
Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Putri pada Revan. Milli yang mengatur rencana untuk menculik Gibran, sedangkan Gibran yang mencari kemana-mana seseorang yang diduga telah mencuri Milli, dirinya yang sengaja membuntuti Gibran, Milli langsung membungkam mulut Gibran yang sengaja ia kasih obat tidur pada sapu tangan yang ia gunakan.
Akan tetapi naasnya belum juga Milli berhasil menjalankan misinya, sebuah bantingan telah ia dapat setelah Gibran yang menyadari bahayanya dan dengan sigap ia membanting tubuh seseorang yang dirasa menjadi ancaman terbesarnya.
Milli yang merasakan sakit pada punggungnya, ia tak sengaja menunjukkan suaranya yang menunjuk jika dirinya adalah Milli, terkejut Gibran yang sadar akan suara itu ia seketika langsung menarik masker yang dipakai Milli.
"Milli kamu!" ucap Gibran yang langsung membantunya untuk berdiri.
"Kamu itu apa-apaan sih kamu ingin membunuhku? Kamu gak sadar aku ini seorang Wanita harusnya kamu itu melindunginya bukan malam membanting ku kamu peka gak sih?"kesal Milli sembari mengelus-elus punggungnya.
"Aku tidak tau kalau itu kamu, maaf jika aku telah membanting mu tapi tapi apa yang aku lakukan bukanlah kesengajaan aku memang tidak tau jika kamu adalah seorang Wanita jadi menurutku apa yang aku lakukan tadi aku tidak sengaja membanting-mu hanya itu saja kamu baik-baik saja kamu gak ada yang retak kan?"
"Bisa-bisanya kamu masih bertanya dengan polos sehabis membanting seorang Wanita dasar!"
"Tunggu! Apa yang kamu lakukan kenapa kamu bisa ada disini dan menyamar menjadi laki-laki seperti ini kamu gak lagi merencanakan sesuatu kan?"
"Ma*i aku! Kenapa aku bisa seceroboh seperti ini?"batinnya yang merasa kacau.
"Kamu belum jawab pertanyaan ku apa yang sebenarnya telah kamu rencanakan kamu gak lagi merencanakan sesuatu atau mungkin tidak lagi mencoba menggagalkan pesta ini kan karena kamu pastinya tau kalau aku dan Kakak kamu hadir bersama dalam acara ini?"
__ADS_1
"Kamu itu gr banget sih kenapa kamu bisa punya pikiran seperti itu, yang jelas apa yang aku lakukan sama sekali tidak ada hubungannya dengan kalian paham!"ucap Milli yang hendak akan pergi tapi lagi-lagi Gibran menghalanginya.
"Aku tidak percaya dengan jawaban kamu, jadi sebelum aku bertemu dengan Nyonya jangan harap kalau aku akan melepaskan-mu karena itu tidak akan pernah terjadi paham!"
"Kamu ingin menculik-ku?"
"Tidak! Aku hanya ingin mengintrogasi-mu saja jadi jangan pergi aku harus menelfon kakak kamu."
📞" Maaf Nyonya saya ingin bertanya kemanakah anda saya tidak jadi menghadiri karena adanya suatu masalah jadi maaf jika saya sudah mengecewakan anda maafkan saya!"
📞" Tidak masalah jika anda tidak menghadirinya lagian aku sudah ada di Apartemen sekarang,"balasnya yang langsung menutup telfonnya.
📞" Panggilannya terputus kamu lihat kakak kamu marah gara-gara kamu jadi ayo kamu ikut aku ayo!"
📞"Tidak aku tidak mau!"
📞" Baiklah kalau kamu tidak mau
Tanpa menunggu lagi, Gibran pun seketika langsung merangkul tubuh Milli dari belakang. Dan bergegas membawanya pergi dan memasukkannya kedalam mobil, tidak inggin jika Milli akan kabur Gibran pun lantas masuk lewat pintu mobil yang sama dengannya.
__ADS_1
"Gibran apa yang kamu lakukan, turunin aku! Turunin aku! Kenapa kamu mengunciku didalam mobil ini, turunin aku sekarang!" teriak Milli tapi Gibran sama sekali gak menggubrisnya.
"Terserah kamu mau berkata apa. Bahkan sekeras apa kamu berteriak aku tidak akan melepaskan mu apa kamu paham!"
"Jadi kamu berani mengancam-ku? Baiklah aku akan berteriak sekeras mungkin agar semua orang tau kalau aku lagi diculik lihatlah!"
Belum juga Milli berteriak sekeras yang barusan ia katakan. Gibran seketika mendorong tubuh Milli hinga mentok pada kursinya yang membuat pandangan keduanya sangatlah dekat. Tatapan kedua yang tidak terkendali membuat Milli yang sadar jika Gibran telah menindihnya membuat hatinya berdetak begitu cepat. Alih-alih Milli ingin mengalihkan pandangannya dari Gibran, tapi Gibran menyentuh dagunya dan berkata
"Jika kamu ingin berteriak ayo teriak lah tapi ingat jangan salahkan aku kalau aku akan membungkam mulut kamu dengan kemampuan ku yang sesungguhnya jadi ayo berteriak lah!"ledek Gibran yang semakin mendekatinya.
"Apa maksud kamu mengunakan kemampuan yang sesungguhnya aku tidak paham!"
"Kamu pastinya sudah banyak menonton drakor yang banyak adegan Kiss nya kan, jadi apa kamu gak paham dengan maksudku ini?"
"Dasar mesum menyingkir'lah dari tubuhku,"gertak Milli yang langsung mendorong Gibran dari hadapannya.
"Ingat berani berteriak maka kamu sudah berani menentang ku paham!"ucap Gibran tapi Milli terlihat sedikit takut akan ucapannya.
"Dasar menyebalkan!" gumam Milli yang langsung mengalihkan pandangannya dari Gibran lantaran masih terlihat kesal, sedangkan Gibran yang meliriknya ia hanya menunjukkan senyumannya pada Milli.
__ADS_1
BERSAMBUNG