JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
AKANKAH MEREKA KEMBALI BERSATU 1


__ADS_3

Keluar dari dalam ruangan Revan dan meninggalkan Putri didalam sana. Milli menunjukkan ekpresi sedihnya ketika melihat suasana ini, setiba Milli diluar ruangan ia sudah disambut oleh Gibran yang sedari tadi menunggunya.


"Kamu kenapa masih ada disini sejak kapan kamu disini?"


"Ayo ikut aku!"


"Kamu mau bawa aku kemana?"tanya Milli tapi Gibran tidak menghiraukannya, ia terus saja mengandeng Milli untuk ia ajak pergi ke-suatu tempat.


Memasukkan Milli didalam mobilnya dan menguncinya dari dalam, Gibran menatap tajam kearah Milli seakan-akan menunjukkan rasa kekecewaannya pada Milli.


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu terdiam dan menatap dengan tatapan tajam seperti itu?"tanya Milli dengan pandangannya yang ia alihkan kearah lain.


"Apa yang barusan kamu katakan tadi, kamu berkata ingin menjodohkan aku dengan Kakak mu apa kamu serius dengan ucapan kamu itu? Apa begitu mudahnya kamu menjodohkan seseorang yang sama sekali tidak sama-sama saling mencintai? Apa dalam hati kamu tidak terselip perasaan untuk ku apa kamu sungguh-sungguh tidak mencintaiku makanya kamu asal bicara seperti tadi?"


"Sekarang aku tanya sama kamu apa maksud kamu mempermainkan semua ini? Dari awal kamu pernah bilang sendiri dihadapan Revan dan juga Kak Putri kalau kamu itu sangat mencintainya bahkan kamu sendiri yang bilang kalau kamu tidak akan membiarkan seseorang lain lagi untuk menyakiti Kak Putri tapi kenapa sekarang pertanyaan kamu seperti itu apa kamu tidak ingin bertanggung jawab atas perkataan kamu sendiri?"


"Bagaimana mungkin aku akan bertanggung jawab sama perkataan aku sendiri jika pada aslinya seseorang yang aku cinta itu kamu! Kamu Wanita yang sangat aku cintai apa kamu gak sadar tentang isi hati kamu sendiri apa kamu gak sadar?"


"Sudahlah Gibran aku tidak percaya lagi dengan semua perkataan kamu. Kamu sendiri yang bilang padanya kalau kamu sangat mencintainya jadi mana mungkin aku akan percaya begitu mudahnya. Ingat sekarang banyak seorang penipu yang hanya mengandalkan perkataan manis sedangkan kamu? Selama ini kamu tidak menunjukkan sikap manis padaku kamu selalu berkata manis pada Kak Putri jadi mana mungkin aku bisa percaya aku tidak percaya dengan semuanya aku tidak percaya.

__ADS_1


"Jadi kamu tidak percaya kalau aku mencintaimu? Apa kamu perlu bukti untuk menunjukkan rasa cinta ini?"tanya Gibran.


"Iya aku memang perlu bukti jika kamu memang sungguhan mencintaiku?"


"Baiklah jika kamu ingin aku membuktikannya coba tatap mata aku ayo tatap!"


"Apa maksud kamu menyuruhku untuk menatap mata kamu tidak! Aku tidak mau!"


Memandang Milli dari jarak yang sangat dekat, Milli yang merasa takut ia hanya bisa menghindari akan tatapan itu


"Apa yang lakukan?" tanya Milli yang merasa sedikit marah, akan tetapi melihat Gibran yang menatap dirinya dengan tatapan serius Milli dibuat takut lantaran Gibran yang semakin menatap dirinya. Sekaligus perlahan lahan Gibran semakin mendekatkan wajahnya ke arah Milli yang seketika membuatnya tambah semakin bingung.


Melihat Wanita dihadapannya bingung dengan menunjukkan tatapan sinisnya, tanpa berkata lagi Gibran langsung menci*m bibir Milli secara bringas.


Tersadar dengan apa yang dilakukan laki-laki ini sekarang, tubuh Milli rasanya seperti terikat bahkan mulutnya gak mampu untuk dia ucapkan satu kalimat pun lagi. Bahkan untuk memberontak rasanya ia tak sanggup.


Berusahalah ia ingin melepaskan dua bibir manis yang sama-sama bermain. Gibran malah semakin menjadi dan terus ******* bibir terseksi tersebut hinga hampir tak terlihat.


Menyadari jika bibirnya secara terus-menerus di lahab oleh Gibran tanpa henti. Milli dengan kasar ia langsung mendorong tubuh Gibran agar memperhentikan nafsunya, tapi semakin Milli mencoba memberontak Gibran malah semakin mempererat pelukannya seakan-akan tidak ingin melepaskan masa ini.

__ADS_1


Lantaran terbawa akan suasana, seseorang yang tanpa sengaja datang tepat dihadapan mobil yang mereka tumpangi. Pandangan mengejutkan akhirnya telah ia lihat, mengeluarkan ponsel lalu merekam video tanpa seijin mereka telah berhasil masuk pada rekaman videonya.


Hampir 10 menit mereka bercumbu didalam mobil, kesadaran mereka akhirnya kembali tersadar setelah suara dering ponsel dari perekam video yang tiba-tiba berdering dengan sangat kencang.


Gibran mau pun Milli yang tersadar jika dirinya telah direkam secara diam-diam, wajah terkejut mereka membuat perekam video akhirnya berlari sekencang mungkin menghindar dari kejaran Gibran mau pun Milli yang spontan turun dari mobil.


"Sial apa yang barusan ia lakukan apa dia merekam tindakan kita?"cemas Milli yang terlihat frustasi.


"Orangnya sudah kabur jadi sudahlah biar kan saya,"ucap Gibran dengan entengnya.


"Apa kamu bilang tadi biarkan saja? Apa kamu gak sadar akibat tindakan kamu itu tindakan kita bisa viral jika video itu sampai disebarkan kamu paham gak sih!"


"Astaga lagian siapa juga yang bakal ngeviralkan video itu, belum viral pun kayaknya gak bakal ada yang lihat tuh video jadi santai aja tapi ngomong-ngomong kayaknya kamu juga terbawa akan suasana tadi kan?"ledek Gibran nampak malu-malu dan hanya bisa tersenyum.


"Sudahlah aku malas aku ingin pergi!"balasnya yang langsung meninggalkan Gibran.


"Ternyata benar jika seseorang yang lagi jatuh cinta sangat sulit untuk mengendalikan nafsunya, lagian ini bibir kenapa bisa asal nyosor aja sih,"gumam Gibran yang menepuk bibirnya sendiri berlalu ia pergi masuk kedalam ruangan tadi.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2