JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
SEKRETARIS BARU REVAN


__ADS_3

"Sial pagi-pagi gini aku sudah mendapatkan kesialan akibat ulah pria tadi, untung saja ia segera pergi coba aja kalau tidak aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Sudahlah males membahas masalah itu lebih baik yang harus aku pikirkan gimana caranya aku mengambil Sempel rambut kak Putri untuk aku lakukan tes DNA agar aku bisa tahu fakta dibalik semua kecurigaan aku ini, iya segera mungkin aku harus mendapatkannya.


Tak jauh berbeda dengan perasaan yang dialami Mili. Pria yang tadinya sudah membuat Milli merasa kesal, siapa sangka Pria itu adalah Gibran yang dimana ia salah seseorang yang di tunggu Revan. Bertujuan ingin segera sampai ketempat yang sedang mereka bicarakan kemaren, kini rasa kesal telah dirasa Gibran lantaran ia telat untuk datang tepat waktu pada pertemuan mereka ini.


"Sial ini sudah jam segini apa Pak Revan marah karena aku telah menemuinya tepat waktu. Ini semua gara-gara ulah Wanita gesrek tadi coba aja kalau aku tidak bertemu dengannya mungkin aku tidak akan telat!"


Melihat seorang laki-laki berjas hitam dengan sangat rapi. Perlahan Gibran mulai mendatanginya dengan sedikit menundukkan kepalanya.


"Maaf Tuan apa ini atas nama Tuan Revan?" tanya Gibran, sesaat laki-laki itu pun membalikkan pandangannya kebelakang.


"Iya ini beneran aku silahkan duduklah," perintah Revan, segera Gibran pun duduk berhadapan dengan Revan. Menatap Gibran dengan tatapan yang sedikit tajam, Gibran yang merasa tidak enak ia pun memberanikan diri untuk langsung bertanya kepadanya.


"Maaf Tuan kenapa Tuan tiba-tiba memandangi-ku dengan tatapan seperti itu? Tuan gak lagi marah kan? Saya sadar saya lalai karena datang terlambat, tapi saya mohon ijinkan saya untuk menerima pekerjaan ini saya mohon!"


"Apa saya boleh melihat data diri kamu itu?" tanya balik Revan.


"Baik Tuan ini!" ucapnya sembari menjulurkan berkas itu pada Revan.


Setelah melihat dengan teliti laporan kerja yang dibawanya. Tatapan Revan lagi-lagi menatap tajam kearah Gibran yang membuatnya sedikit takut akan tatapan itu.


"Kenapa Tuan? Kenapa Tuan menatapku dengan tatapan seperti itu?" tanya Gibran dengan wajah penasarannya.


"Setelah aku lihat kamu sangat lihat mengatur data berkas-berkas ini, jadi baiklah kamu saya terima kerja di Perusahaan-ku jadi selamat bekerja," balas Revan dengan senyum lepasnya.


"Tuan serius menerima saya kerja di perusahaan Tuan?"


"Iya saya serius," balas Revan lagi.

__ADS_1


"Alhamdulillah terima kasih Tuan, terima kasih.


"Sama-sama, baiklah baiklah kalau gitu saat ini juga kamu sudah boleh kerja disini tapi apa kamu tidak keberatan jika menjadi sekretaris-ku?"


"Sekretaris?"


"Iya sekretaris saya rasa itu pekerjaan yang cocok untuk-mu. Apalagi kamu sudah siaga mengenakan jas serapi ini saya rasa kamu orangnya juga disiplin.


"Baiklah Tuan saya tidak masalah jika harus menerima tawaran Tuan itu sekali lagi terima kasih, terima kasih!"


"Iya sama-sama mari ikut saya.


"Baik Tuan.


KAMPUS


" Akhirnya aku bisa lega lantaran tugas kuliah bisa aku selesaikan dengan tepat waktu, jadi aku sekarang bisa menemui Kak Putri. Oh iya hari ini aku dapat perintah dari Mama untuk mengunjungi Restoran jadi lebih baik aku sekalian antar Kak Putri pulang aja sekalian," timpalnya ia kemudian masuk kedalam salah satu Taksi yang sudah sedari tadi ia pesan.


"Selamat datang Nona." Iya kata itulah yang selalu diucapkan para pelayan ketika melihat Milli yang mulai menginjakkan kakinya masuk kedalam Restoran ini.


"Kalian? Apa yang barusan kalian lakukan tidak kaya Biasanya kalian menyambut-ku dengan cara manis seperti ini?"


"Sudahlah jangan bawel udah disambut harusnya senang, tapi kenapa kamu malah sewot sih!" balas Putri yang langsung menepuk pundak Milli.


"Tidak seperti itu kak maksud-ku, aku hanya tidak kaya biasanya aja disambut dengan cara seperti ini," balasnya.


"Baiklah kamu sudah dapat sambutan dari mereka jadi yang harus kamu lakukan sekarang apa?"

__ADS_1


"Apa? Maksud Kak Putri?" tanya Milli.


Tuk.


Satu jitakan dilayangkan Putri lantaran kesal Milli tidak tahu dengan apa yang ia maksud tadi.


"Kak Putri kenapa menjitak-ku?"


"Lagian udah tahu baru dapat sambutan harusnya kamu itu bilang terima kasih bukannya malah diam, jadi cepat berterima kasihlah pada mereka ayo cepat!"


"Iya ...Iya aku akan bilang terima kasih. Terima kasih ya buat kalian semua karena udah mau memberikan sambutan tadi. Oh iya sebagai balasan untuk hari ini kalian terserah mau makan sesuka hati kalian, jadi cepatlah ambil menu yang kalian mau karena untuk hari ini kalian boleh makan gratis.


"Nona Milli serius ingin mentlaktir kita?"


"Iya saya serius, jadi cepat ambil menu makanan kesukaan kalian.


"Baiklah sekali lagi terima kasih Non Milli terima kasih.


"Iya sama-sama.


Menatap semua raut wajah bahagia yang terpancar dari semua pelayan ini, entah apa yang membuat Milli merasa senyum- senyum sendiri.


"Terus gimana dengan aku?"timpal Putri.


"Khusus untuk kakak ayo ikut aku!"ajaknya yang langsung menarik tangan Putri.


"Kemana?"tanya balik Putri.

__ADS_1


"Sudahlah nanti Kak Putri akan tahu!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2