
"Gibran kenapa kamu menarik-narik Milli dengan kasar kenapa?"
"Mendingan Nyonya sekarang tanya sama Milli apa yang barusan ia perbuat. Tadi disaat saya sedang berjalan menuju ke arah Nyonya, seseorang datang dan membungkam-ku apa Nyonya tahu siapa seseorang itu? Seseorang itu yang tak lain adalah Milli dia orang yang sudah membuat saya telat tadi?"
"Milli apa benar yang dikatakan Gibran tadi? Kamu benar-benar menculiknya tapi kenapa dan apa alasan kamu melakukannya apa semua ini ada hubungannya dengan Revan yang bertemu dengan ku tadi?"
"Tuan Revan datang ke pesta tadi?"
"Iya tanpa aku duga Revan juga hadir dalam peresmian itu. Milli kamu sudah tau kalau Pria yang bersama ku tadi malam itu Revan, tapi kenapa kamu malah membiarkannya? Gibran mengatakan jika kamulah orang yang sudah menculiknya dipesta itu kenapa? Kenapa kamu melakukan semua ini sayang apa kamu ingin membiarkan kakak mu ini terjatuh kedalam penderitaan yang lebih besar lagi?"
"Maaf Kak mungkin apa yang aku lakukan sudah sangat membuat kakak kecewa tapi apa kakak sadar alasan terbesar ku kenapa aku melakukan semua ini? Apa kakak tahu apa yang membuatku merencanakan semua ini termasuk menyatukan dalam satu acara pesta dansa itu?"
"Kamu gak perlu memperbelit keadaan. Aku tahu kamu sengaja melakukan semua ini karena kamu diancam olehnya kan? Kamu melakukan semua ini karena kamu dihasut oleh Revan untuk memberikan dia peluang supaya ia bisa menyakiti Kakak kamu lagi kan?"
"Aku tidak tahu harus mengatakan darimana, tapi yang jelas kalian salah jika menganggap Revan sejahat sebejat yang kalian kira. Kalian salah menganggap jika Revan Pria bajingan yang bisanya hanya mempermainkan hati seorang Wanita dengan mudahnya. Apa kalian ingin tahu alasan pertama kenapa aku bisa melakukan semua ini? Revan. Mungkin saranku kakak harus memaafkannya karena kondisi yang Revan alami saat ini sangatlah berbeda dengan apa yang kalian lihat sebenarnya. Revan ... Revan mengindap kanker otak dan sekarang penyakit itu sudah masuk ke stadium 2
Tak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Milli. Wajah Putri terlihat bingung ingin mengatakan apa, disisi lain ia menunjukkan tawanya tapi tawanya bukan bermaksud ingin meledeknya tapi tawa itu tertuju akan apa yang ia dengar sama sekali tidak ia percayai.
"Kamu kenapa bisa berkata seperti itu apa sampai segitunya Revan menjadi seorang bajingan sampai-sampai ia membuat kebohongan sampai sejauh ini, sampai-sampai berpura-pura jika ia sudah sekarat dengan penyakitnya ini? Obat apa yang dia kasihkan ke kamu sampai-sampai kamu dengan mudahnya mempercayai semua perkataannya obat apa yang ia berikan katakan pada kakak?"
"Aku tahu kak Putri mungkin sangatlah susah untuk mempercayai semua ini, tapi inilah faktanya. Kak Revan sungguh-sungguh mengidap penyakit ini baiklah jika kak Putri tidak mempercayainya kakak boleh tanya langsung kepadanya tapi jika kakak tanya pun hasilnya percuma karena dia tidak akan pernah berkata jujur pada kak Putri. Kamar nomor 5 di sanalah tempat Revan selama ini ia tinggal, ia sengaja menetap di Korea karena ia ingin berobat bahkan ia tidak memberitahu siapa-siapa soal ini karena ia sadar keluarganya tidak akan memperdulikannya jadi itulah alasan kenapa aku membantunya kak, ini alasannya?"
__ADS_1
"Tidak aku tidak akan pernah mau mempercayainya aku tidak akan pernah. Selama ini dia sudah berbaik hati padaku tapi apa yang ia lakukan lagi-lagi ia menyakitiku kan ia sengaja melibatkan kamu karena dia ingin kamu menjadi bahan akan rencananya ini jadi sudahlah aku tidak mau membahasnya lagi aku minta kamu berhenti membicarakan soal dia karena aku sudah tidak ingin memperdulikannya aku sudah tidak ingin membahasnya lagi jadi berhentilah!"
"Baiklah jika kak Putri tidak mau membahasnya aku tidak ingin memaksa kak Putri untuk memaafkannya. Kanker otak yang ia derita sudah cukup parah, bahkan kata dokter kemungkinan tipis baginya untuk bertahan hidup. Dan yang lebih parah kemungkinan besar dia bakal buta jadi terserah kakak jika Kakak gak akan memaafkannya Milli harus pergi!"
Selangkah Milli akan pergi, tapi Putri melarangnya.
"Kamu mau kemana apa setelah aku tau kamu diperbudak Revan aku akan mengijinkan kamu untuk menemuinya lagi? Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi, Mama memberikan aku tugas untuk menjagamu jadi bagaimana bisa kamu asal pergi tanpa seijin ku aku tidak akan membiarkannya jadi masuklah ke-kamar!"
"Tapi Kak?"
"Milli jangan bikin kakak tambah semakin marah kakak mohon!"
"Baiklah!" Balas Milli yang tanpa berkata ia langsung masuk kedalam kamarnya.
"Maaf Nyonya baik-baik saja?"tanya Gibran lalu lamunan Putri tersadar.
"Iya aku baik-baik saja kok hanya saja ada masalah yang sedikit menganggu ada apa?"
"Gini Nyonya tadi saya baru saja mendapatkan laporan kalau PT. Gentabuana Record ingin mengadakan pertemuan dengan Nyonya apa nyonya siang ini ada acara penting?"
"Kebetulan hari ini saya tidak ada acara apa-apa,tapi kali ini beneran orang lain kan tidak ada sangkut pautnya dengan Pria bernama Revan itu?"
__ADS_1
"Nyonya tenang saja kali ini rekan bisnis Nyonya sungguh-sungguh orang asing, bahkan Pria ini asli Indonesia yang sama memiliki cabang di Seoul seperti milik Nyonya, jadi pastinya dia juga pandai bahasa Indonesia jadi nyonya gak perlu khawatir. Dan soal Revan nyonya tenang saja ini tidak ada sangkut pautnya dengannya jadi nyonya tenanglah
"Kapan acara pertemuan itu?"tanyanya.
"Beliau meminta bertemu siang ini, jika Nyonya bersedia dia sudah mengatur tempat yang nanti lokasinya akan di share ke saya,"timpalnya.
"Baiklah saya menyetujuinya saya juga tidak keberatan untuk menemuinya hari ini, semoga saja dengan pertemuan kita kedua Perusahaan ini bisa berkembang lebih baik lagi,"timpal Putri.
"Baik Nyonya jika Nyonya sudah sepakat ya sudah saya permisi!"izinnya.
"Silahkan!"balas Putri.
Tiba disalah satu Restoran, pandangan Putri yang terlihat melirik kesana kemari. Lalu ia melihat seorang laki-laki yang duduk sendiri dimeja nomor 10, Putri yang tanpa mau menunggu lagi ia segera menghampirinya.
"Apa dengan saudari Tuan Bimo permana? Pemegang perusahaan PT.Gentabuana Record?"tanya Putri kemudian seseorang itu menoleh
"Iya, itu beneran saya. Apa anda seseorang yang bernama Putri Varelina Alexandra pemilik sekaligus pemegang aset Perusahaan PT. Permata Record?"tanya balik Putri.
"Iya dengan saya sendiri, ya sudah nyonya silahkan duduklah!"perintah seseorang tersebut.
"Baiklah,"balas Putri lalu ia duduk pada kursi persediannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.