
"Kak Putri kedinginan ya?"tanya Milli ketika menghampiri Putri yang bersantai didepan TV.
"Iya Milli disini kalau lagi musim hujan udaranya sangat dingin," balasnya.
"Oh iya Kak ini aku bawa minuman hangat buat Kak Putri minumlah."
"Kamu ngerti banget sih Mil kalau aku memang lagi ingin meminum minuman yang hangat makasih ya," ucap Putri, Milli yang memberikannya Putri melihat tangan Milli yang bergetar.
"Milli tangan kamu kok jadi ikut gemetaran kamu juga kedinginan ya?"
"Tidak. Iya Maksudnya Kak aku memang juga sedikit kedinginan nanti aku akan buat sendiri Kak Putri minumlah
"Gak papa nih
"Iya gak papa kok kak.
"Aku mohon kak jangan minum itu aku mohon jangan minum Kak. Tolong Tuhan beri petunjuk pada Kak Putri untuk jangan meminum minuman itu aku mohon!"
Layaknya meminum minuman hangat yang ia sukai, Putri nampak santai tak menyadari jika dari dalam minuman yang ia minum terdapat-lah sebuah racun yang nantinya mampu membahagiakan nyawanya sendiri.
"Minumannya kok agak pahit gimana gitu Mil?"
"Iya Kak mungkin itu pengaruh dari tehnya yang sampai menghitam.
"Oh.
"Maafkan aku Kak maafkan aku," batin Milli yang hanya terdiam.
Wajah Putri nampak pucat, pandangannya mulai buram dan berkunang-kunang. Perutnya yang tiba-tiba mulai merasa mulas ia hampir terjatuh setelah Milli yang dengan langsung ia menopangnya.
"Kak Putri kenapa Kak? Kak Putri baik-baik saja kan?"
"Perutku kok tiba-tiba mules kaya gini, kamu bisa bantu aku kan menuju ke kamar mandi,"
"Baik Kak aku bakal membantu Kak Putri,"
"Kak Putri kak Putri tidak apa-apa? Apa yang dilakukan mereka Kak apa?" pertanyaan Milli tak dihiraukan oleh Putri.
__ADS_1
"Kak? Milli sedang berbicara dengan Kak Putri kenapa Kak Putri malah diam seperti ini, Kak jawab pertanyaan Milli jangan bikin Milli bingung!"
Belum juga Milli selesai mengucapkan katanya, ringisan sakit tiba-tiba menyerang Putri. Meringis kesakitan sejadi-jadinya membuat Milli yang berada dihadapannya menjadi takut.
"Kak Putri kenapa? Kak, Kakak kenapa maafkan aku Kak maafkan Milli Kak Putri sadarlah!"
Mendengar teriakannya yang semakin kencang, Gibran yang tadinya tertidur santai di-ruangannya ia dikejutkan dengan suara yang seketika membuat langkahnya pun berlari kearah suara itu berasal.
Menghampirinya setelah melihat seseorang wanita yang bersimpuh dilantai dan berada dalam pelukan wanita lain dalam keadaan darah segar bercucuran pada Wanita salah satunya.
"Astaga ada apa ini? Apa yang terjadi dengan Nyonya kenapa dia kesakitan seperti ini?"
"Kenapa kamu hanya diam ayo cepat larikan Kak Putri ke-rumah sakit ayo!"
"Baiklah," ucap Gibran yang langsung membopong tubuh Putri dan memadukannya kedalam mobil
"Aku mohon kak Putri harus kuat kak Putri harus kuat, Milli ada disamping Kak Putri jadi kak Putri harus kuat," ucap Milli yang tangisannya tak bisa berhenti melihat wanita disampingnya hanya bisa meringis sakit sejadinya.
"Maafkan Milli Kak maafkan Milli." Batin Milli yang hanya bisa menangis dan memeluk Putri dendam sangat erat.
"Maafkan Milli Kak maafkan Milli."
Dokter yang masih menanganinya membuat Milli yang berada diluar nampak panik tidak karuan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dengannya kenapa dia bisa sampai menggalami pendarahan seperti ini? Kamu yang sedang bersama dengannya pasti kamu tahu kan apa yang sudah terjadi cepat katakan!"
"Aku harus pergi," ucap Milli yang hendak akan pergi tapi Gibran melarangnya.
"Aku belum selesai bicara dan siapa yang menyuruhmu untuk pergi!"
"Aku bilang lepaskan apa kamu gak paham juga!"tegas Milli yang berusaha menepis tangan Gibran tapi Gibran tak membiarkannya.
Melepaskan cengkeramannya. Milli akhirnya berlari, Gibran yang merasa ada yang aneh ia berniat ingin mengejarnya tapi belum juga ia berhasil mengejar langkahnya terhenti setelah Dokter yang langsung keluar setelah menanganinya.
"Maafkan Anda mau kemana siapa keluarga dari pasien ini?"
"Maaf Dok saya bukanlah keluarganya tak akan lama Suaminya akan datang jadi Dokter tunggulah sebentar
__ADS_1
"Gibran!"ucap seseorang yaitu Revan yang berlari kearahnya.
"Tuan!"balas Gibran.
"Ini Dokter Suami dari pasien?"
"Iya saya Suaminya Dok apa ya terjadi Istri saya? Dia tidak kenapa-kenapa kan Dok?"
"Istri anda lalai meminum ramuan penggugur kandungan yang dimana ramuan ini sangat berbahaya jika dikonsumsi oleh ibu yang sedang mengandung. Dan untungnya dia tepat waktu dilarikan ke-rumah sakit jadi pendarahannya bisa diatasi dan ramuan yang berhasil masuk berhasil kami keluarkan."
"Ramuan penggugur kandungan?"
"Iya Pak, saat ini Istri anda masih dalam pengaruh obat tidur jadi pasien belum bisa dijenguk ya sudah saya tingal dulu.
"Baik Dok.
"Siapa seseorang yang baru saja Putri temui? Apa dikos-kos'an ada orang luar yang Putri temui tadi?"
"Setahuku sedari tadi Nyonya tidak berjumpa dengan siapa-siapa Tuan. Saya melihat kondisi Nyonya sudah pendarahan disaat Nyonya sedang bersama dengan Milli, jadi untuk lebih jelasnya saya yakin Milli pasti tahu apa penyebab dari semua yang sudah terjadi pada Nyonya."
"Terus sekarang Milli mana?"
"Milli tadi hanya bisa menangis. Dan tadi dia tiba-tiba marah dan akhirnya pergi, aku sudah berusaha menghalanginya tapi dia tetap pergi Tuan."
"Apa yang sebenarnya dilakukan oleh Milli? Dia tidak mungkin jadi penyebab dari semua kekacauan ini sampai-sampai Putri menggalami semua ini?"
"Jika Milli memang sengaja yang membuat Nyonya jadi seperti ini apa penyebabnya Tuan?"
"Saya kurang tahu kita tunggu aja sampai Nyonya sadar barulah kita akan tahu apa yang sebenarnya telah terjadi
"Iya Tuan.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰
BERSAMBUNG
__ADS_1