JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MISI APA LAGI


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu yang lama mereka akhirnya telah tiba di bandara. Jam pemberangkatan yang tingal menghitung menit membuat air mata kesedihan Milli tak henti-hentinya mengalir.


"Kakak harus janji kakak akan kabari aku kalau kakak sudah disana. Dan ingat sesibuk apapun Kak Putri harus menghubungiku apa kakak paham!"


"Iya sayang kakak akan selalu menghubungimu dan memberikan kamu kabar jadi tenang-lah kakak tidak akan lupa akan siapa kamu jadi sudahlah jangan nangis terus jelek tahu hapus air mata kamu sekarang," pintanya dengan mengusap air mata Milli.


"Dan kamu? Kamu jangan senyum dulu biar pun aku tidak bisa siaga 24 jam menjaga kakak ku, aku akan tetap memberimu pelajaran jika aku Kak Putri sampai tahu kamu melukainya apa kamu paham!"gertak Milli tapi Gibran tidak menghiraukannya.


"Aku bicara denganmu apa kamu tidak dengar?"bentaknya dengan kesal.


"Iya ... Iya bawel aku akan menjaganya dengan baik apa kamu paham!"gertak balik Gibran yang ikut merasa kesal.


"Sudah-sudah kalian ini ribut mulu sudahlah, ayo Gibran kita naik sekarang jam pemberangkatan sudah dikumandangkan," ucap Putri.


"Baiklah Nyonya biar aku yang membawa koper Nyonya," ucap Gibran yang terlebih dulu ia melangkahkan kakinya ke-depan.


Sedangkan Milli yang terlihat masih menggenggam erat tangan Putri, Milli tidak mau melepaskannya sampai-sampai Putri yang merasa tidak tega untuk melihat Adik kesayangannya terus menerus berlinang air mata.


"Sudah ya kamu jangan nangis lagi, kalau kamu nangis gimana kakak bakal bisa pergi?"


"Katakan sampai berapa lama kakak disana? Apa Kakak akan terus menetap disana tanpa mau pulang lagi?"


"Kemungkinan Kakak agak lama disana. Dan mungkin membutuhkan sekitar beberapa tahunan untuk kakak bisa melupakan semuanya."


"Kakak gak akan mencintainya kan?"


"Siapa yang kamu maksud?"tanya Putri nampak penasaran.


"Iya dia siapa lagi," balas Milli dengan manyunnya.


"Soal cinta atau tidak Kakak belum bisa menentukan. Tugasku pergi kesana hanya untuk menjalankan nama perusahaan kita jadi kamu jangan berfikiran yang tidak-tidak ya sayang?"


"Baiklah cepatlah pergilah," ucap Milli yang langsung melepaskannya genggaman tangannya.


Berusaha tidak inggin terlihat cengeng dihadapan Milli. Dengan berusaha Putri pun menahan air matanya agar tidak terjatuh dan membasahi kedua pipinya. Dan dengan memalingkan wajahnya agar tidak melihat kearah Milli yang mulai menjauhi dirinya.

__ADS_1


Putri yang dengan perjalan menuju kearah masuk, sesekali ia menatap kearah Milli, tapi Milli tidak membalas tatapan yang diberikannya. Hingga Putri yang sudah sampai diujung pintu ia pun mengucapkan kata selama tinggal untuk yang terakhir kalinya yang akhirnya tubuhnya seketika menghilang dari pandangan Milli.


Milli yang akhirnya menatap kearah Putri tapi ia sudah terlambat yang bisa ia pandang hanyalah punggung Putri yang perlahan-lahan mulai hilang dari pandangannya.


Tak jauh berbeda dengan apa yang dirasakan Milli saat ini. Putri yang sudah berada didalam awak pesawat. Dengan kondisi dia yang terduduk dengan mencoba bertahan tabah dan kuat. Nyatanya semua itu yang berhasil untuk dia lakukan. Air mata yang sedari tadi ia tahan akhirnya dengan cepat tetesan air mata itu pun perlahan-lahan menjatuhi dan membahasi dari kedua sudut matanya.


Terkadang kita tidak pernah tahu apa arti cinta yang sesungguhnya, jika awalnya aku sempat terluka dan tidak percaya apa itu cinta , tak berapa lama akhirnya aku pun sadar jika cinta pada dasarnya hanya akan bisa membuat hati kita terluka.


Bahkan bisa dibilang cinta yang ada hanyalah akan menjadi beban perasaan dan kehancuran semata, lantas kenapa aku harus mengenal cinta dan merasakannya?"


Seorang wanita yang melangkahkan kakinya memandang menara namsan yang sangat indah dan sangat sayang untuk dilewatkan.


Memandangi, perlahan-lahan Putri mulai memejamkan kedua matanya, kemudian ia membuka kembali dan merasakan rasa bahagia yang amat sangat bisa ia rasakan saat ini. Bahkan gempuran angin sepoi-sepoi pun mendukung akan situasi Putri saat ini.


Beberapa jam kemudian ia memasuki salah satu ruangan yang tak lain adalah apartemen, berlalu Putri duduk seseorang pria datang kemudian menjulurkan beberapa berkas pada dirinya.


"Nyonya ini berkas-berkas yang nyonya bawa tadi, koper anda saya taruh disini jika anda butuh sesuatu pangil'lah saya, karena saya berada di apartemen depan milik anda ," ucap Gibran yang hanya bisa menundukkan kepalanya.


"Baiklah terima kasih," balasnya dengan tersenyum.


"Tidak ada kamu beristirahatlah kamu juga pastinya capek," timpalnya.


"Baik Nyonya mari saya tingal dulu," ucapnya.


"Baiklah!"


Aku sadar kehidupan manusia memang pada dasarnya sudah diatur yang diatas. Siapa sangka aku yang hanya lulus SMA dan tergolong anak yang terlahir dari keluarga sederhana bahkan hidup dengan Mama tiri sama halnya dengan hidup didalam jeruji besi. Hidup dalam bayang-bayang penderitaan sudah aku alami sejak sedari dulu, tapi aku sangat bersyukur sekarang aku bisa mendapatkan semuanya terima kasih Tuhan terima kasih.


Raut wajah senyumannya yang selalu saja terukir dari bibir manisnya. Merebahkan tubuhnya diatas ranjang, tak lama ponselnya pun berdering, segera mengambil dan memeriksanya Putri akhirnya mengangkat telepon itu setelah tahu jika Mamanya yang menghubunginya.


"Iya Ma ada apa?"


"Sayang kamu sudah sampai disana?"


"Iya Ma Alhamdulillah aku sudah sampai kok. Oh iya untuk perusahaan Mama apa Mama sudah mengumumkan jika akulah yang akan jadi Presdir baru disana?"

__ADS_1


"Untuk mengumumkan Presdir baru di Perusahaan Mama masih belum ada waktu untuk mengumumkannya. Rencana Mama mau adakan komprehensif pers untuk menyambut Presdir baru tapi Mama masih belum ada waktu, jika nanti Mama sudah mengatur tanggalnya Mama akan memberitahumu ya sayang?"


"Baiklah Ma itu tidak masalah, aku juga sebenarnya masih belum yakin apa aku bisa menjalankan Perusahaan ini, tapi Putri akan berusaha semaksimal mungkin buat nama Perusahaan ini kok Ma.


"Mama suka sama semangat kamu sayang, di-dunia ini tidak ada yang tidak bisa kalah kita tidak mencobanya. Dan Mama sangat yakin kalau kamu pasti bisa jadi semangat-lah."


"Iya Ma Putri semangat kok," timpalnya.


"Oh iya berkas-berkas yang Mama suruh bawa kamu sudah mendapatkannya kan?"


"Iya Ma berkas itu sudah ada bersamaku aku tingal memeriksanya nanti, oh iya apa Milli sudah pulang?"


"Adik kamu belum pulang mungkin tidak akan lama dia akan pulang kamu beristirahatlah!"


"Iya Ma Putri sudah capek jadi Putri ingin beristirahat sebentar selamat malam Ma!"


"Selamat malam juga sayang."


"Besok adalah hari pertama aku mulai melakukan semuanya semoga aja tidak ada halangan apapun, tapi alangkah baiknya aku menyelidiki perusahaan itu sebelum mereka tahu kalau aku adalah Presdir baru disana tapi apa ya rencana yang cocok untuk aku jalankan?"


5 MENIT KEMUDIAN


"Maaf Nyonya saya lama ada apa nyonya kenapa nyonya tiba-tiba menghubungiku?"


"Gini Gibran aku ada ide untuk pertama kalinya aku menginjak perusahaan Mama. Aku ingin mengetes seberapa rajin dan giat mereka kerja disana. Apalagi saya tahu Mama memerintahkan sekaligus mempercayakan sahabatnya untuk menjalankan perusahaan itu jadi apa kamu bisa membantuku besok?"


"Apapun permintaan Nyonya saya akan melakukannya Nyonya," balasnya yang hanya menundukkan kepalanya.


"Baiklah hanya itu saja ya sudah kamu lanjutkan istirahat kamu."


"Baik Nyonya permisi!"


"Baiklah!"


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2