JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH MEREKA BERHASIL


__ADS_3

"Awas aja Claudya jika sedikit aja kamu melukai Kak Putri maka tahu sendirilah apa resiko yang akan kamu hadapi, Kak Putri tunggu aku, Pak bisa dipercepat laju kendaraannya?"


"Mbak yang sabar aja ini sudah sangat kencang jadi mbk harus sabar ya."


"Astaga pak laju sepelan ini dibilang cepat yang benar saja? Saudara saya lagi dalam bahaya jadi cepatlah Pak saya mohon cepat!"


"Baik Mbak saya akan menambah kecepatannya


"Baik Pak.


20 MENIT KEMUDIAN


GEDUNG GRAHA.


"Gedung ini sudah lama tidak beroperasi, jadi aku harus berhati-hati dan juga waspada!"


Selangkah Milli akan memasuki gedung graha ini, langkahnya terhenti setelah handphonenya yang tiba-tiba berdering.


Melihat siapa yang menelfon-nya, Milli nampak malas setelah melihat nama si KADAL BAJINGAN/ Gibran yang tertera pada layar ponselnya.


"Yah dia lagi ada apa? Apa dia ingin memberikan kabar mengenai Kak Putri?"gumamnya yang langsung mengangkatnya.


"Kamu dimana kamu sekarang? Gimana keadaan Kak Putri apa dia baik-baik saja dia tidak terluka kan? Ayo jawab kenapa anda diam saja?"tanya Milli yang secara langsung dan tidak memberikan waktu buat Gibran berkata.


"Aku belum mengatakan apa-apa jadi ijinkan aku ngomong dulu? Dimana kamu sekarang cepat katakan?"

__ADS_1


"Aku dijalan aku tanya gimana keadaan Kak Putri apa dia baik-baik saja jangan mengalihkan pembicaraan?"gertak baliknya.


"Ah kamu ini memang tidak bisa diandalkan," timpal Revan yang langsung merebut handphone Gibran.


" Milli cepat katakan dimana kamu sekarang semua orang lagi mencari mu?"


"Kenapa kalian malah mencari ku? Istrimu dalam bahaya apa kamu tidak tahu itu?"


"Putri diculik kapan?"


"Tahun yang lalu ya sekarang lah," balasnya dengan kesal. Intinya aku baik-baik saja jadi kalian tidak perlu mencemaskan aku, yang terpenting sekarang cepat datanglah ke gedung Graha Kak Putri dalam bahaya Claudya menculiknya jadi cepatlah minta tolong sama Polisi cepat!"ucap Milli yang tanpa berkata lagi ia langsung mematikannya.


"Milli aku belum selesai ngomong Milli!"


"Ada apa Tuan?"


"Gampang Tuan cepatlah telfon Nyonya!"


"Putri kamu dimana sekarang?"


"Aku masih ada di-Rumah kenapa?"


"Kamu gak lagi diculik kan?"


"Diculik siapa yang bilang?"

__ADS_1


"Baiklah itu hanya tipuan maaf aku harus tutup dulu telfonnya nanti aku kabari lagi."


Dengan rasa was-was dan juga cukup tegang. Milli pun akhirnya langsung memasuki gedung kosong tersebut. Dia pun mulai berhati-hati ketika memasukki gedung tersebut, Sesampainya dilife.


"Semoga aja Lifenya masih berfungsi, jadi aku tidak perlu susah payah untuk menaiki anak tangga darurat disini?" Tanpa menunggu dia langsung memencet sebuah tompol dan ternyata?


"Syukurlah, lifenya masih bisa gunakan, aku harus segera masuk sekarang?" ucapnya tanpa menunggu lagi, Milli pun segera memasuki life tersebut.


Membutuhkan waktu 10 menit lebih untuk bisa sampai kelantai paling atas, yaitu lantas 10 bulu kuduk Milli pun mulai berdiri, bukan rasa takut ketika tiba-tiba dia akan bertemu dengan barang gaib, tapi yang dia takutkan melainkan dia takut jika sesuatu telah terjadi pada Putri


"Ayo cepat...tinggal menunggu 1 lantai lagi, maka kamu harus bersiap-siap untuk menghadapi mereka semua.


"Gibran kamu bisa gak sih mengendarainya agak cepat?"


"Maaf Tuan," balasnya.


"Milli ayo angkat kenapa ini anak bandel banget sih kenapa dia sok jago pake acara ngadepin penjahat itu sendiri!"


"Tuan tenang saja saya yakin si Milli kiti itu tidak terluka sekali pun, tuan gak sadar selama ia sudah cukup berhadapan dengan para penjahat tapi lihat dia masih bisa membentak ku kan?"


"Aku gak tanya!"balas Revan dengan kesal.


"Baiklah kalau Tuan gak tanya,"balasnya yang ikut kesal.


"Aku sudah menghubungi Polisi untuk mengepung gedung itu jadi mungkin dengan adanya bantuan Polisi kali ini kita akan berhasil menangkap Claudya," ucapnya lagi.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2