JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
BAIKKAN


__ADS_3

Pergi dari pandangannya, nampak Monika tidak berkedip untuk menatap mau pun menjawab satu kalimat yang terlontar dari mulutnya.


Terduduk kembali diatas brangkar tempat tidurnya. Air mata Putri lagi-lagi terjatuh, ingat akan ucapan kasar yang barusan diucapkan Monika.


"Kenapa kak Putri menangis?"tanya seseorang yang seketika mengejutkan dirinya.


"Milli kamu ngapain ada disini bukannya kamu bilang kamu sudah tidak ingin menemui-ku lagi?"


"Aku yang menyuruhnya Putri!" timpal seseorang yang tak lain adalah Cassandra. Segera ia melangkahkan kakinya menghampiri Putri.


"Tante?"


"Gimana keadaan kamu sekarang apa kamu sudah mulai mendingan Putri?"


"Iya Tan seperti yang Tante lihat saat ini. Aku sudah mulai membaik kenapa Tante repot-repot kesini aku sudah diperbolehkan pulang?"


"Tante sengaja kesini karena Tante ingin melihat kondisi kamu karena Milli setiap malam tidak bisa tidur dengan nyenyak jadi mungkin inilah alasannya? Ia tidak bisa tidur sebelum ia minta maaf langsung pada kamu!"


"Milli tidak bisa tidur?"tanya Putri dengan pandangannya yang menatap Milli, sedangkan Milli ia merasa malu.


"Iya Putri.


"Mama ini kenapa malah membongkar rahasiaku kepada kak Putri aku kan jadi malu sekarang," timpal Milli dengan memalingkan pandangannya.


"Sudahlah urus, urusan kalian berdua. Mama ingin menemui seseorang dulu Mama tingal dulu ya?"


"Mama mau kemana?"tanya Milli.

__ADS_1


"Mama tidak akan lama-lama kok Mama hanya ingin menemui teman Mama yang kebetulan dirawat di rumah sakit ini juga. Ya sudah Mama tingal dulu ya nanti kalau kamu sudah selesai berbicara pada kak Putri segeralah temui Mama diparkiran.


"Baik Ma, Milli akan temui Mama nanti.


"Ya sudah Mama tingal dulu.


"Baik Ma.


"Kenapa kak Putri menatapku dengan tatapan tersenyum seperti itu? Apa ada yang lucu?"


"Iya ada yang sangat lucu bahkan ini melebihi seorang pelawak yang berusaha mencoba menghiburku. Kenapa? Kenapa kamu pura-pura marah kepadaku seperti ini?"


"Pu ... pura-pura marah, siapa yang pura-pura marah aku tidak pura-pura lagi.


"Apa kamu yakin kamu tidak pura-pura marah?"


"Yakin ....


"Iya aku yakin,


"Baiklah kalau kamu memang marah kepadaku cepat kamu keluar dari ruangan-ku?"


"Kak Putri mengusirku?"


"Kan tadi kamu bilang sendiri kalau kamu sedang marah sama aku, jadi untuk apa kamu masih dihadapan-ku jika kamu sendiri masih tidak mau berbicara dengan-ku?"


"Iya ... iya ... Aku ngaku aku tidak marah sungguhan apa kak Putri puas!"

__ADS_1


"Puas banget.


"Kenapa sekarang kamu jadi sangat berubah gini sama aku Mil. Bahkan kamu sekarang sudah seperti khodam yang mampu menyelematkan aku dari mata bahaya yang mengancam-ku?" Bahkan tindakan yang kamu lakukan aku juga sudah membuatku terluka tapi kenapa kamu masih saja mau menolongku dengan cara seperti ini? Ada apa sebenarnya?"


"Entahlah Kak aku sendiri juga tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi pada diri Milli saat ini. Setelah mendapatkan nasehat dari Kak Putri aku rasa sebab itulah aku menjadi pribadi yang seperti ini aku sendiri tidak tahu jadi Kak Putri jangan tanyakan soal itu lagi karena aku sendiri juga tidak tahu," balas Milli.


"Baiklah. Aku sangat senang melihat perubahan kamu yang menjadi seperti ini Milli, sekali lagi terima kasih, terima kasih untuk semuanya terima kasih.


"Iya Kak sama-sama aku juga senang bisa menolong Kak Putri!"


"Oh iya aku tidak bisa berlama-lama disini. Mamaku lagi ada urusan lain lagi, jadi Kak Putri tidak masalah kan kalau aku tingal sendirian?"


"Iya gak papa kok kamu juga punya kesibukan sendiri. Apa yang sudah kamu lakukan untukku bagiku ini sudah lebih dari cukup kok.


"Baiklah kalau gitu kak, tapi Kakak tenang saja aku sudah menyuruh pak supir pribadiku untuk mengantar kak Putri . Karena aku takut ada orang jahat yang berniat ingin mencelakai Kak Putri lagi, jadi mungkin dengan adanya penjagaan aku bisa merasa lega sekarang.


"Astaga Milli kamu tidak perlu repot-repot seperti ini. Aku baik-baik saja kok.


"Tidak kak, semua ini tidak ada apa-apa kok. Aku juga ikhlas membantu Kak Putri. Apalagi Mama juga mendukung-ku jadi jangan sungkan atau pun merasa tidak enak aku tidak apa-apa kok, ya sudah Milli balik dulu ya kak.


"Baiklah berhati-hatilah.


"Baiklah kamu berhati-hatilah.


"Baik Kak, Kak Putri juga hati-hati.


"Kadang aku berfikir dunia ini sangatlah tidak adil, seseorang yang mempunyai ikatan darah sekalipun ia sama sekali tidak perduli kepadaku. Bahkan untuk menanyakan kondisi rasanya seseorang itu sangat sulit untuk mengucapkannya. Akan tetapi giliran seseorang yang sama sekali tidak punya ikatan darah? Kenapa mereka malah sebaik dan perhatian seperti ini kepadaku?" gumam Putri yang memandang Milli yang mulai jauh dari pandangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2