
Mondar mandir didalam kamarnya Milli merasa tidak tenang dan terus saja kepikiran akan nasib kakaknya yang merasa jika Putri dalam bahaya.
"Ayo Milli pikirkan sesuatu kamu tidak boleh diam saja melihat Kakak kamu dalam kondisi dimanfaatkan seseorang seperti sekarang ini. Apa mungkin ada seorang laki-laki tidak ada motif lain untuk menjaga seorang Wanita apa lagi mereka hanya tingal berdua? Coba bayangkan kalau ada masyarakat yang tahu bisa-bisa masalah ini akan melebar kemana-mana, belum lagi yang aku takutkan aku takut jika masyarakat bilang kak Putri kumpul kebo bukan pada Suaminya sendiri ini sangat parah, ayo Milli cepat pikirkan ide ayo. Sudah, sudah tidak ada waktu lagi aku harus menemui Si Revan sekarang, aku harus menemuinya dan bertanya langsung apa motif kenapa dia bisa setega ini sama Istrinya sendiri.
Tanpa berkata Milli segera pergi keluar dari kamarnya. Sesampainya ia melewati ruangan keluarga ia melihat Mamanya yang hendak pergi sembari menyeret satu buah koper besar.
"Mami? Mami mau kemana kenapa Mami membawa koper sebesar itu?" tanya Milli.
"Gini sayang Mami baru dapat pesan dadakan. Dan Mami tidak bisa menjelaskannya secara detail sama kamu, nanti kalau Mami ada waktu Mami bakal jelaskan sama kamu. Ini soal penting kamu gak papa kan kalau Mami tingal sendiri untuk sementara waktu?"
"Apa ini soal pekerjaan?"
"Iya sayang ini soal pekerjaan makanya Mami tidak bisa lama-lama, jam terbang Mami tingal beberapa jam lagi jadi kamu gak papa kan kalau Mami tingal?"
"Tidak. Tidak apa-apa kok Mi, Milli malah merasa lega sekarang," timpal Milli dengan sedikit tertawa.
"Merasa lega? Jadi maksud kamu? Kamu tidak suka kalau berada disamping Mami setiap hari gitu?"
"Bukan. Bukan itu maksud Milli, kan Milli juga tahu selain di Indonesia Mami juga ada kesibukan di Amerika. Mami pulang pergi juga karena tidak ada orang yang menemani Milli, tapi sejak ada Kak Putri Milli merasa nyaman aja atau kalau bisa apa Mami tidak keberatan kalau Kak Putri Milli culik agar mau tingal bersama Milli di-rumah ini?"tanya Milli dengan wajah memohon-nya.
__ADS_1
"Astaga jadi itu ternyata alasan kenapa kamu sekarang jarang ke-rumah!"
"Iya Mi," balas Milli dengan tersenyum.
"Baiklah Mama tidak masalah kalau Kak Putri kamu ajak tingal disini tapi permasalahan-nya apa dia mau?"
"Kalau soal itu Mami tenang aja biar Milli yang atur nanti," balas Milli.
"Baiklah terserah kamu aja, Mami berangkat ya ingat berhati-hatilah sampai jumpa lagi sayang,"ucap Maminya yang terlebih dulu mengusap rambut Putrinya dan memberikan kecupan.
*
*
*
"Maaf Mbk apa Tuan masih ada disini?"tanya Milli pada seseorang itu.
"Apa sebelumnya Mbk sudah ada janji dengan beliau?"tanya petugas itu.
__ADS_1
"Belum mbk, saya belum ada janji pertemuan dengan beliau, tapi saya ini Adik iparnya jadi jelas beliau sudah mengenal dekat dengan saya," ucap Milli dengan ngelantur.
"Adik ipar?"tanya seseorang itu dengan wajah tidak percayanya.
"Iya Mbk kenapa?" tanya Milli.
"Maaf tapi kayaknya anda salah, beliau hanya mempunyai adik kandung yaitu seorang Wanita jadi mana mungkin anda ini Adik iparnya tak terkecuali anda ini seorang laki-laki.
"Astaga Mbk ini sangat keterlaluan jadi maksud mbk saya ini Wanita jadi-jadian gitu!"
"Maaf Mbk ini Kantor jadi jangan mencari keributan, jika anda hanya ingin menganggu Tuan Revan mendingan Mbk pergi saja karena itu tidak akan mempan. Dan satu lagi Mbk, Mbk tidak akan pernah bisa menggodanya karena Tuan ini laki-laki yang sangat sulit untuk ditaklukkan hanya saja dia apes lantaran tergoda akan seorang Wanita bernama Putri itu," timpal Wanita itu yang kemudian darah tinggi Milli pun naik.
"Hey Mbk aku kasih tahu ya jangan pernah menjelek-jelekkan nama Putri dihadapan-ku karena itu sama aja anda ingin mencari masalah denganku apa anda paham!"gertak balik Milli yang langsung menggedor meja dengan sangat keras.
"Siapa yang menjelek-jelekkan itu fakta kok, Wanita bernama Putri itu kan seorang pelakor yang sudah berhasil mengait Tuan Revan dengan sifat lugunya itu!"
"Astaga ini orang cari masalah ternyata," balas Milli dengan menatap tajam kearah wanita itu.
"Kenapa anda se-marah ini? Dan kenapa juga anda bersikeras membela si-pelakor itu?" gertak Wanita itu dengan wajahnya yang semakin menantang.
__ADS_1
BERSAMBUNG.