
Berada di kantin dalam satu meja yang sama. Akan tetapi nampak dari raut wajah Revan yang terlihat kesal.
"Kamu kenapa? Kenapa kamu malah bengong?" tanya Putri kemudian Revan pun menjewernya.
"Revan sakit apa yang kamu lakukan kenapa kamu menjewer-ku lepaskan aku ... lepaskan ...
"Ini baru awal jika nanti aku lihat kamu hanya diam disaat ditindas seseorang aku bakal menjewer kamu lebih parah dari ini apa paham?"
"Tidak. Aku tidak paham.
"Apa kamu bilang?"
"Iya ...iya ...aku paham. Kamu tuh kenapa sih sukanya marah-marah terus aku gak papa lagian biar pun aku ditindas yang jelas seseorang yang menindas-ku dia adalah Sepupu-ku sendiri jadi gak masalah jika dia harus mempermalukan-ku dihadapan banyak orang tadi.
"Kenapa Putri? Kenapa kamu selalu mengalah dari saudara tiri-mu itu. Apa yang dia lakukan sudah sangatlah keterlaluan jadi jika kamu semakin diam dia akan tambah semakin ngelunjak, jadi kamu harus melawannya apa kamu tidak punya keberanian untuk melawannya?"
"Aku tidak masalah jika dia akan terus-menerus menindas-ku, karena biar bagaimanapun juga dia adalah keluarga-ku jadi aku tidak Masalah dengan perlakuannya terhadap-ku.
__ADS_1
"Jujur kamu itu sebenarnya gila atau gimana sih apa kurang puas kamu dipermalukan dengan kasar seperti ini?"
"Sudahlah aku lapar apa kamu mau mentlaktir-ku hari ini?" tanya Putri sedikit memohon.
"Baiklah aku akan mentlaktir-mu silahkan pesan apa apa yang kamu mau," timpalnya.
"Baiklah terima kasih ya. Sudahlah muka kamu jangan ditekuk kaya gitu jelek tahu," ledeknya.
"Bodoh," balas Revan nampak masih terlihat kesal.
FLASHBACK
Hidup-ku sudahlah hancur. Selama ini aku hidup hanya dibuat mainan olehnya. Bahkan biar pun aku hanya anak titipan aku juga masih punya hati tapi kenapa mereka sama sekali tidak ada paham akan perasaan-ku ini kenapa?"
Kenapa hidupku harus menderita seperti ini, jika banyak orang yang bisa merasakan apa arti itu bahagia, kenapa hanya aku orang yang terjebak didalam lembah penderitaan ini sendiri.
Hidup bersama dengan seorang wanita itu seperti halnya hidup didalam jeruji besi, sekaligus awal kehancuran bagiku setelah beberapa tahun yang lalu Mama kandungku meninggalkanku untuk selama-lamanya.
__ADS_1
Sifat dan perlakukan dia terhadapku seketika berubah, bahkan dia hanya menganggap-ku layaknya seperti hewan yang tidak ada gunanya dan hanya akan jadi bahan siksaan. Yang selalu ia kurung didalam kamar tanpa beralas yang hanya menyisakan selembar karpet tipis beserta selimut.
Ingin sekali aku melarikan diri tapi aku tidak bisa. Sadar jika ijazah-ku masih ia pegang membuat-ku bingung kemana dan dengan siapa aku harus meminta pertolongan.
Berjalan tanpa adanya tenaga yang kuat sekaligus tujuan yang akan ia tuju, ia pun akhirnya melihat sebuah jembatan yang bawahnya sudah teraliri sungai yang sangat deras. Lantas ia pun menghampiri sungai tersebut.
"Sekarang hidupku sudahlah hancur jadi untuk apa aku masih bertahan hidup jika hidupku hanya akan jadi taruhan seperti ini. Mama ...Papa... Putri kangen sama Mama. Putro kangen sama Papa, tapi kalian tenang saja hanya menghitung menit maka Putri akan berkumpul dengan Mama dan Papa, tunggu putri.
Berdiri tepat diatas batu besar dan berdiri diatas sungai yang mengalir dengan sangat deras, putri pun melambaikan kedua tangannya yang kemudian ia pun memejamkan kedua matanya dengan tersenyum lepas, hingga tinggal selangkah lagi Putri akan melangkah, sungai ini akan jadi saksi tiadanya seorang wanita cantik dan berambut panjang.
Akan tetapi niat yang Putri rencanakan telah gagal total, setelah ada seseorang yang tiba-tiba menarik tangan Putri dari belakang dengan tarikan kerasnya membuat dirinya pun terjatuh.
Bruak...
Suara jatuhan pun terdengar, melihat dirinya gagal melakukan tindakan bun*h di*i yang hendak ia lakukan barusan. Putri pun menatap balik sosok seseorang yang berdiri tegak didepannya dengan menunjukkan raut wajah geramnya.
Akan tetapi melihat sesosok orang itu, wajah Putri pun seketika menjadi memerah dengan diselimuti rasa terkejutnya yang sangat dalam, bahkan dirinya yang mampu untuk berkedip maupun mengatakan sepatah katapun lagi kepada seorang yang berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.