan yang dingin itu?"
''Kamu saat ini masih bisa tersenyum sayang, tapi apa kamu sadar tidak akan lama tempat ini akan jadi saksi akan tiadanya kamu. Kamu sudah berhasil membuat rencana-ku gagal dan semua itu terjadi karen kamu bahkan kamu juga yang sudah bikin aku menjadi buronan jadi apa kamu pikir aku akan membiarkan kamu bebas begitu saja tidak!"
"Dan kayaknya kamu sudah terlambat untuk mengetahui kebusukan ku ini. Karena mungkin hari ini adalah hari terakhir dimana kamu akan menginjakkan kaki kamu di-bumi ini. Dan selamat tinggal!" ucap Claudya yang kemudian dia pun mengutus anak buahnya untuk menjatuhkan Milli dari lantai gedung ini.
"Kalian apa yang inggin kalian lakukan, jangan berani kalian mendekat atau aku akan berteriak!"
"Astaga Milli ... kamu itu sudah bodoh ya, kamu itu berada diatas gedung Graha, gedung yang sudah lama tidak beroperasi jadi mana mungkin ada orang yang mau menolong mu? Sudah jangan banyak omong, kalian cepat singkirkan wanita ini dari dunia ini?"
"Baik bos.
"Bos dia mencoba mengancam kita ternyata," ledek para penjahat yang perlahan-lahan mulai menghampirinya.
"Ya tuhan apa yang harus hamba lakukan sekarang, hamba hanya bisa meminta bantuan kepadamu. Tolong...lindungi hamba..hamba mohon tolong aku..?"batin Milli yang merasa sangat gemetaran, kemudian ia ingat jika dirinya membawa senjata yaitu sebotol benda yang ia isikan cairan dari cabe bubuk.
"Ayo kenapa kalian diam saja, ayo cepat dorong dia..tunggu apa lagi!" bentak Claudya yang akhirnya membuat anak buahnya yang hampir inggin mendorong Milli kebelakang. Mereka yang hampir melakukannya dengan sigap Milli menyemprotkan cairan itu pada mata para penjahat tersebut.
"Ah mataku ... Mataku ...,"teriak para penjahat yang pada bergelimpangan lantaran terkena cairan yang mengenai matanya.
__ADS_1
"Aku memang bodoh Claudya karena dengan mudahnya aku terprovokasi akan semua rencana licik kamu ini. Tapi satu hal yang harus kamu ketahui, aku bukanlah orang yang mudah percaya hanya dengan ucapan manis. Aku memang percaya tapi sesungguhnya aku sudah mulai ada rasa curiga dan ternyata benar kan? Jadi cepat kamu angkat tangan kamu jika kamu tidak ingin mengalami hal yang sama yang seperti mereka lakukan ayo angkat tanganmu!"
Berjalan sembari menyudutkan Claudya agar mau mengalah. Baru aja Milli bisa lega lantaran sudah menemukan fakta yang sesungguhnya. Suara pukulan terdengar sangat jelas.
Akibat pukulan benda tumpul itu, tubuh Milli pun seketika melemah, tersungkur ke lantai dan membuatnya tidak berdaya dalam keadaan tengkurap.
Seseorang yang berhasil memukul pun lantas menunjukkan wajahnya.
"Dimana Nyonya apa tugas kita terlaksana?"
"Apa sekarang kita perlu melemparnya dari ketinggian gedung ini?"timpal anak buahnya yang sudah siaga dari balik sesuatu.
"Sebelum melempar alangkah baiknya aku memberinya pelajaran karena dia sudah dengan beraninya mengancam-ku tadi," ucapnya segera ia mengambil senjata yang sedari tadi ia selipkan dari balik pakaiannya . Melayangkan kedua tembakan yang tepat mengenai perut Milli membuat Milli akhirnya jatuh tersungkur dalam kondisi berlumuran banyak darah.
"Kayaknya dengan mendapatkan tembakan ini, dia dengan sendirinya akan ma*i jadi kita biarkan saja," ucap Claudya.
"Gimana sekarang kamu bisa berkata apa lagi? Apa kamu masih bisa berharap kalau kamu bisa melawan ku tidak kan? Kamu itu masih anak kecil jadi janganlah berkata kasar pada seseorang yang lebih tua darimu. Dan senjata andalan kamu itu apa yang kamu banggakan dari senjata gak guna seperti ini," ucapnya yang langsung mengambilnya dan melempar kearah lain.
"Sudahlah ayo kita pergi dari sini biarkan dia meningal dengan sendirinya," balas Claudya yang akhirnya ketiga anak buahnya pun ikut bersamanya.
Berlumuran banyak darah, Milli berusaha sekuat tenaga untuk bangkit tapi se'berusaha apa ia bangkit tubuhnya kembali roboh lantaran tenaganya tidak kuasa lagi untuk menahan semuanya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.