
MENUJU EPISODE-EPISODE TERAKHIR
"Sekarang kamu sudah lihat hubungan Revan dan juga Putri kembali bersatu, kebahagian mereka tambah semakin nyata setelah Mamanya Revan berbalik menyayangi Putri dan mau menerimanya sebagai menantunya, sedangkan kamu? Apa lagi yang ingin kamu tunggu apa kamu ingin aku menunggumu lebih lama lagi?"ucapnya memandang kearah Milli.
"Sekarang pertanyaan aku? Apa kamu bersedia menungguku lebih lama lagi? Kamu pastinya tau kan posisiku sekarang jadi apa? Aku masih punya tugas yaitu menjadi Polisi, aku sangat senang bisa mengambil kesempatan ini tapi sama yang seperti kamu bilang aku ternyata tidak bisa lagi menunggu lama, atau mungkin bisa dibilang aku sudah siap jika kamu ingin mengajakku untuk menikah?"ucap Milli yang spontan membuat pandangan Gibran beralih menatapnya.
"Kamu serius ingin jika kita menikah lebih cepat? Kamu gak keberatan?"
"Aku beneran berkata apa adanya, aku akan lebih keberatan jika aku tidak segera menikah denganmu, mungkin dengan menikah dan memperjelas status kita, aku akan lebih mudah untuk menjalankan keinginan aku, biar pun aku nanti sudah menjadi Istrimu kamu gak akan melarang-ku jika masih berada kedunia kepolisian kan? Sama seperti perkataan yang dulu pernah kamu ucapkan dengan bilang jika kamu tidak akan mengijinkan-ku untuk masuk dunia kepolisian?"
"Memang setelah kita menikah kamu sudah jadi tanggung jawabku, tapi bukan tanggung jawab yang mengharuskan untuk kamu mengikhlaskan keinginan yang sudah lama kamu impian. Dan aku tidak keberatan jika kamu masuk kedua kepolisian jika kamu senang aku juga akan ikut senang,"balasnya yang langsung memeluk Milli.
"Jadi itu artinya kita siap akan masuk menuju kejenjang pernikahan?"tanya Milli.
"Iya bisa dibilang seperti itu, setelah kita menikah aku akan membawamu ke istana kita, istana yang sudah aku siapkan buat calonku nanti dan sekarang aku sudah berhasil mendapatkan mu jadi itu artinya kamulah calonku jadi kamu bersedia kan untuk menikah denganku?"tanyanya.
"Iya dengan senang hati aku bersedia menikah denganmu,"balasnya yang melanjutkan pelukan mereka lagi.
Beberapa bulan telah berlalu pernak-pernik khas hiasan pernikahan mengitari gedung mewah itu, bunga-bunga tampak segar tertata rapi di sekitar ruangan.
__ADS_1
Hari sudah menjelang pagi, sayup-sayup terdengar suara angin di luar sana. Tampaknya, langit hari ini pun mengerti akan hari bahagia yang sudah mereka tunggu sejak sedari dulu.
Berbalut gaun putih yang menjulang sangat panjang, Milli yang mengenakannya nampak sangat cantik, nan sangat indah untuk dipandang. Bahkan kecantikannya sudah tidak bisa diragukan lagi.
Dari jarak depan terdapat-lah Gibran yang sudah menanti akan kehadiran Milli yang sebagai calon Istrinya.
Berbalut jas berwarna putih membuat akan ketampanan yang dimiliki Gibran semakin nampak sangat tampan. Bahkan raut wajah senyuman yang ia tunjukkan terlihat sangatlah tampan bagaikan seorang pangeran yang turun dari kerajaannya.
Berhadapan satu sama lain, pandangan keduanya nampak saling bersahutan menatap kearah satu sama lain dengan senyuman keduanya yang sudah menantikan hari bahagia ini sejak sekian lama.
Ijab kabul yang akhirnya diucapkan oleh Gibran telah membuktikan jika keduanya sudah sah menjadi sepasang Suami-istri.
Wajah keduanya berbinar-binar, diselimuti wajah kebahagian yang tidak bisa lagi dibohongi kedua sepasang pengantin baru ini.
Tangan mau pun tubuh yang serasa kaku bahkan seperti tidak ada tenaga yang membopong. Kini tubuhnya seketika bertenaga setelah seseorang yang berada dihadapannya memberikan pelukan hangat untuknya.
Dekapan yang Gibran lakukan mempererat pelukan pada lekuk tubuh Milli membuat Milli berbalik dan membalas pelukan hangat tersebut.
Berada didalam kamar, Gibran sehabis melakukan ritual mandinya ia melihat Milli yang masih mengenakan gaun pengantinnya, dirinya kesusahan membuka resleting yang tersangkut dan sudah untuk dilepaskan.
__ADS_1
Berusaha menarik resleting kebelakang tapi nyatanya sangat susah untuk ia lakukan. Gibran yang melihat Milli nampak kesusahan ia langsung menghampirinya.
"Apa kamu butuh bantuan?"tanyanya yang seketika mengejutkan Milli.
"Iya aku lagi kesusahan melepaskan resleting gaun ini kamu bisakah membantuku?"tanyanya nampak malu.
"Iya gak papa aku akan membantumu untuk membukanya,"balas Gibran yang berlalu ia memegang resleting belakang yang tadinya mancet, dirinya yang berhasil memperbaiki ia nampak tersenyum puas melihat Milli yang nampak tersipu malu dibuatnya.
"Apa kamu sudah membukanya?"tanya Milli.
"Iya aku sudah membukanya,"balas Gibran, selangkah Milli yang berniat akan pergi masuk kedalam kamar mandi, dirinya dikejutkan dengan suara Gibran yang tiba-tiba mengatakan sesuatu.
"Kenapa kamu tidak ganti dihadapan ku saja bukankah kita sudah menjadi sepasang Suami-istri?"tanya Gibran, Milli yang mendengarnya ia nampak bingung ingin mengatakan apa.
"Oh gitu ... Tidak! Dasar mesum!"balasnya yang langsung masuk kedalam kamar mandinya.
"Astaga lucu juga ya kalah ngerjain itu anak,"gumamnya tersenyum sendiri.
"Apa yang ada dipikirannya apa dia sudah berfikir untuk melakukan malam pertama malam ini? Apa gak terlalu kecepatan?" tanyanya pada dirinya sendiri.
__ADS_1
BERSAMBUNG.