
Disalah satu kampus elit dan berkelas yang tak lain adalah universitas Permata indah datanglah seseorang yang baru aja menurunkan kakinya dari dalam Mobil berwarna hitam.
Dengan perlahan seseorang itu pun mulai melangkahkan kakinya satu persatu hingga dirinya melewati koridor kampus. Dan semua tatapan para mahasiswa mau pun siswi yang melihatnya pun pada terkejut hingga tidak mengedipkan matanya sekalipun.
"Gila ternyata Milli semakin lama dia tambah semakin cantik ya? beruntung bagi laki-laki yang berhasil masuk kedalam hatinya dan memilikinya," celetuk salah satu Laki-laki yang merasa kagum akan kecantikannya.
Iya Milli Oktaviani adalah Wanita berusia 20 tahun yang memiliki kecantikan yang tidak bisa diragukan lagi. Bahkan kecantikannya itu mampu mengait seorang Laki-laki hanya dengan satu kedipan matanya.
Akan tetapi kecantikannya seakan-akan luntur lantaran sifat manja dan egonya yang dimiliki tidak sebanding dengan kecantikan yang ia punya.
Setelah berjalan melewati koridor kampus dan disuguhkan dengan tatapan semua orang yang pada meliriknya tanpa alasan yang jelas. Milli mulai sadar jika tatapan semua orang bukan hanya menguji akan kecantikan yang ia miliki, melainkan sesuatu yang akhirnya membuat Milli sadar.
"Kenapa mereka menatap-ku dengan tatapan seperti itu? Apa ada yang salah dengan diriku ini?" batin Milli yang tiba-tiba langkahnya terhenti sesaat ia tak sengaja mendengar salah seorang yang mengucapkan sepatah kata yaitu ( PENYOGOK )
"Apa maksud kamu mengatakan kata penyogok apa kamu sedang menyindir-ku?" tanya balik Milli yang bertanya langsung tepat dihadapan Wanita itu.
"Milli ....Milli aku kira kamu itu anak yang pintar ternyata semua kepintaran kamu itu hanyalah hasil sogokan semata," timpal wanita lagi yang ikut mendukungnya.
"Apa maksud kalian? Kenapa kalian bisa-bisanya berkata lancang seperti itu?"
"Milli aku kasih tahu kamu ya. Kamu itu hanyalah seorang Wanita yang cukup beruntung karena semua kehidupan kamu semua itu ditanggung oleh Mama kamu termasuk untuk bisa masuk di universitas terbesar ini. Apa kamu sadar atau mungkin kamu pura-pura tidak tahu kalau bukan karena Mama kamu yang berani menyogok pemilik kampus ini dengan harga mahal ketahuilah kamu gak akan mampu masuk kedalam universitas terbesar ini. Jadi untuk apa kita harus berteman dengan seorang seperti-mu yang hanya mampu menyogok sedangkan tingkat prestasi kamu kalah jauh dari kami, kamu hanya mengandalkan uang untuk bisa masuk kesini jadi sudahlah mulai sekarang jangan lagi kamu berani berteman pada kami karena kami tidak Sudi lagi berteman dengan Wanita bermuka dua seperti-mu jadi cepat pergilah.
"Aku tahu aku memang anak orang kaya, tapi ketahuilah keluarga-ku tidak pernah melakukan hal seperti itu apalagi sampai berani menyogok hanya karena mengejar ketenaran. Dan semua yang kalian dengar dan lihat semua ini pasti ada seseorang yang sengaja ingin merusak nama baikku, jadi kalian harus percaya kalau bukan aku. Bukan aku orang yang berani menyogok itu jadi aku mohon percayalah.
"Sudahlah Milli apa lagi yang ingin kamu jelaskan. Dan apa lagi yang ingin kamu buktikan, nasi yang sudah menjadi bubur tidak bisa lagi diubah menjadi nasi semula apa kamu mengerti jadi cepat pergilah.
Langkah yang akhirnya perlahan-lahan mulai meninggalkan universitas ini membuat hati Milli seperti tercabik-cabik tanpa tersisa. Apalagi melihat semua orang tidak ada yang mempercayainya membuatnya bingung dengan siapa ia akan melimpahkan rasa sakit ini.
Berjalan dengan adanya lamunan yang menyertai dirinya. Duduk disalah satu kursi taman sembari meminum sebotol air putih. milli hanya bisa menatap dan memandangi pemandangan yang indah. Akan tetapi keindahan yang sangat indah ini nyatanya tidak sebanding dengan perasaan kecewa yang ia rasakan saat ini.
Air mata yang mulai membanjiri dari kedua sudut matanya membuktikan jika apa yang ia lakukan akhirnya berbalik padanya.
__ADS_1
"Aku tidak tahu siapa seseorang yang dengan teganya memberikan kabar palsu seperti ini. Dan aku yakin orang itu pasti sengaja ingin menghancurkan-ku tapi siapa orangnya? Tidak,aku tidak boleh lengah. Tapi apa mungkin semua ini terjadi karena keegoisan-ku sendiri. Apa orang itu marah padaku karena aku telah melukai hatinya makanya dia berniat balas dendam dengan cara licik seperti ini aku bingung dengan siapa aku harus curhat sekarang. Mama terlalu sibuk dengan dunia kerjanya jika aku curhat padanya aku rasa semua itu percuma.
Tak lama muncullah seseorang yang cukup dari belakang punggungnya. Memegang pundak Milli, Milli yang merasa terkejut ia seketika bangkit dan ternyata seseorang itu ialah.
"Apa anda sedang menangis?"tanya seorang wanita yang kira-kira umurnya sama dengan dirinya. Dan seseorang adalah Putri.
"Kamu? Untuk apa kamu datang kesini dan berani sekali anda mendatangi saya?"bentak Milli akan tetapi Putri yang mendengarnya ia malah sengaja duduk disampingnya.
"Kenapa kamu malah duduk disini? Bukankah tadi aku memarahiku?" tanya Milli dengan wajah herannya.
"Aku bilang apa kamu sedang menangis?"tanya Putri lagi.
"Maksudmu?"tanya Milli lagi.
"Ternyata Wanita cantik sepertimu bisa juga ya nangis seperti ini? Kamu menangis karena apa? Apa karena Nyonya Cassandra tidak memberikan kamu fasilitas yang kamu inginkan?"
"Kenapa kamu bisa bertanya seperti itu?"
"Aku sadar kalau selama ini orang-orang melihatku pasti mereka mengira jika hidupku sangatlah bahagia dan selalu dituruti apa pun yang aku inginkan. Dan mungkin orang-orang yang hanya melihatku dengan tatapan sekali, ia akan berfikir jika kehidupanku sangatlah sempurna karena untuk mendapatkan apa yang aku inginkan aku hanya mampu meminta dan meminta iya itulah pendapat seseorang pastinya.
"Aku tidak tahu pasti apa permasalahan yang kamu alami saat ini, tapi ingatlah kamu masih punya Tuhan jadi berdoa dan minta bantuan lah padanya karena insyaallah apa yang kamu inginkan. Dan masalah yang kamu hadapi pasti akan menemukan jalan keluarnya.
"Apa aku boleh bertanya sesuatu padamu?" tanya Milli yang spontan membimbing-mu pandangan Putri beralih menatap dirinya.
"Bertanya? Bertanya soal apa?" tanya balik Putri.
"Apa aku terlihat jahat?"
"Maksud kamu?"
"Aku baru sadar jika selama ini aku terlalu jahat dan terlalu egois karena hanya memikirkan kebahagiaanku sendiri? Aku egois karena hanya banyak memikirkan diriku sendiri ketimbang memikirkan kebahagiaan orang lain termasuk belum bisa membahagiakan Mama.
__ADS_1
"Terkadang penyesalan memang selalu datang diakhir cerita. Sama halnya seperti kamu? Apa yang kamu alami semua ini sudah jadi takdir dan takdir pada dasarnya kita semua tidak tahu kapan dan dimana takdir kehidupan seseorang akan berpihak menghampiri kita. Harusnya kamu bersyukur karena kamu memiliki seorang Mama yang sangat tulus menyayangi kamu. Jujur aku lihat Nyonya sedang menyimpan masalah entah masalah apa yang sedang ia hadapi tapi aku yakin di-suatu keadaan ia pasti ingin kamu selalu hadir menghiburnya, walaupun kamu sendiri dalam keadaan sibuk sekalipun. Ia hanya memiliki kamu jadi harusnya kamu tahu apa yang dibutuhkan sama yang tidak dibutuhkan karena sejujurnya manusia tidak akan pernah puas jika hanya mengandalkan banyaknya uang. Ada juga uang mampu membuat manusia itu bahagia ada juga uang yang malah menjerumuskan manusia itu sendiri pada lembah penderitaan?"
"Baru kali ini aku mendengar ada seseorang yang bisa berkata sebijak seperti anda. Dan jujur aja secara diam-diam sebenarnya aku kagum akan keberanian dan kekuatan kamu apalagi hidup dengan janin tanpa seorang ayah aku rasa itu akan sangat menyakiti-mu. Kenapa? Kenapa kamu tidak melaporkan pria yang sudah merebut kesucian kamu? Dan kenapa juga kamu hanya diam melihat ia bahagia bersama Wanita lain sedangkan disisi lain kamu pastinya sangat menderita dengan semua penderitaan ini?"
"Ingin sekali aku melaporkan pria itu tapi setelah aku pikir-pikir untuk apa aku harus melaporkannya jika apa yang aku bilang nyatanya akan berbalik menusuk-ku. Dan mungkin apa yang aku bilang tidak ada satu pun dari mereka yang akan mempercayai-ku?"
"Tapi aku percaya sama kamu?" timpal Milli beralih Putri pun menatapnya dengan tatapan tak percaya.
"Apa yang kamu bilang barusan?"
"Iya aku percaya. Aku percaya jika kamu memang orang yang baik, apa yang kamu katakan aku percaya semua itu. Terima kasih, Terima kasih karena kamu sudah menyadarkan-ku tentang pentingnya kehidupan ini. Aku tidak tahu kalau tidak ada kamu disini mungkin perasaan-ku masih hancur jadi Terima kasih, terima kasih.
"Sama-sama aku juga senang bisa menyadarkan kamu," balasnya yang membalas senyuman yang dilontarkan Milli barusan.
SEKALIAN MAAF SEKALIAN IJIN PROMO YA KAK. INI ADA REKOMEDASI CERITA YANG SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰😊
BERIKUT BLURBNYA.
Demi mendapatkan biaya operasi sang ayah yang mengidap penyakit jantung, Nabila Kanaya terpaksa menikah dengan Sean Ibrahim, lelaki yang tak lain adalah suami dari sahabatnya.
Sandra Milea, seorang model terkenal yang
namanya sedang naik daun di dunia entertainment, terpaksa meminta sahabatnya untuk menikah dengan suami tercintanya demi mendapatkan seorang anak yang sudah lama didambakan oleh Sean dan juga mertuanya. Bukan karena Sandra tidak bisa mempunyai anak, tetapi, Sandra hanya belum siap kehilangan karirnya di dunia model jika dirinya tiba-tiba hamil dan melahirkan seorang anak.
Lalu, bagaimana nasib pernikahan Kanaya dengan suami sahabatnya itu? Akankah Kanaya menderita karena menikah tanpa cinta dan menjadi istri rahasia dari suami sahabatnya? Ataukah Kanaya justru bahagia saat mengetahui kalau suami dari sahabatnya itu ternyata adalah seseorang yang dulu pernah singgah di hatinya?
BERSAMBUNG.
__ADS_1