
Gimana Dok dengan kondisi Suami saya dia masih hidup kan detak jantungnya masih berdetak jadi dia belum meninggal kan?"
"Suami anda sampai saat ini dia masih hidup, hanya saja ...
"Hanya saja apa Dok cepat kasih tau saya apa yang terjadi?"
"Suami anda mengalami koma, pihak Rumah sakit sudah tidak bisa menanganinya berbagai upaya cara sudah kita lakukan mulai dari kemoterapi sampai berbagai jenis penangangan yang lain tapi kalian lihat semuanya gak ada hasil jadi kami putuskan untuk berhenti kami sudah tidak sanggup."
"Berapa biaya agar Suami saya masih mampu bertahan dari masa Komanya. Mungkin dengan bantuan alat-alat ini saya tidak perduli berapa pun biayanya asalkan ia bisa bertahan biar pun hanya dalam kondisi koma karena aku yakin Tuhan mendengar akan doaku jadi aku putuskan untuk tetap bertahan tanpa menyabut alat-alat ini karena aku sangat yakin dia pasti akan bertahan demi aku, aku sangat yakin!"
"Kemungkinan sangatlah tipis baginya untuk bertahan hidup, apalagi melihat penjalaran yang semakin cepat membuat saya sangatlah yakin jika tidak akan lama Suami anda akan kembali pada sang pencipta jadi sebagai seorang Dokter saya hanya mampu menyemangati anda bersemangat lah, jika anda sudah memutuskannya untuk tetap bertahan dengan alat-alat ini saya bisa apa itu sudah jadi keputusan anda tapi berhasil atau tidak itu kehendak dari Tuhan jadi bersabarlah."
"Tuhan tidak akan pernah tidur, jika Tuhan memang ingin mengambil nyawanya saya yakin Tuhan pasti sudah terlebih dulu mengambilnya dari dulu, saat ini aku sangat yakin jika dia pasti akan bertahan demi aku, aku sangat yakin.
"Saya senang melihat semangat anda, ya sudah saya permisi dulu masih ada tugas yang harus saya selesaikan
"Baik Dok.
Menghampiri seseorang yang terbaring lemas dengan berbagai alat yang tertempel pada tubuh seseorang itu, Putri yang mulai menghampirinya ia menggenggam tangannya mencium pergelangan tangan seseorang itu.
Menggenggam tangan Revan dengan sangat erat, mencium telapak tangannya Putri membelai pucuk rambut Revan berbarengan dengan air matanya yang mulai berjatuhan.
"Aku sadar jika kekayaan yang aku miliki selama ini ternyata tidak sebanding dengan kesepian dan kekecewaan yang aku rasakan saat ini. Untuk apa pula aku mendapatkan semuanya jika apa yang aku butuhkan nyatanya tidak semudah itu untuk aku dapatkan. Dan penyesalan, memang pada dasarnya semua orang akan merasakan apa itu penyesalan dan itulah yang aku rasakan saat ini, jika aku punya kesempatan yang kedua, mungkin aku tidak akan menyia-nyiakan waktu dan kesempatan itu untuk membahagiakannya, tapi aku sadar waktu tidak semudah membalikkan fakta dan keadaan.
"Aku mohon bertahanlah Revan aku mohon. Kamu masih punya tugas untuk menyadarkan Mama kamu bertahanlah aku mohon!"
Dari luar ruangan Milli mau pun Gibran yang hanya mampu menatapnya dengan tatapan kesedihan, keduanya nampak tidak tega melihat Putri mau pun Revan yang sudah dalam keadaan tidak berdaya.
__ADS_1
"Benar yang dikatakan Revan, jika kita tidak bisa dengan gampangnya percaya akan yang namanya tahayul, jika pada waktu itu kita tidak memaksanya untuk meminum ramuan itu mungkin ini semua gak akan terjadi? Mungkin sekarang ia masih bisa tersenyum bahagia bersama dengan Kak Putri kitalah yang membuat kondisinya tambah semakin memburuk kitalah pelakunya kita tidak pantas untuk dimaafkan kita yang salah kita!"ucap Milli dengan berderai air mata dan menyesali semuanya.
"Kenapa kamu berkata seperti itu? Apa kamu jadi menyalahkan diri sendiri setelah hasilnya seperti ini? Apa kamu mau menyerah dengan semua ini?"tanya Gibran mencoba menyemangatinya.
"Tapi itu memang beneran adanya, kondisinya menjadi memburuk seperti ini akibat ramuan itu, Revan beberapa kali meminum ramuan itu karena kebodohan kita, jadi kitalah yang berhak untuk bertanggung jawab. Dan aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri kalau terjadi sesuatu sama dia aku tidak akan pernah memaafkannya,"ucap Milli yang membuat Gibran hanya terdiam, melihat Milli masuk kedalam menghampiri Putri, Gibran hanya mengikutinya.
"Kak Putri baik-baik saja kan?"tanya Milli, beralih Putri menatap kearah Milli yang merangkulnya.
"Milli apa Revan benar-benar akan meninggalkan kita? Apa dia sungguh-sungguh akan kalah melawan penyakitnya ini?"
"Nyonya yang sabar kita saat ini hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Tuan. Dan soal bertahan atau tidaknya kita tidak tau karena hanya tuhan yang tau, tapi jujur aku sangat tidak percaya jika keadaan Tuan jadi separah ini karena ramuan ini, apalagi mengetahui penyakit yang ia derita baru masuk stadium 2 harusnya kondisinya tidak separah ini?"
"Sekarang aku tidak tau dengan cara apa lagi untuk mempertahankannya, jadi mungkin dengan bantuan alat-alat ini kita masih mampu menyelamatkannya biar pun aku sendiri masih kurang yakin apa rencana ini akan berhasil!"
"Oh iya Kak apa keluarga Revan sudah tau soal ini? Misal Mama atau Adiknya bukankah Revan punya Adik kandung bernama Revi kalau tidak salah?"
"Iya Kakak baru sadar melihat keadaan Revan sudah seperti ini kita memang sudah seharusnya memberitahukannya jadi nanti sore kakak akan pulang ke Jakarta untuk menjemput Mamanya, tapi dengan Adik Revan kakak sendiri tidak tau nomornya jadi gimana cara kita memberitahunya sedangkan kakak sendiri kurang yakin apa Mamanya Revan akan percaya dengan semua perkataan kakak ini?"
"Ya sudah kamu cari nomornya sekarang karena tidak ada waktu lagi!"
"Baiklah aku akan mencoba mencarinya atas nama siapa tadi?"
"Revi namanya,"balas Putri.
"Baiklah aku akan mencarinya,"balas Gibran yang kemudian satu persatu ia memeriksa nomor ponselnya.
"Iya aku dapat nomornya aku hubungi dia!"
__ADS_1
"Baiklah cepat hubungi dia biar aku yang ngomong!"
"Baiklah,"ucap Gibran yang mencoba menghubunginya dan tak lama sambungan itu pun tersambung.
📞"Maaf dengan siapa ini? Apa saya kenal dengan anda?"tanya seseorang dari sambungan telfonnya.
📞"Maaf aku Putri apa ini dengan saudari Revi? Adik dari Revan?"tanya Putri.
📞"Kak Revan? Kenapa anda bisa tau nama kakak ku?"tanya baliknya.
📞"Maaf aku mendapatkan nomor kamu dari telefon genggam milik Revan saudara anda, saya sengaja menghubungi anda karena saya ingin anda segera datang ke Seoul lebih tepatnya mendatangi salah satu Rumah sakit Korean Hospality, saya tau anda sekarang sudah ada di korea jadi pastinya anda sudah tau betul kan lokasinya dimana?"
📞"Anda Wanita bernama Putri yang sering Kak Revan bicarakan apa maksud kamu kenapa kamu menyuruhku untuk datang kesana? Ada alasan apa kenapa saya harus kesana?"tanya balik Revi.
📞"Saat ini kondisi saudara kamu cukup memprihatinkan, kakak kamu mengidap kanker otak kondisinya sudah lumayan memburuk bahkan saat ini kakak kamu sudah dinyatakan koma, sebagai saudara kandung kamu pastinya perduli kan dengan kondisi kakak kamu, jika kamu memang sangat sayang kepadanya saya mohon datanglah kesini ini demi kakak kamu aku mohon!"
📞"Maaf, a ...aku tidak bisa datang aku lagi ada urusan mendadak jadi aku tidak bisa menjenguknya aku tidak bisa!"
📞"Jika kamu lebih memilih tidak mau menjenguknya apa kamu ingin menjenguknya disaat dirinya sudah berada di liang jahat? Ingat kesempatan kamu tidak banyak jujur pihak rumah sakit sudah menyerah menangani kondisi yang derita kakak kamu jika kamu memutuskan untuk tidak datang mungkin penyesalan terbesar yang akan kamu dapat, sekarang terserah kamu kamu Mau mengatakan apa tapi yang jelas ini saran aku segeralah kesini ini demi kakak kamu aku mohon?"
📞"Baiklah aku akan kesana tunggu aku,"balas Revi yang langsung memutuskan sambungannya.
"Gimana Kak apa dia mau datang?"
"Iya dia mau datang tapi dari suaranya kenapa aku sedikit tidak yakin kalau dia akan datang?"
"Datang atau tidak itu sudah urusan dia yang jelas kakak sudah memberitahunya jadi kakak gak perlu khawatirkan itu?"balas Milli.
__ADS_1
"Iya Milli kamu memang benar, kita tunggu aja dia akan datang atau tidak,"balasnya.
BERSAMBUNG.