JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
RENCANA REVAN


__ADS_3

Setibanya Gibran mau pun Putri ditempat mewah salah satu gedung besar yang telah dipakai untuk penyelenggara acara ini. Keduanya nampak sudah siap berbalut gaun putih yang dipakai Putri dan juga jas putih yang dipakai Gibran membuat keduanya nampak seperti pasangan yang harmonis.


Selangkah mereka akan masuk, ponsel Gibran tiba-tiba berbunyi.


"Ya sudah Gibran ayo kita masuk!"ajak Putri, Gibran menghalanginya.


"Maaf Nyonya saya ada telfon jadi bisakah anda masuk sendiri dulu kedalam sana?"ucapnya.


"Baiklah aku akan masuk dulu kamu nanti menyusul ya?"


"Nyonya tenang saja aku nanti akan menyusul anda,"balasnya.


"Baiklah."balas Putri yang tanpa mau menunggu, ia terlebih dulu masuk, sedangkan Gibran nampak mencari suasana sepi untuk mencari sinyal pada ponselnya.


📞"Maaf dengan siapa ini apa ada yang bisa saya bantu?"balas Gibran masih terlihat biasa saja.


📞" Cepat anda datang ke halaman belakang jika anda tidak ingin Adik dari bos anda terluka!"balas seseorang laki-laki dari telefon dengan nada kasarnya.


📞" Siapa ini bisa-bisanya anda berani mengancam saya seperti itu anda tau siapa saya?"tegas Gibran dengan tapi membuat si penelepon takut padanya.


📞" Baiklah kalau anda tidak peduli dengannya siap-siap anda akan kehilangan pekerjaan anda karena anda tidak percaya dengan perkataan saya salam dari Milli Wanita sekaligus Adik Bos kamu yang menunggu pertolongan darimu!"balasnya yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


"Hey aku belum selesai ngomong hei!"


"Sial adik bos aku apa yang dimaksud itu Milli? Apa Milli dalam bahaya sekarang aku harus segera kesana."Tanpa bertanya lagi, Gibran segera berlari menuju ketempat yang ditujukan seseorang dalam panggilannya tadi.


Setelah adanya acara peresmian pada salah satu rekan kerjanya, Putri yang memutuskan untuk duduk manis disalah satu sofa ia tak melihat akan kedatangan Gibran yang tadinya berkata ingin menyusul dirinya.


"mianhaeyo agassi, i maseukeuleul sseodo dwaeyo?" yeojaga maseukeuleul geonnemyeo


"Maaf Nona bisakah anda memakai topeng ini?" ucap Wanita itu dengan memberikan satu buah topeng padanya.


"maseukeu. kkog i maseukeuleul sseoya hanayo?" gongjuege nuga geugeos-eul gajyeogassneunji mul-


"Topeng. Apa aku harus mengunakan topeng ini?" tanya Putri yang kemudian ia pun mengambilnya.


"ne, miseunim-eun kkog ib-eojusyeoya haeyo. ibeon ibenteu cham-yeo jung hanaigi ttaemun-ibnida. geuligo god chum-i sijagdoel teni najung-e gat-i chumchul pateuneoleul guhaeya haeyo


"Iya, memang Nona harus memakainya. Karena ini salah satu dari partisipasi acara ini. Dan sebentar lagi juga acara dansa akan segera dimulai, jadi Nona juga harus mencari pasangan buat ajak berdansa nanti."


"Joh-a gamsahabnida.


"Baiklah, terima kasih.

__ADS_1


"ne, gwaenchanh-ayo. jega meonjeo jalileul jikige haejuseyo." geuga


"Iya sama-sama ya sudah mari saya tingal dulu," ucapnya.


"Baiklah.


"Heran, niatku datang kesini hanya untuk menghadiri peresmian saja, tapi kenapa aku malah terjebak di pesta dansa ini, pakai acara mencari pasangan lagi,"kesalnya yang kemudian ia pun memutuskan untuk duduk lagi.


Satu persatu para tamu terlihat sudah mulai berdatangan. Dan Terlihat Revan juga baru saja memasuki gedung. Dan kemudian seseorang pun menghampiri dirinya.


"Revan," ucap salah satu seseorang yang tak lain adalah Milli.


"Milli, syukurlah kalian sudah hadir disini oh iya dimana Kakak kamu? tanya Revan padanya.


"Itu Kak Putri," ucap Milli dengan menunjuk kearah kanan yang dimana Putri yang sedari terduduk. Kak Putri sudah berada disana sejak sedari tadi, jadi mendingan sekarang kamu cepatlah ke sana. Karena semua ini sudah aku yang mengatur jadi kamu tidak perlu khawatir kalau Kak Putri akan kaget atau pun marah kepadamu.


"Terus gimana dengan Gibran bukankah dia bersamanya untuk menghadiri acara ini?"


"Soal Gibran kamu tenang saja biar aku aku mengurusnya nanti bersiaplah kamu mulai berakting."


"Baiklah kami memang anak yang pinter dan cerdik ya sudah sekarang aku kesana dulu,"timpal Revan tapi Milli menghalanginya.


"Kamu pakai ini dulu. Karena dengan kamu memakai topeng ini aku yakin Kak Putri tidak akan mengenali siapa seseorang yang akan menghadapnya nanti."


"Baiklah!"


"Gibran tuh kemana sih kenapa dia sampai sekarang belum kunjung datang apa dia sengaja tidak ingin datang?"


Karena ruangan yang sudah penuh dengan para tamu, ditambah lagi beberapa laki-laki yang mulai menggodanya dengan lirikan matanya ia pun memutuskan untuk berdiri dan berniat akan pergi tapi karena tidak sengaja terdorong oleh salah satu orang Putri hampir saja terjatuh.


Karena Revan yang dari tadi memperhatikannya dan melihat jika wanitanya itu akan terjatuh, ia pun langsung sigap menangkap tubuh Putri yang hampir saja terjatuh.


Karena tangkapan yang dengan tepat berada di pelukan Revan membuat keduanya pun melamun dengan kedua tatapan mata yang sama-sama fokus menatap satu sama lain.


Dekapan Revan yang tidak sengaja ia lakukan pada Putri akhirnya membuatnya tersadar.


"Gwaenchanh-a?" geunyeoleul gyesog jikyeobogo issdeon leban-i mul-eossda. puteulineun ajig geunyeoga nuguwa daemyeonhago issneunji kkaedadji moshaessda


"Apa nona baik-baik saja?" tanya Revan yang terus menerus memperhatikannya. Sedangkan Putri masih belum menyadarinya dengan siapa ia bertatap muka saat ini.


"gwaenchanh-a.. naelyeojullae?" geuneun bul-anhan pyojeong-eulo mul-eossda.


"Saya baik-baik saja..bisakah kamu menurunkan ku?" pintanya yang terlihat merasa tidak enak.

__ADS_1


"gwaenchanh-a!" geuneun daedabhago geugeos-eul naelyeonoh-assda.


"Baiklah!" balasnya yang kemudian ia pun menurunkannya.


"Suara itu? Itu kenapa aku seperti pernah mendengar suara pria ini tapi dimana? Atau aku hanya salah mengartikan atau memang aku yang lagi berhalusinasi," batinnya yang kemudian salah seorang pun datang dan memberitahunya.


"mian itaeyeong ssi, chum-i god sijagdoebnida. gat-i chumchugo sip-eun bun chaj-eusyeossnayo?" josuga mul-eossda.


"Maaf Tuan Lee Tae young sebentar lagi acara dansa sudah akan dimulai. Apa Tuan sudah menemukan seseorang yang ingin Tuan ajak berdansa?" tanya sang asisten.


"joh-a, ije daenseu pateuneoleul chaj-eul tenikka gaja." leban-i malhaessda


"Baiklah saya akan mencari pasangan dansa sekarang, jadi pergilah," pinta Revan.


"Seonsaengnim, sillyehabnida"lago dasi malhaessseubnida


"Baiklah Tuan, permisi," ucapnya lagi.


"museun il-iya? a, geulae yaedeul-a, nalang chumchwojullae?" leban-eun nun-ap-ui yeojaleul ppanhi balabomyeo mul-eossda. puteulineun museun mal-eul haeya halji nangamhaessda. i namjaga jasin-ui teog-eul manjin geos-eul algo son-eul deonjimyeo geol-eogassda


"Ada apa dengan anda? Oh iya sekalian aku hanya ingin katakan maukah kamu berdansa denganku?" tanya Revan dengan menatap penuh wanita yang berada dihadapannya , sedangkan Putri ia bingung mau mengatakan apa. Menyadari jika laki-laki ini telah menyentuh dagunya ia berlalu menghempaskan tangan tersebut.


jeonhyeo naega aneun salam-i aninde eotteohge ileohge naleul aneun cheog hal su iss-eo? hwanan deushan puteulileul mul-eossda.


"Anda ini sama sekali bukan orang yang aku kenal, jadi bagaimana bisa anda berlagak sok kenal seperti ini sama saya? gertak Putri yang terlihat kesal.


"naega jom deo iljjig jinlyoleul ppeonppeonhage haessdamyeon mianhajiman nae jean-eul bad-ajugessni. nalang chum-eul chugo sip-eun geo maj-ji? leban-eun geugeos-eul bon puteulileul sunganjeog-eulo kkumkkuge hago geu nun-eul gieoghage mandeuneun siseon-eulo mul-eossda.


"Maafkan saya kalau saya lancang atas perlakukan ku tadi, tapi anda mau kan menerima tawaran saya. Anda pasti mau kan berdansa dengan saya? pinta Revan dengan tatapannya yang sekejap membuat Putri yang melihatnya pun menjadi melamun dan teringat akan tatapan mata tersebut.


"al-***-eo." geuga bang-geum museun mal-eul haessneunji kkaedal-***-eul ppun anila honlanseuleowoseo daedabhaessda


"Baiklah," balasnya yang merasa bingung sekaligus menyadari apa yang barusan ia ucapkan tadi.


"Astaga ada apa denganmu ini Put, kenapa kamu malah mengiyakan permintaannya kamu kan kan belum tahu siapa laki-laki ini, kenapa kamu malah memberikannya kesempatan untuk memelukmu seperti ini?" batinnya yang merasa sangat bingung.


Akhirnya mereka pun berdansa bersama, Dengan alunan musik yang membuat suasana jadi tenang dan romantis..merasa pun canggung karena laki-laki yang ada dihadapannya itu terus menerus menatap dirinya dengan tatapan khusus.


"Siapa sebenarnya laki-laki ini..kenapa dari suaranya kaya familiar buatku, tapi kenapa aku juga merasa tidaklah canggung ketika berdekatan dengannya seperti ini?" batinnya yang tak henti-hentinya mengalihkan pandangannya.


"Aku rasa Putri tidaklah sadar dengan siapa Pria yang ia ajak berdansa saat ini? batin Revan yang terus-menerus tersenyum.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2