
Berjalan sendiri menuju ketempat halte bis. Milli yang terlihat melirik kesana kemari untuk melihat adanya bus yang lewat, Milli yang hendak akan melangkah kakinya pergelangannya seketika ada yang menarik dengan keras yang akhirnya seseorang itu langsung membawanya ke-suatu tempat.
"Kalian? Apa yang ingin kalian lakukan lepaskan aku! Lepaskan aku!"
"Jangan didengar berhubung sepi cepat bawa dia!"perintah Sandra bersama kedua temannya.
"Baik San!"balas temannya yang langsung menarik pergelangan tangan Milli untuk ia ajak ke-suatu tempat.
Berada dalam tempat yang sepi seperti lorong atau jalan buntu. Milli dihadapkan dengan ketiga temannya yang salah satunya adalah seorang laki-laki.
"Kalian? Apa yang ingin kalian lakukan apa kalian berniat ingin mengeroyokku?"tanya Milli dengan langkah kakinya yang mundur-mundur.
"Milli ... Milli tadi kamu bersikap sangat jagoan lantaran berhasil membuat ketiga temanmu ini mendepatkan hukuman, terus kenapa sekarang kamu terlihat takut ketika kita menghadapi-mu dengan seperti ini kenapa? Apa kamu takut pada kita? Apa kamu takut kalau kita akan memberi perhitungan padamu?"tanya Sandra dengan senyuman menyeringai.
__ADS_1
"Kalian jangan macam-macam kalau kalian berani adu satu-satu jangan suka menghakimi seperti ini, kalian ini mahasiswa apa pantas kalian main keroyokan seperti ini?"
"Kenapa Milli? Kenapa kamu kelihatan sangat takut seperti ini kenapa sayang?"tanya Sandra yang langsung melangkahkan kakinya ke-depan Milli.
"Kalian cepat pegang kedua tangan dia aku ada kejutan buat dia!"perintah Sandra.
"Sandra jangan gila apa yang ingin kamu lakukan kamu jangan gila lepaskan aku! Lepaskan aku!"
Kedua pergelangan tangan Milli yang dipegang dengan kasar oleh kedua teman Sandra. Milli berusaha melakukan pemberontakan tapi belum juga ia bisa melepaskan diri dari cengkraman mereka, sebuah pukulan kasar tepat mengenai perut,wajah hinga membuat sudut bibir kanannya terdapat bercak darah.
"Kamu sudah gila Sandra? Kamu sudah sangat gila lepaskan aku!"
"Lepaskan dia aku rasa dia sudah cukup lemah saat ini jadi biarkan dia seperti ini," ucap Sandra yang akhirnya ia pun berlutut dihadapan Milli dengan raut wajah Milli yang terlihat sangat kesakitan di-bagian perutnya.
__ADS_1
"Kamu lihat kan ini akibat karena kamu sudah berani mengkhianati-ku. Kamu memang sahabatku Milli tapi semua itu sekarang sudah tidak berarti. Kamu berani menggoda Papaku agar ia menganggap kamu yang terbaik dan sekarang kamu lihat kan kehebatan ku?"balas Sandra yang dengan langsung ia menjitak kepala Milli kebelakang.
Tubuhnya yang ambruk, membuat Milli yang tambah merasa sakit ia hanya bisa tertunduk terdiam tak berkutik.
"Gimana apa kamu puas sekarang? Apa kamu sadar dengan apa yang akan terjadi jika kamu berani menantang kita?"
"Kalian para bedebah yang hanya bisa membully orang-orang lemah dengan kekuasaan kalian. Kalian berani membully tapi hanya dengan cara kekerasan apa itu pantas disebut dengan kata hebat? Tidak! Kalian pengecut dan kamu sangat kamu sangat pengecut apa kamu paham!"
Lantaran tidak terima menerima ocehan yang dilakukan Milli. Sandra yang dengan panas hatinya ia melayangkan se-balok kayu yang akhirnya ia gunakan buat memukul Milli.
Milli yang sudah serasa tak tahan ia akhirnya memejamkan kedua matanya setelah balok kayu yang tepat mengenai punggung Milli disaat Milli yang sedang tertunduk.
Melihat target yang sudah lemas bahkan tidak sadarkan diri. Sandra beserta ketiga temannya akhirnya pergi dari tempat ini dan membiarkan Milli tergeletak tak berdaya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.