
Tatapannya tak henti-hentinya teralihkan ia terus saja meratapi tanda lahir itu hinga ia benar-benar ingat dan tidak salah lagi
''Ini hanyalah sebuah kebetulan atau memang ini benar-benar sama' bagaimana kak putri bisa memiliki tanda lahir yang seperti punyaku. apa ini hanyalah kebetulan atau mungkin kak putri dia ...?Tidak kamu tidak boleh berkata yang tidak-tidak di-dunia ini banyak lagi orang yang memiliki tanda lahir yang sama dan mereka tidak juga punya ikatan darah kan?" batin Milli yang terus saja terdiam.
''Milli apa kamu sudah memasangkannya?" tanya Putri.
'' Iya kak maaf aku belum memasangkannya aku hanya fokus melihat tanda lahir yang kak putri miliki terlihat sangat cantik," timpal Milli kemudian Putri menimpalinya.
'' Kamu melihatnya aku jadi malu," timpal Putri dengan menundukkan kepalanya.
''Kak Putri kenapa harus malu biar bagaimanapun juga ini pemberian dari tuhan, jadi kak putri tidak boleh berkata seperti itu," balas Milli.
''Iya Milli yang kamu katakan memang benar untuk kali ini aku setuju sama apa pendapat kamu."
''Seandainya kak putri tahu kalau aku juga memiliki tanda yang sama seperti punyanya gimana reaksinya ya? Apa dia juga akan berpikiran sama yang seperti aku pikirkan saat ini?" batin Milli dengan tersenyum.
''Milli apa yang sedang kamu pikir apa kamu sedang memikirkan sesuatu?" tanya Putri.
'' Tidak kok kak aku tidak lagi memikirkan sesuatu, oh iya ini udah satu jam lebih kita jalan pagi sama ngobrol-ngobrol gimana kalau aku antar kak putri pulang," tawar Milli.
"Baiklah tidak masalah sekalian kita sarapan dulu kebetulan aku masak lumayan banyak tadi," timpal Putri.
"Wah kayaknya enak tuh, baiklah ayo cepat kak aku sudah tidak sabar nih," balas Milli yang langsung merangkul Putri.
"Iya ...iya Ayo kita pulang sekarang," balas Putri dengan tersenyum kearahnya.
Berada dalam rumah, dihadapkan dengan beberapa menu sederhana yaitu sambal, ikan pindang, tempe goreng dan sayur bening seketika membuat Milli yang sedari tadi memandang semua menu ini dibuat ngiler.
"Ayo kenapa kamu diam bukankah tadi kamu bilang lapar?" tanya Putri.
__ADS_1
"Apa kak Putri mengijinkan-ku untuk memakan semua ini?" tanya Milli dengan pandangannya yang tak juga teralihkan.
"Iya aku mengijinkannya," balas Putri dengan tersenyum.
Sedetik Milli ingin meraih nasi untuk ia ambil. Tangan Putri menepisnya.
"Hey siapa yang mengajarkan-mu makan tanpa cuci tangan terlebih dulu?" tegas Putri.
"Iya aku lupa," balas Milli sedikit nyengir.
Segera pergi menuju kebelakang, ia kemudian mencuci tangannya, beralih ia kembali duduk disebelah Putri.
''Oh iya kak aku mau tanya sama Kak Putri apa selama ini kak Putri tidak ada perasaan apa-apa pada Kak Revan?"tanya Milli, seketika Putri yang mendengarnya terdiam.
"Kenapa kamu bertanya seperti itu?"
"Entahlah Kak aku hanya merasa saja jika selama ini aku merasa Kak Revan sangat peduli pada Kak Putri. Apalagi disaat melihat sendiri kak Putri kecelakaan wajah kepanikan yang ia tunjukkan aku melihat sendiri seperti apa wajah kepanikannya dan itu tidak bisa dibohongi lagi," jelas Milli.
"Maksud Kak Putri?"
"Ya aku hanya penasaran saja gimana dengan kisah percintaan kamu apa kamu menggalami nasib yang sama seperti yang aku alami. Ataukah nasib cinta kamu lebih indah dan pastinya kamu sangat susah untuk melupakan seseorang itu?"
"Kalau soal percintaan. Kak Putri jangan bilang jika nasib percintaan-ku lebih baik dari yang Kak Putri alami. Karena jujur saja aku tidak tahu apa aku masih dikasih kesempatan untuk menggalami hal itu lagi. lebih tepatnya mungkin karena kesombonganku aku merasa tidak akan ada sesosok Laki-laki yang akan mencintai-ku karena sifat aku yang bisa dibilang sangatlah keterlaluan.
"Maksud kamu apa Milli?"
"Kak Putri tahu sendiri kan seperti apa sifat disaat pertama kali Kak Putri mengenalku. Aku termasuk wanita yang manja, sombong dan arogan dan itulah alasan pertama kenapa aku sangat susah untuk mendapatkan seorang lelaki atau bisa dibilang dengan sebutan cinta sejati karena aku tak percaya ada seorang laki-laki yang mau mendekatiku karena rasanya semua itu mustahil kak.
''Kenapa kamu semudah itu percaya. Dan siapa yang bilang kalau sifat kamu seburuk itu? Iya aku tahu mungkin pertama kali aku mengenalmu kamu seperti wanita manja dan pastinya tak luput dari kesombongan, tapi itu dulu kamu sekarang sangat berbeda Milli dengan keberanian-mu aku percaya kamu sangatlah berbeda dari Milli yang aku kenal dulu, jadi itulah yang aku lihat saat ini.
__ADS_1
"Apa Kak Putri sedang lagi menggodaku?"
"Entahlah lagi menggoda atau tidak tapi itu yang aku lihat saat ini Milly, kamu masih sangatlah muda cantik, pemberani jadi pastinya akan ada banyak laki-laki yang akan mengantri untuk mendapatkan cinta kamu, tapi aku harap kamu jangan buru- buru untuk mengenal cinta. kejar dan raihlah apa yang kamu inginkan barulah kamu bisa memikirkan apa arti sebuah cinta pada kehidupan
"Aku tidak tahu apa yang ada dipikiran kak Putri sekarang tapi yang jelas kata-kata yang barusan Kak Putri ucapkan tadi telah berhasil membuat semangat Milli kembali mengobar terima kasih kak terima kasih," balas Milli dan balasan Putri hanya tersenyum kearahnya.
*
*
*
'' Ini hanyalah sebuah kebetulan ataukah cuma ...."Belum juga Milli selesai berbaring, suara seseorang terlebih dulu mengagetkannya.
'' Sayang kamu sedang memikirkan apa kenapa mama perhatikan kamu kaya sedang memikirkan sesuatu?" tanya seseorang Wanita yang tak lain adalah Mamanya sendiri.
"Ini Ma Milli mau tanya sesuatu sama mama?"tanya balik Milli.
''Tanya soal apa sayang?"
''Dulu Mama pernah berkata jika kembaran Milli iyu memiliki tanda lahir di-bagian pundak sebelah kiri apa itu benar?"
''Iya memang saudara kembar kamu memilki tanda bulat hitam dipundak kirinya memangnya kenapa sayang? Kenapa kamu tiba-tiba bertanya soal ini?"
''Tidak kok Ma Milli hanya ingin tanya aja soalnya Milli lupa.
''Baiklah kalau kamu hanyalah penasaran ini udah malam cepatlah tidur besok kamu kesiangan kuliahnya besok.
'' Iya Ma Milli akan tidur sekarang selamat malam Ma.
__ADS_1
''Selamat malam juga sayang.
BERSAMBUNG