JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MEMBALIKKAN FAKTA


__ADS_3

Aku sadar kehidupan yang aku jalani semua ini hanyalah sandiwara. Sandiwara ku yang berpura-pura bersikap tenang dan kuat menghadapi mereka.


Aku harus memperbaiki diri menjadi lebih baik lagi, biar pun penderitaan sudah jadi makanan keseharian ku aku yakin aku pasti bisa melewati semua ini.


"Kamu? Siapa yang menyuruhmu untuk berhenti melamun seperti itu, ayo cepat lakukan pekerjaan itu lagi," bentaknya yang kemudian


Putri tanpa berkata mau pun berpaling, ia kembali menyapu mau pun mengelap sisa-sisa kotoran.


" Habis itu cuci semua piring kotor dan sapu rumah hinga bersih, setelah itu barulah kamu istirahat. Jangan malas apa kamu mengerti!. ucap wanita yang kemudian mertuanya beranjak pergi ke-kamar.


Mendengar ucapan ibu mertuanya, Putri pun menghela nafas dalam. .


Mendapati perlakuan Mama mertua, ada yang terasa menyesak di sudut hati Putri sesuatu yang membuat sudut hatinya terasa sangatlah sakit, seolah ditusuk mengunakan pisau tajam yang membuat hatinya hancur lebur hinga tidak menyisakan sebutir serpihan hati murni untuknya.


"Memang sedari dulu perlakuan Mama mertua padaku tidak pernah baik. Bahkan ia hanya menganggapku sebagai benalu disini yang hanya akan dibeda-bedakan dengan menantunya yang sudah menjadi sukses menjadi wanita karir. Sedangkan aku? Aku hanya akan dijadikan pembantu di rumah ini. Entah mengapa. Apakah karena aku miskin lalu Mama mertua memperlakukanku seperti itu? Entahlah takdirku memang tidak pernah sebahagia yang aku kira,"


batinnya yang kemudian Putri yang hendak akan beranjak pergi karena tak ingin tangisnya tumpah di situ, tetapi baru saja melangkah, mertuanya telah kembali berseru keras yang membuat langkahnya pun lagi-lagi terhenti.


"Mau ke mana kamu, menantu miskin? Kamu nggak dengar Mama menyuruh apa? Beresin dulu Rumah ini baru kamu boleh istirahat!" ucap Mama mertuanya yang kembali memerintahkan tanpa perasaan.


"Iya, main pergi aja! kamu nggak dengar Mama tadi nyuruh apa?" timpal Nina yang sedari tadi hanya menonton TV diatas sofa dengan menatapnya dengan tatapan tak suka.


Mendengar semua perkataan yang dilontarkan oleh Mama Mertuanya mau pun Nina yang tak lain adalah sahabatnya sendiri kali ini ia tak bisa lagi membendung air matanya.


Susah payah ia berusaha menahannya agar tak keluar di hadapan mertua dan adik iparnya, tapi Putri tak kuasa lagi untuk menahannya, hinga akhirnya ia meneteskan air matanya juga didepan mereka.

__ADS_1


Hatinya sakit diperlakukan berbeda dari semua orang yang ada di rumah ini. Bagaikan bumi dan langit. Sedari awal ia menikah, Putri tidak pernah mendapat perlakuan baik oleh mereka.


"Heh, diperintah malah nangis! dasar mantu cengeng. Udah miskin, pemalas, cengeng lagi. Baru disuruh beresin rumah aja nangis! Diam, apa kamu tidak bisa diam!" bentak Mertuanya.


Kemudian tak disangka-sangka hari ini Revan pulang lebih awal dari pada biasanya. Mamanya yang melihat kepulangan Revan yang secara tiba-tiba ini membuatnya sangat terkejut dan langsung mengambil sebuah sapu yang tadinya telah berada digengaman tangan Putri karena habis membersihkan sisa-sisa sampah-sampah yang pada berserakan diruang tamu ini.


Entah apa yang akan dilakukan Mamanya yang dengan tiba-tiba dia langsung merebut sapu dari genggaman Putri barusan. Dan berbalik menyerahkan pada Nina.


"Mama? apa yang mau Mama lakukan?" tanya Putri yang merasa bingung.


"Revan? Kamu kok udah pulang jam segini sayang ada apa?" tanya Mamanya terhadap Revan.


"Aku sengaja pulang lebih awal karena atas kemauan Revan sendiri Ma. Oh iya ngomong-ngomong kenapa banyak berserakan sampah apa disini habis ada acara?" tanya balik Revan.


"Ini sayang Mama habis mengadakan arisan disini, kan kamu juga tahu kalau Mama hari ini ada jatah kedapatan dan untungnya ada Nina yang akan membantu Mama," ucap Mamanya yang malah memutar balikkan fakta.


"Iya Nina tadi yang membantu Mama membereskan semua ini. Tadi Putri kan baru saja pulang dari kerja dia pastinya sangat capek jadi Mama akhirnya suruh Nina untuk membantu Mama ya kan sayang?"


"Iya Revan yang dikatakan Mama memang benar lagian aku juga tidak enak jika harus berdiam diri tanpa melakukan sesuatu," balasnya.


"Baiklah terima kasih karena kamu udah bantuin Mama ya. Oh iya aku mau mandi dulu nanti kita lanjut lagi ngobrolnya.


"Baiklah.


Sesaat perginya Revan masuk kedalam kamarnya. Pandangan Mama mertua dan juga kedua wanita disampingnya nampak tajam dan segan-segan ingin memangsanya.

__ADS_1


"Kenapa Mama bisa setega itu berkata bohong pada Revan jika semua ini Nina yang membereskannya?"


"Kenapa? Apa kamu tidak terima sudahlah terima nasib kamu aja kan disini kamu itu pantasnya memang jadi seorang pembantu di-rumah ini jadi terima nasib aja. Ya udah sayang ayo kita pergi," ajak Mama mertua dengan mengandeng tangan Putrinya. Putri yang melihat Nina hendak akan pergi, segera ia pun menghalanginya.


"Kenapa kamu juga setega ini sama aku Nin. Dulu hubungan kita baik-baik saja bahkan kedekatan kita sudah seperti saudara kandung sendiri tapi kenapa sekarang malah ikut-ikutan kebohongan yang lakukan Mama? Aku butuh penjelasan jadi aku mohon jelaskan semuanya padaku?"


"Apa aku harus menjelaskan lagi sama kamu. Bukankah kamu sendiri yang memang sudah menghancurkan hubungan baik pertemanan kita tapi kenapa sekarang kamu malah bersikap seolah-olah kamu adalah korban? Ingat Putri disini yang jadi korban itu aku apa kamu mengerti! Dan hubungan pertemanan kita kamu jangan berharap jika hubungan pertemanan kita yang dulu akan kembali utuh karena itu tidak akan pernah terjadi apa kamu mengerti?"


Sepatah kata yang muncul dalam mulut Nina yang akhirnya tanpa sengaja telah berhasil melukai perasaan Putri. Berharap jika hubungan baik yang mereka jalani semasa SMA dulu akan kembali tentram, nyatanya semua itu berubah drastis. Bahkan menatap wajah Putri secara langsung nyatanya malah membuat amarah Nina semakin memuncak. Dan terus-menerus menyalahkan Putri yang dia sendiri tidak ingin menginginkan semua ini sampai terjadi pada dirinya sendiri termasuk menjadi seorang pelakor.


SEKALIAN IJIN PROMO KARYA INI ADA KARYA TEMAN-KU YANG CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰😊


BERIKUT BLURBNYA.


Meskipun ayahnya seorang kaisar, Luxia harus tetap berhati-hati demi keselamatannya dari musuh yang siap menyerang dan mengendalikan kekuatan yang dia miliki, agar tidak berubah menjadi iblis sang penghancur dunia apa yang harus Luxia lakukan?


Akan tetapi dengan kemampuan yang dia miliki, meski banyak ancaman yang datang kapan saja  apakah Luxia akan berhasil menyelamatkan dirinya dari seorang yang berniat jahat?


Berhasilkah Luxia menyelamatkan dunia dan tidak harus menjadi seorang iblis penghancur?


Apakah yang akan Luxia hadapi nanti? dan bagaimana cara Luxia menyelamatkan dunia dan menjaga dirinya agar tak menjadi iblis sang penghancur? saksikan perjalanan Luxia



__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2