
"Sebenarnya apa yang terjadi denganku. Dan siapa orang yang sudah memberikan ku obat bius tadi? Apa masuk akal orang itu membungkam ku dengan obat bius sedangkan ia tidak melakukan apa-apa padaku itu tidaklah mungkin?"
Berjalan sendiri menulusuri anak jalan, pandangan Milli dikejutkan dengan adanya gerombolan orang yang terlihat memenuhi jalanan.
"Ada apa disana kenapa ramai sekali?"tanya Milli yang kemudian ia tanpa salah satu seseorang yang berjalan kearahnya.
"Maaf Pak itu ada apa ya? Kenapa orang-orang pada berkerumun. Apa ada kecelakaan disini?"
"Tidak, di jalur sana ada buronan yang selama telah jadi incaran para Polisi. Dan pelaku itu sedang berkendara melewati jalanan ini dan para Polisi mengatur rencana dengan memblokir jalanan ini,"balasnya.
"Baik Pak makasih atas infonya."
"Iya sama-sama," balas seseorang itu yang kemudian orang itu pun bergegas pergi dari hadapan Milli.
"Buronan yang menuju kejalur ini, sedangkan disini para Polisi mengatur rencana dengan memblokir jalan ini sangatlah genius, tapi apa mereka punya pikiran atas resiko apa yang akan terjadi nanti," gumam Milli yang tiba-tiba memikirkan sesuatu.
Pandangannya yang awalnya sama sekali tidak perduli dan berniat mengabaikannya, kini dalam sekejab rasa penasaran Milli tidak bisa tertahan dan berlalu dengan langkah cepat ia pun berlari ikut berkerumun dengan orang-orang itu.
"Astaga Detektif yang benar saja kamu ini, apa kamu tidak bisa nyetirnya jangan ngebut seperti ini kalau kita malah celaka gimana?"
"Berisik sekali sih kamu, kalau kamu takut mendingan kamu merem aja," bentak salah satu Polisi yang dengan fokus ia mengendara mobilnya dan mengejar pelaku dari belakang.
"Sial bagaimana mungkin mereka bisa membuntuti ku secepat ini aku harus melakukan sesuatu," gumam Pelaku yang terlihat mulai panik. Dan dengan langkah cepat dan sigap pelaku pun menambahkan laju kendaraannya.
"Astaga pelaku itu kenapa dia pintar sekali menyalip mobil?"
"Detektif sudahlah kita menyerah saja dari pada kita nantinya yang akan celaka karena pelaku itu kelihatannya sangatlah lihai dalam mengendara, jadi mendingan kita menyerah aja sekarang,"
"Tidak ada kata menyerah jika apa yang ingin kita capai dan kita kejar sudah ada didepan Mata , kalian, mendingan sekarang kalian berpegangan karena aku inggin menambah laju kendaraan ini. Dan sekalian kita butuh bantuan jadi mendingan sekarang kamu minta bantuan sama yang lainnya suruh mereka untuk menutup semua jalan jurusan sini sekarang juga," perintah polisi yang kemudian temannya pun mengambil handphone-nya.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan menelponnya sekarang.
Setelah mendapat pemberitahuan dari Detektif yang meminta bantuan kepada para Polisi untuk menutup jalan jalur ( R ). Akhirnya tak menunggu waktu lama mereka pun berhasil menutup semua jalan hingga ke perbatasan jalan tikus.
Pelaku yang melihat pemandangan yang menakjubkan gimana gerombolan orang yang pada berkumpul. Dan para pengendara roda empat mau pun roda dua yang sudah berjaga dan kompak melakukan mogok massal membuat pelaku terkejut dan bingung untuk bertindak.
"Sialan para Polisi itu telah menutup semua jalan perbatasan ini jadi sekarang apa yang harus aku lakukan," gertaknya yang melihat sisi kanan kiri yang hanya menyisakan jalan kecil dan perbatasan.
Sedangkan belakangnya sudah ada para Detektif dan para Polisi yang sudah bersiaga mengepungnya.
"Ok baiklah kita akan segera menangkap sang berandal itu, berhati-hati dan selalu waspadalah jika pelaku akan bertindak nekat nanti, dan siapkan semua senjata kalian,"perintah Polisi itu.
"Baiklah.
"Baiklah mari kita basmi sang Berandal Narkoba itu sekarang juga," ucap Polisi yang kemudian temannya pun menimpalinya.
"Baiklah Kapten,"
"Astaga apa yang akan dilakukan oleh pelaku itu? Apa dia akan menabrak para pengendara diperbatasan kanan yang hanya ada pengendara roda dua saja?" batin Milli dengan tatapan matanya yang fokus menatap kearah kanan kiri
"Sial pelaku itu dia malah menggagas laju mobilnya," gertak Milli yang kemudian ia melihat sebuah pistol yang berada digenggaman tangan Polisi.
"Maaf Pak saya telah lancang merampas senjata anda," ucapnya yang kemudian berlari.
"Hey apa yang akan kamu lakukan dengan senjataku?"teriak polisi itu tapi Milli sama sekali tidak mau menggubrisnya dan terus berlari hingga tepat didepan orang-orang.
"Detektif kenapa pelaku itu malah terlihat menambah laju kecepatan kendaraannya? Apa dia akan nekat menabrak para pengendara sana. Apa yang harus kita lakukan? ucapnya dengan panik
"Detektif gadis itu? Apa yang ingin dia lakukan? Apa dia berencana inggin menghadang mobil pelaku dihadapannya sendiri. Apa dia sudah gila?"
__ADS_1
"Dasar gadis bodoh apa dia telah kehilangan akal?"gertak Polisi dengan wajah geramnya.
Melihat laju mobil semakin mendekati kearah mereka. Dan melihat sisi kanan dan kiri yang terpenuhi banyaknya para pengendara yang pada berhenti untuk menghadang pelaku.
"Kalian? Aku minta kalian semua bubar lah karena pelaku itu akan menabrak kalian!"perintah Milli dengan pandangannya yang siap meluncurkan pistol tersebut dengan tatapan tajamnya.
"Apa maksud kamu?" timpal salah seorang pengendara motor yang berada dibelakangnya.
"Aku minta segera pergi lah dari tempat kalian berdiri sekarang, cepat!"bentaknya yang kemudian para pengendara membubarkan diri.
"Apa yang dilakukan Gadis itu, kenapa dia malah membubarkan mereka semua?"tanya salah satu teman Polisi.
Setelah mendapatkan bentakan dari seorang gadis yang masih terbilang muda darinya . Akhirnya semua orang pada berlari dan membukakan jalan buat Pelaku, melihat pelaku sudah berada di jebakannya Milli pun tidak tinggal diam, dengan langkah cepat ia pun mengeluarkan pistolnya dan membidik kearah satu, dengan memejamkan satu matanya dan fokus melihat kedua ban depan pelaku. Setelah bidikannya tepat ia pun akhirnya melepaskan tembakan itu.
Setelah berhasil melepaskan peluru dan mengenai kedua ban mobil pelaku sehingga ban mobil pun langsung meledak, saat itulah pelaku tidak bisa mengendalikan mobilnya dan akhirnya mobil pun terjungkir balik tepat dihadapan banyak orang dan melihat kejadian itu juga semua org pun takjub dan tak bisa berkata apa-apa lagi.
"Astaga...apa yang barusan dilakukan oleh Gadis itu? Apa dia seorang Detektif juga?"
"Wah dia sangatlah keren!"
"Ayo keluarlah!"gertak Milli yang langsung menyeret pelaku dan mendorongnya pada beberapa polisi.
"Hei kamu ini apa yang barusan kamu lakukan? Apa kamu tidak mikir kalau kamu kenapa-kenapa gimana. Dan apa kamu juga tidak mikir kalau mobil itu sampai mengenai para pengendara apa kamu mau tangung jawab?"
"Maaf Om bukan maksud saya ingin ceroboh atau pun bertindak gila. Tapi jika saya tidak melakukan tindakan tadi mungkin pelaku ini sudah berhasil membunuh semua orang yang ada didepan matanya, jadi maaf urusan saya sudah selesai aku harus pergi selamat siang." Selangkah Milli akan pergi tapi pergelangan tangannya seketika mendapatkan cengkraman dari salah satu Polisi yang pistolnya tadi ia ambil.
"Tidak semudah itu sayang, kamu memang berhasil menyelematkan mereka tapi sayangnya kamu tidak bisa menyelematkan diri kamu sendiri. Kamu sudah melanggar etika kepolisian dengan merebut Pistol itu, jadi maka terima akibat dari kecerobohan kamu ini ayo ikut kami!"ajaknya yang langsung memborgol kedua pergelangan tangan Milli.
"Ini kenapa malah jadi seperti ini? Aku tidak melakukan apa-apa aku hanya melakukan tindakan baik hanya itu jadi saya mohon lepaskan aku! Lepaskan aku saya mohon!"
__ADS_1
"Segera teflon Mama kamu agar ia tahu seperti apa sifat ke bar-bar'ran dari Putri kesayangannya ini ayo jalan cepat!"perintahnya yang langsung membawa Milli.
BERSAMBUNG.