JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
REUNI SMA 1


__ADS_3

"Besok malam adalah acara Reuni SMA dan aku yakin semua temanku pasti sudah berkeluarga, sedangkan aku, aku masih betah sendiri seperti ini. Dan yang aku takutkan pasti disana juga bakal ada Revi, jadi gimana caranya agar dia tidak mencari masalah denganku karena aku yakin jika dia tahu pastinya dia akan menghina dan memakiku secara terus-menerus didepan banyak orang. Jadi sekarang apa yang harus aku lakukan?".


Terduduk sendiri diruang tamu dalam keadaan melamun memikirkan sesuatu, Putri, Revan dan juga Gibran yang melihatnya mereka pun akhirnya menghampiri Milli.


"Milli ada apa? Apa kamu ada masalah?"tanya Putri yang kemudian ia pun terduduk disamping Milli.


"Mmmm iya Kak aku ada masalah, besok kan aku ada acara Reuni SMA tapi aku bingung antara harus datang atau tidak," balas Milli yang terlihat bingung dan bersedih.


"Sayang kamu kenapa malah bingung sih bagus dong kalau ada acara Reuni SMA itu kan artinya kamu bakal bertemu teman SMA kamu jadi kamu datang aja gak perlu bingung lagi," timpalnya.


"Sebenarnya bukan masalah ingin ketemu atau tidaknya kan? Tapi jujur Milli agak males pergi kesana karena pasti Milli bakal bertemu teman lama Milli yang sifatnya sok keren. Dan pastinya Kak Putri tahu kan apa maksud aku?"


"Apa kamu butuh seseorang untuk mendampingi mu? Atau bisa dibilang seseorang yang mungkin bisa dibilang mantan kamu?"ucap Putri yang sekejap pandangan Gibran berbeda dan beralih menatap Milli.


"Mantan?"batin Gibran sendiri.


"Kenapa Kak Putri jadi bahas soal mantan sih, iya memang aku punya mantan sewaktu aku SMA tapi kayaknya gak mungkinlah kalau dia masih menyukaiku?"timpal Milli lagi.


"Ya sudah kamu ajak Gibran aja aku rasa kalian cocok untuk pergi kesana nanti," timpal Revan.


"Ajak dia yang benar saja gak aku tidak mau!"tolak Milli secara mentah-mentah.


"Eleh lagian siapa juga yang mau pergi ke acara itu GR," timpal Gibran dengan mengalihkan pandangannya kearah lain.


"Sudah-sudah kalian jangan ribut. Dan kamu Milli jika kamu ragu akan seseorang kamu harus membuktikannya! Kamu jangan berlagak-lagak kalah didepan teman kamu yang ada teman kamu akan mengecap kamu sebagai pribadi yang nakal! Apalagi aku tahu sendiri pertama kali aku melihatmu kamu seperti apa orangnya jadi. Nakal dan bisa dibilang anak Mami Jadi ini waktunya kamu tunjukkan dan buktikan pada semua teman kamu kalau kamu sudah berubah jadi semangat-lah," ucap Putri dengan memberikan dukungannya.


"Baiklah aku sekarang lebih lega Kak terima kasih ya," ucapnya.


"Sama-sama sayang oh iya kamu kapan berangkatnya?"tanya Putri.


"Nanti malam pukul tujuh malam lebih kak," balasnya.


"Baiklah kamu selalu berhati-hati ya."


"Oke Kakak-ku yang cantik," balas Milli dengan memberikan satu kecupan untuk kakaknya.


"Dia pergi ke acara Reuni yang dimana disana juga ada mantannya apa mungkin kisah cinta mereka akan kembali bersemi?"batin Gibran yang nampak penasaran.


\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_\_


Terlihat sudah ada beberapa anak SMA CANDERAWASIH yang sudah pada berdatangan satu persatu bersama dengan keluarga mereka masing-masing. Tak inggin kalah dengan yang lainnya, Milli yang saat ini menggenakan gaun berwarna putih dengan rambut yang terurai membuatnya terlihat sangatlah cantik.


Perlahan-lahan Milli pun mulai berjalan menuju kearah dimana teman-temannya yang sudah terlihat sedang menyapanya dari kejauhan. Tak inggin diam saja, ia pun lantas membalasnya dengan melambaikan tangannya dan menghampirinya.


"Milli ini kamu? Kamu ternyata sudah sangat banyak perubahan ya? Bahkan bisa dibilang kamu terlihat lebih kalem," ucap salah seorang Wanita yaitu sahabatnya.


"Ah biasa aja lagi Sil, aku masih sama seperti Milli yang dulu kok," balas Milli yang hanya bisa menunjukkan senyum lebarnya.


"Milli... Milli ...ternyata setelah sekian lama kita tidak pernah berjumpa, kamu memang sudah banyak menunjukkan perubahan ya? Bahkan bisa dibilang perubahan kamu saat ini terbilang sangat norak dan kampungan! Mana Tas, Sepatu dan gaun mahal yang biasa kamu pamerkan pada kita? Bukankah kamu dulu suka menunjukkan barang branded kamu yang bisa dibilang hasil dari sifat manja kamu ke Mami kamu. Apa kamu sudah bangkrut makanya kamu jadi gembel seperti ini?"sindir wanita yang tak lain adalah Revi teman semasa SMA nya yang selalu berpenampilan gramor.


"Revi ... Revi ... Berapa tahun lamanya kita tidak pernah berjumpa, tapi aku tidak akan menyangka, kalau ternyata mulutmu masih sama seperti dulu, asal bicara tanpa melihat apa yang terjadi sebenarnya. Sudahlah gak ada gunanya juga aku ngeladenin orang sepertimu!"balas Milli yang hendak akan pergi, tapi Revi mencegahnya dan langsung mendorongnya hingga terjatuh.


"Revi kamu sudah gila apa yang kamu lakukan sakit tahu!"kesal Milli, tak lama sesosok tangan muncul dan menawarkan dirinya untuk membantu Milli bangkit.


Terkejut akan siapa pemilik dari tangan mulus itu, pandangan Milli seketika tak bisa teralihkan dan terus memandang sesosok laki-laki itu hinga ia menerima jabatan tangan dari Pria tersebut.


"Kamu gak papa?"tanya Pria itu yang tak lain adalah Rendy mantan dari Milli.


"Rendy kamu?"tanya Milli yang terlihat linglung.


"Gimana keadaan kamu? Kamu baik-baik saja kan? Ternyata setelah lama kita tidak berjumpa kamu sudah menunjukkan perubahan kamu Mil. Bahkan bisa dibilang kamu sekarang sudah menunjukkan perubahan seperti yang aku minta. Apa kamu berubah seperti ini demi aku?"tanya Rendy balik dengan wajah grnya.


"Apa sih Rendy ini kenapa dia malah berkata seperti itu. Apa dia gak sadar ada aku disini Wanita yang sudah menunggunya sejak sedari dulu!"batin Revi dengan kesalnya.


"Siapa Pria itu apa dia Pria yang dimaksud Milli yaitu mantannya?"batin seseorang laki-laki bertopi dan bermasker yang tak lain adalah Gibran.

__ADS_1


Revi yang sedari tadi hanya memperhatikannya dengan menunjukkan tatapan sinisnya, sembari mengepal tangan kanannya. Akhirnya kemarahan Revi pun memuncak tak memperdulikan apa yang akan terjadi selanjutnya, dengan berjalan cepat kearah Milli ia pun menjambak rambut Milli dari belakang. Hingga kemudian Revi pun dengan sengaja ia langsung mendorong tubuh Milli hingga terjebur kedalam kolam yang sangat jernih.


Melihat apa yang barusan dilakukan Revi, sepontan semua pandangan mata pun beralih menatap kearah mereka, bergegas mereka pun berbondong-bondong berlari menghampirinya.


Gibran yang dari kejauhan melihat Milli tercebur ke kolam. Langkahnya yang berniat ingin menolongnya tapi sudah keduluan dengan Pria disamping Milli barusan.


Rendy yang menyadari jika Milli tidak bisa berenang, dengan sigap dan langkah seribu, ia pun tanpa melepaskan pakaiannya terlebih ia menjeburkan diri kedalam kolam, sesaat ia pun menarik tubuh yang sudah mulai terjerumus kedalaman kolam. Berhasil membawa Milli ketepian, teman-temannya yang melihat mereka pun membantunya.


"Milli apa kamu baik-baik saja. Kamu gak terluka kan?"tanya Rendy dengan suara yang tersengal-sengal dan terlihat sangatlah cemas.


"Aku gak papa kok," balas Milli dengan memeluk dirinya sendiri.


"Revi kamu itu apa-apaan sih kenapa kamu pake acara menceburkan Milli! Kamu sadar ini acara reuni SMA kita bukan acara mewah kamu apa kamu gak bisa bersikap tenang sedikit!"gertak Rendy yang langsung memarahinya.


"Rendy kamu kok malah memarahiku sih," balas Revi.


"Milli bajumu sudah basah kuyub, apalagi sekarang hawanya juga sangatlah dinggin jadi lebih baik kamu pulang dulu aja aku gak mau kamu akan masuk anggin nanti. Apalagi kita juga tidak ada yang membawa pakaian ganti jadi mendingan kamu cepatlah pulang," perintah Nina yaitu sahabatnya.


"Baiklah aku juga berfikir seperti itu, maaf ya teman-teman dipertemuan kita ini kalian malah harus menyaksikan kejadian yang tidak seharusnya kalian lihat ini, maafkan aku!"


"Gak papa kok Mil semua ini terjadi begitu cepat. Dan kita juga gak menyangka Revi akan melakukan semua ini sama kamu, ya sudah kamu pulanglah!"ucap teman laki-laki yang satunya.


"Ya sudah Mil kamu bersedia kan kalau aku mengantarkan kamu ke parkiran?"tanya Rendy.


"Gak papa Rendy aku bisa sendiri kok," balas Milli.


"Apa kamu bawa Mobil?"


"Yah aku lupa tidak bawa mobil lagi," balasnya.


"Atau gini aja berhubung di mobil aku ada pakaian wanita kamu mau gak memakainya?"


"Pakaian Wanita? Tapi kenapa pakaian itu ada di mobil kamu memangnya siapa pemiliknya?"tanya Milli nampak penasaran.


"MMM itu pakaian itu milik adikku. Aku lupa tidak mengembalikannya tapi gak papa kok kalau kamu yang memakainya aku rasa ukurannya sangat cocok dengan postur tubuh kamu," ucap Rendy kemudian.


"Syukurlah Rendy punya pakaian cadangan jadi kamu selamat Mil. Dan tidak harus pulang dulu sebelum acara ini selesai," ucap temannya.


"Iya Nil, aku juga lega sekarang," ucap Milli yang nampak masih heran.


"Aneh bagaimana bisa seorang Laki-laki bisa punya Pakaian cadangan Wanita?"batin Gibran yang juga ikut keheranan.


"Tapi jujur aku seperti tidak asing dengan pria bernama Rendy itu? Aku seperti pernah melihatnya tapi dimana?"batin Gibran yang mencoba mengingat-ingat.


Menatap dirinya di cermin, Milli nampak ragu akan penampilan dirinya saat ini.


"Astaga ini pakaian atau apa kenapa bisa seketat ini, apa harus aku mengenakan pakaian model seperti ini?"


"Milli kamu sudah selesai ganti?"tanya Nina yang berada diluar pintu.


"Iya Nin tunggu aku sebentar aku akan segera keluar," ucapnya dengan pasrah Milli akhirnya keluar dengan memakai pakaian seketat ini. Dan terlihat cukup seksi.


"Milli ini beneran kamu? Kamu ternyata sangat cantik," puji temannya.


"Jangan bilang aku cantik jika pakaian yang aku kenakan akan tambah menambah dosaku ini," timpal Milli dengan pasrah-nya.


"Iya sih kamu benar tapi mau gimana lagi," ucap Nina yang hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Pakai ini," sahut seseorang yaitu Rendy yang langsung memakaikan jaketnya untuk Milli.


"Ini apa maksudnya?"tanya Milli yang tidak mengerti.


"Maaf jika aku sudah membuat kamu cukup malu akan pakaian adikku ini maaf ya?"


"Tidak apa-apa kok," balasnya.

__ADS_1


"Ya sudah kamu pakai ini, dengan kamu memakai jaket ini kamu terlihat tambah cantik. Dan pastinya kamu gak perlu malu untuk berkumpul dengan mereka semua," ucap Rendy.


"Baiklah," balas Milli yang hanya bisa menyetujuinya sedangkan hatinya masih merasa ragu akan dimana ia berada sekarang.


"Ya sudah ayo kita kumpul-kumpul," ajak Rendy yang langsung menarik tangan Milli untuk ia ajak pergi.


Para teman-teman yang sudah berkumpul mereka cukup menikmati suasana berkumpulnya mereka. Menyantap sekaligus melakukan karaoke menjadi hal biasa yang biasa mereka lakukan.


Sedangkan Milli terlihat memojokkan diri dan hanya bisa menyendiri tak ikut dengan apa yang dilakukan para teman-temannya.


"Harusnya aku mengikuti isi hatiku untuk tidak datang ke acara ini. Aku kira acara reuni ini akan berlangsung seperti yang aku kira tapi nyatanya tidak sesuai yang aku minta," batin Milli yang hanya menundukkan kepalanya.


"Kamu kenapa tidak ikut gabung bersama yang lainnya?"tanya Rendy yang tiba-tiba menghampirinya.


"Aku malas jadi kalian lakukan aktifitas kalian aku masih nyaman disini," balasnya.


"Baiklah jika kamu tidak mau gabung bersama mereka. Oh iya kamu pasti haus apa kamu mau aku ambilkan kamu minum?"tawar Rendy.


"Baiklah tidak masalah," balas Milli.


"Baiklah tunggu ya," ucap Rendy, sedangkan Milli hanya menganggukkan kepalanya.


"Aku ingin pulang," batin Milli yang merasa semakin tidak betah.


Sedangkan Rendy yang mengambilkan minum untuk Milli. Ia terlihat aneh akan pandangannya yang seperti sedang memperhatikan suasana aman. Mengambil dua gelas minuman berasa jeruk pandangannya yang sedari tadi nampak tidak tenang ia akhirnya memberikan sesuatu bubuk yang ia campurkan pada salah satu minuman yang akan ia kasih kepada Milli.


"Maaf ya Mil aku harus mengerjai-mu seperti ini. Aku terpaksa memberikanmu obat perangsang karena hanya dengan cara ini aku bisa mendapatkan cintamu kembali," gumam Rendy dengan senyum sinisnya.


Melihat apa yang dilakukannya barusan, Gibran yang sedari tadi sedang membuntuti secara diam-diam Milli, entah kenapa hatinya merasa kacau.


"Dasar laki-laki bajingan, kenapa ia bisa berbuat seperti itu hanya untuk mendapatkan cintanya saja, tidak! Aku tidak bisa membiarkannya aku harus terus awasi dia," batin Gibran dengan menggenggam erat tangannya.


"Ini minumlah maaf ya aku agak lama tadi antri soalnya," ucap Rendy.


"Iya gak papa terima kasih ya," balas Milli.


"Sama-sama ya sudah kamu minumlah,"pintanya.


"Kamu gak ingin kembali lagi kesana? Berkumpul dengan yang lain?"


"Tidak, aku hanya ingin disini aja takut ada seseorang yang akan mengganggumu karena aku lihat kamu terlihat panik tadi,"ucapnya.


"Panik?"


"Iya panik," balas Rendy yang hanya bisa tersenyum dan tersenyum kearah Milli.


"Baiklah mungkin habis ini aku ingin pulang karena aku merasa tidak puas berada disini."


"Apa kamu mau aku antar?"


"Tidak perlu aku bisa pulang sendiri kok."


"Baiklah."


Melihat Milli yang meminum, minuman yang ia ambilkan tadi Rendy nampak puas. Tak berapa lama Milli terlihat memegang kepalanya.


"Kamu kenapa Mil?"tanya temannya yang langsung menghampiri Milli.


"Aku tidak apa-apa kok hanya saja aku agak pusing, kayaknya aku harus pulang kalian gak papa kan kalau aku tingal dulu?"


"Iya gak papa kok Mil kamu terlihat lagi tidak enak badan. Apa aku perlu mengantarmu?"tanya Nina.


"Tidak perlu biar aku aja yang mengantarnya aku tahu kok dimana rumahnya," balas Rendy.


"Baiklah kalau kamu tahu, aku sendiri lupa dimana rumah Milli jadi cepat antar Milli takutnya dia bakal kenapa-kenapa," ucap temannya yang lain.

__ADS_1


"Baiklah aku antar dia ya," ucapnya kemudian ia membantu Milli yang kesadarannya mulai agak menghilang.


BERSAMBUNG.


__ADS_2