
"Akhirnya aku sampai juga didepan pintu kerja Kak Putri, mungkin dengan bertanya dan meminta jawaban langsung padanya aku bisa memutuskan dengan tepat mengenai tawaran baik ini,"batin Mili yang hendak akan masuk, ia mendengar suara yang cukup tak asing di telinganya.
Mendengar suara tak asing yang membahas soal Putri, alhasil milli yang berniat ingin masuk pun memutuskan untuk menguping pembicaraan keduanya terlebih dulu.
"Sekarang aku tanya sama kamu apa kamu mencintainya?"tanya Revan dengan sekejap Gibran langsung membalasnya.
"Iya aku mencintainya dan sebagai seorang laki-laki yang tulus mencintainya aku tidak akan membiarkan wanita yang aku sayangi terluka jadi tuan paham kan sekarang?"
Bagaikan tertusuk akan benda tajam yang menyayat hatinya. Milli yang merasa aneh pada dirinya hatinya tiba-tiba merasa sakit mendengar akan hal ini.
"Apa maksud dari perkataan Gibran jadi dia sungguh-sungguh mencintai Kak Putri?"batin Milli tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.
"Baguslah kalau kamu sudah bisa mencintainya, se'engahnya dia sudah ada yang menjaganya jadi selamat semoga suatu saat nanti kalian menjadi pasangan yang harmonis terima kasih!"
Tanpa berkata sepatah kata lagi pada mereka. Revan berniat akan pergi dari pandangan mereka, tiba-tiba langkahnya langsung tersungkur jatuh setelah tubuhnya yang seperti sedang mati rasa.
Terkejut, Gibran yang melihatnya berniat ingin menolongnya tapi Putri dengan sigap menghalangi niat Gibran tersebut.
"Tuan!"
"Sudah Gibran jangan tolong dia, dia punya kaki jadi dia pastinya dia bisa bangkit sendiri,"timpal Putri.
"Tenagaku? Aku mohon jangan buat aku lemah dihadapan mereka seperti ini aku mohon Tuhan!"batin Revan yang menggenggam erat tangannya.
__ADS_1
Dengan berusaha menahan sakit pada tubuhnya yang mulai kehilangan keseimbangan akhirnya Revan berhasil berdiri tanpa bantuan keduanya.
Segera bangkit dari lantai dimana ia terjatuh, tanpa melirik pada seseorang dibelakangnya,Revan akhirnya berhasil menyembunyikan rasa sakit yang setiap kali menyerangnya.
Sedangkan Milli yang serasa tak percaya dengan apa yang ia dengar, ia segera pergi setelah Revan yang hendak keluar dari dalam ruangan Putri.
"Gibran apa yang kamu katakan barusan kenapa kamu malah bilang kalau kamu menyukaiku?"
"Maaf Nyonya mungkin apa yang aku katakan barusan sangat membuat Nyonya kaget, tapi saya terpaksa melakukan semua itu agar Nyonya Revan tidak seenaknya menyakiti nyonya maafkan saya!"
"Baiklah tapi kamu tidak sungguh-sungguh mencintai ku kan?"
"Aku kan pernah bilang nyonya jika Wanita yang aku cintai itu Milli, jadi selain Milli tidak ada Wanita lain lagi yang aku cintai jadi aku mohon percayalah!"
"Kali ini aku mempercayai mu tapi awas saja jika ucapan kamu tidak pernah kamu buktikan!"
"Baguslah kalau gitu ya sudah mendingan kamu lanjutkan lagi kerjamu aku ada urusan sebentar!"ucapnya yang langsung pergi dari pandangan Gibran, Gibran yang merasa ada yang aneh dengan Putri ia secara diam-diam membuntuti-nya.
Terduduk menangis disalah satu taman, air mata Putri tak henti-hentinya terhenti ia terus saja menangis hingga seseorang datang dan memberikan sapu tangan untuknya.
"Gibran kamu?"
"Bukan saatnya untuk menangis ambilah!"pinta Gibran berlalu Putri menerima sapu tangan itu.
__ADS_1
"Kenapa kamu kesini?"
"Aku sengaja membuntuti Nyonya karena saya tahu nyonya membutuhkan saya, jadi jika anda membutuhkan teman untuk curhat saya bersedia untuk menjadi teman curhat nyonya.
"Aku tidak membutuhkan kamu Gib, jadi pergilah aku mau sendiri jadi pergilah dari hadapan ku sekarang!"
"Luka. Setiap luka pasti akan ada obatnya begitu juga dengan luka hati yang Nyonya rasakan saat ini. Janganlah menangis, janganlah menangis hanya untuk laki-laki macam dia. Sadarlah hidup di dunia hanya menghitung waktu, bahkan kapan aja kita bisa pergi jadi lupakanlah dia, lupakanlah dia jika kamu ingin melanjutkan hidup kamu lupakanlah dia nyonya itu saran aku."
Tangannya yang menggenggam erat agar ia bisa menyembunyikan rasa sakit hati yang sedang ia rasakan saat ini.
"Menangis lah...menangis lah jika itu akan membuatmu merasa lega. Air tidak akan bisa tersembunyi jika pada dasarnya hujan sudah ditakdirkan untuk turun membasahi semua tanah yang ada dimuka bumi ini. Sama halnya dengan hatimu, janganlah kamu berusaha menyembunyikannya jika pada akhirnya rasa sakit itu akan berbalik menyerang hatimu dan membuatmu tambah semakin terluka, jadi menangis lah, menangis lah jika itu akan membuatmu merasa sangat lega menangis lah!"
Mendengar ucapan yang dilontarkannya membuat air mata yang tadinya ditahan Putri dengan susah payah akhirnya bisa jatuh membasahi kedua pipinya.
Buliran demi buliran akhirnya mulai terjatuh hingga tidak terhitung berapa banyak buliran air mata yang berhasil terlepas dari persembunyiannya.
Sedangkan seorang laki-laki yang berada disampingnya telah menjadi saksi atas apa yang telah ia rasakan saat ini. Melihatnya menangis tanpa henti ia hanya bersikap tenang dan terdiam dan sesekali pandangannya pun menatapnya. Akan tetapi sama belumlah terlihat jika air mata itu akan lah surut dari mata Wanita yang berada disampingnya saat ini.
"Sekarang aku sadar jika aku selama ini aku telah mencintainya, tapi aku juga sadar jika cinta ini telah bertepuk sebelah tangan yang tidak mungkin untuk bisa disatukan,"ucap seseorang yang dengan diam-diam telah memperhatikan keduanya. Dan seseorang itu yang tak lain adalah Milli, secara bersamaan air mata itu pun jatuh dari kedua sudut matanya.
Memang sifat seseorang belum tentu dipastikan walaupun dari raut wajah terlihat bahagia tanpa beban sama sekali. Karena yang ia tunjukkan hanyalah sebuah senyuman kebohongan agar ia mampu bisa menyembunyikan perasaan sedih sekaligus kekecewaan yang menyelip didalam lubuk hatinya yang paling dalam.
Walaupun kebanyakan orang mengira kita adalah orang yang kuat tangguh dan tahan akan pukulan ataupun kehancuran, akan tetapi orang tidak pernah tahu dibalik kokohnya tembok berdiri, disitulah terdapat lah luka yang sangat dalam yang telah aku rasakan selama ini.
__ADS_1
Jika aku mengira dia adalah jodohku aku rasa semua itu hanyalah mimpi yang tidak mungkin akan bisa tercapai. Karena perasaan yang aku miliki ini, aku rasa hanya akan menjadi perasaan yang belum tentu akan terbalaskan, belum juga adanya halangan ini aku rasa ia hanya akan jadi bayang-bayang ku saja, tapi biarpun begitu aku tetap bersyukur karena aku pernah merasakan dimana rasanya jatuh cinta pada Laki-laki itu walaupun kini aku tidak akan mungkin lagi memilikimu aku janji semampu aku, aku akan berusaha untuk tetap menjaga hatiku ini.
BERSAMBUNG