
"Ada apa kenapa kamu menyuruhku untuk menemui-mu?"
"Aku tadi mendengar jika Putri sudah memutuskan untuk bercerai dengan Revan apa itu benar?"tanya seorang Wanita yang masih duduk santai disalah satu kursi kuasanya.
"Iya kak Putri bilang kalau dia memang berniat ingin menceraikannya terus kenapa?"
"Aku ada rencana baru lagi. Aku lihat belakang ini kamu sudah banyak melakukan tugas yang aku perintahkan termasuk menjalankan tugas yang aku berikan dengan mengatakan kalau Putri-lah pelaku yang membunuh Nina jadi aku cukup puas dengan hasilnya sekarang, tapi aku belum merasa puas jika belum melihat mereka berpisah jadi kamu mau kan menjalankan perintah dariku lagi yaitu buatlah hubungan mereka memudar entah bagaimana itu pun caranya aku ingin kamu melakukannya untukku apa kamu bersedia?"
"Selama ini aku sudah banyak melakukan perintah apapun yang kamu inginkan. Bagiku memisahkan mereka itu hal yang paling mudah untuk aku jalankan, tapi sebelum aku melakukan itu ada hal penting yang sangat ingin aku ketahui siapa sebenarnya seseorang yang telah membunuh Nina apa benar orang itu adalah Rafa? Dan kamu juga dalang dibalik semua ini?"
"Kenapa kamu tiba-tiba berkata seperti itu?"
"Pertama Nina meninggal secara tidak wajar. Dan yang kedua kamu menyuruhku untuk mengatakan hal itu secara mendadak disaat aku tidak tahu apa-apa soal meninggalnya Nina, jadi sekarang kamu bisa jelaskan semuanya kan sama aku bagaimana bisa situasi dan kesempatan ini bisa terjadi secara bersamaan seperti ini?"
"Iya memang Rafa lah orang dibalik kematian Nina. Dan aku juga orang yang sudah membantunya, awalnya aku melihat pada hari itu Nina dan Revan bertengkar hebat. Dan aku melihat raut wajah Revan terlihat sedang dalam kondisi marah dan penuh emosi, jadi aku punya kesempatan ini untuk menjalankan misi ku ini sedangkan kediaman Nina aku melihat kediaman itu cukuplah sepi dan akhirnya terlaksana sudah rencana ku itu?"
"Setelah kamu berhasil membunuh seseorang yang tidak berdosa apa yang kamu rasakan saat ini? Apa kamu masih bisa tertawa bahagia?"
__ADS_1
"Ya seperti yang kamu lihat saat ini aku sangat bahagia melihat musuhku gugur jadi kamu pastinya paham kan dengan raut wajah bahagia ku ini?"
"Kamu sangat licik," ucapnya tapi tak dihiraukan oleh Claudya.
"Sangat disayangkan pengakuan apa yang kamu ucapkan saat ini sudah aku rekam dalam rekaman suara yang aku bawa ini. Tugasku selanjutnya hanyalah mencari tahu dimana keberadaan Rafa sekarang," batinnya kemudian secara berhati-hati ia pun menyembunyikan ponselnya dari dalam sakunya.
"Mak lampir itu menyuruhku untuk membuat hubungan Kak Putri dengan Revan memudar, tapi gimana caranya aku melakukan semua itu? Aku tidak mungkin menghancurkan hubungan mereka yang jelas-jelas aku sendiri sangat ingin mempertahankan Rumah tangga mereka jadi apa yang harus aku lakukan?"batin Milli yang merasa frustrasi, Milli yang hendak akan masuk kerumahnya ia dikejutkan dengan adanya seseorang yang sudah menunggu kehadirannya sejak sedari tadi.
"Mami? Ini beneran Mami? Mami sudah pulang?"
"Iya sayang mami sudah pulang Mami rasa Mami sangat kangen sama kamu Mamanya setiap malam mami tidak bisa tidur hanya memikirkan keadaan kamu. Kamu baik-baik saja kan sayang tidak ada masalah yang terjadi kan?"
"Sayang kenapa? Apa yang membuatmu melamun ada apa sayang kamu gak lagi ada masalah kan?"tanya Maminya.
"Mami sudah kembali apa mungkin ini saatnya aku beritahu Mami siapa kak Putri sebenarnya?"batin Milli yang akhirnya ia pun memberanikan diri untuk angkat bicara.
"Berhubung Mami sudah kembali lagi ke Jakarta ada hal yang sangat penting yang ingin Milli katakan pada Mami!"
__ADS_1
"Hal penting yang ingin Milli katakan pada Mami apa sayang? Apa yang ingin kamu katakan ayo katakanlah?"
"Ini menyangkut soal kembaran Milli yang bernama Milla. Milli sudah tahu siapa kembaran Milli Mi!"
"Tidak mungkin katakan pada Mami kamu gak sungguh-sungguh ingin mengatakan hal ini kan sayang? Milla sudah lama tidak kita temukan jadi mana mungkin dengan mudahnya kamu bicara seperti ini apa kamu lagi sakit makanya kamu jadi ngelantur seperti ini ngomongnya?"
"Tidak Ma Milli tidak pernah ngelantur mau pun bercanda dalam masalah ini. Milli sungguh-sungguh sudah tahu siapa kembaran Milli, dia adalah seseorang yang Mami kenal? Seseorang yang sudah Mami kenal sudah seperti keluarga kita sendiri Ma apa Mami bisa tebak siapa seseorang itu? Kak Putri ... Dialah orangnya Ma dialah saudara kandungku sekaligus Putri kandung Mami yang sudah lama menghilang?"
"Tidak itu tidak mungkin katakan pada Mami itu semua tidak benar sayang katakan pada Mami jika apa yang sudah kamu katakan barusan hanyalah mimpi dari Mami katakan pada Mami?"
"Tidak Mi semuanya benar-benar nyata dialah orang yang selama kita cari dialah orangnya Mi?"
"Tolong antarkan Mami ke Rumah Putri Mami ingin menemuinya Mami ingin menemuinya sekarang sayang."
"Apa Mami serius?"
"Iya Mami serius!"
__ADS_1
BERSAMBUNG.