JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
NASEHAT PUTRI


__ADS_3

"Gimana keadaan Wanita itu apa keadaannya baik-baik saja atau mungkin malah sebaliknya. Gimana jika Polisi sampai tahu kalau aku pelakunya? Tidak aku tidak mau dipenjara aku tidak mau semua ini bukanlah kesalahan-ku iya itu salah Wanita itu sendiri karena dia berlari ditengah jalan jadi ini murni bukan salahku bukan salahku.


Belum juga rasa panik yang sedang ditimpa-nya reda, ia dikejutkan dengan suara ketukan pintu ditengah malam seperti ini.


Tingtong..


"I ... itu siapa yang mengetuk pintu Rumah-ku tengah malam gini. Apa jangan-jangan itu hantu dari Wanita yang aku tabrak tadi. Apa jangan-jangan dia beneran meninggal dan sekarang dia gentayangan menghantuiku?" ucapnya dengan diselimuti rasa kepanikan dan buku kuduknya yang seketika menyerangnya.


"Claudya buka pintunya." Seseorang itu yang kemudian mengejutkan dirinya lantaran ia hafal akan suara itu.


"Itu kan suaranya Nina ngapain dia datang kesini?" gumamnya seketika ia menghampirinya dan membukakan pintu dengan segera.


"Nina apa yang kamu lakukan malam-malam gini kenapa kamu malah datang kesini ada apa?"tanya Claudya dan seketika mendapatkan rangkulan dari Nina.


"Claudya, Revan? Dia ...dia ...ternyata sudah pernah menyentuhnya. Bahkan sekarang Putri sudah hamil apa yang harus aku lakukan sekarang, aku sudah gagal menjadi Istri. Dan tidak akan lama Revan pasti akan tambah menyayanginya dan mengabaikan-ku apa yang harus aku lakukan." Suara sesegukan Nina.


"Putri hamil tapi bagaimana mungkin bisa. Aku rasa Nina salah paham mengenai masalah ini karena jelas-jelas mereka tidak pernah bertemu sebelumnya jadi bagaimana mungkin Putri bisa hamil anak kandung Revan?"batin Claudya nampak kebingungan.


"Claudya kenapa kamu malah diam apa kamu tidak mendengarkan ucapan-ku ini?"tanya Nina yang menyadarkan lamunan Claudya.

__ADS_1


"Tidak, bukan gitu aku hanya tidak percaya aja Revan se'bajingan itu ternyata, selama ini aku mengira Tuan Revan itu pribadi yang sangat baik tapi ternyata semua berbeda pada aslinya. Kamu tenang saja Nina aku akan membantu kamu dan aku sarankan kamu jangan sampai menyerah dalam masalah ini, jika kamu lemah dihadapannya maka itu artinya kamu menunjukkan kelemahan kamu sendiri pada mereka jadi kamu harus kuat dan lawan mereka?"


"Aku sudah capek apa mungkin aku melepaskan Revan saja dan membiarkan mereka bersama, belum apa-apa aku udah kalah jadi aku tidak mau hancur lebih parah lagi jadi akan lebih baik aku ceraikan dia saja.


"Nina ingat dan tatap aku. Kalah bukan bearti gagal, kamu hanya kalah melawannya tapi bukan seperti itu cara kamu melepaskan rumah tangga kamu yang selama ini sudah kalian bangun selama hampir lima tahun lebih. Aku sadar dalam hati Revan paling dalam dia masih punya hati yang sangat baik. Dan pastinya dia sangat sayang sama kamu melebihi Putri. Apa kamu sadar selama ini hubungan kalian aman-aman saja biar pun kalian belum memiliki momongan tapi dia sudah sangat sabar masih mau melanjutkan rumah tangga kalian jadi aku mohon jangan menyerahlah aku mohon kamu harus kuat dengan semua ini.


"Iya Claudya apa yang kamu katakan memang benar. Selama ini hubungan kita tetap berjalan biar pun aku tidak memiliki momongan dia masih mau sabar menghadapi ocehan-ku setiap hari. Dan aku sadar bukan Revan yang harus aku benci tapi Putri? Dialah dalang dibalik semua ini, terima kasih Claudya karena kamu telah menyadarkan aku terima kasih.


"Iya sama-sama Nina. Untuk kali ini gimana kalau aku sarankan kamu juga pakai cara licik untuk melawannya?"


"Cara licik maksud kamu?"


"Ya mungkin dengan cara pura-pura hamil aku rasa Revan akan kembali berpaling darimu.


"Nina cinta butuh pengorbanan, sama halnya dengan kamu? Jika kamu sangat mencintainya kamu juga harus berkorban untuknya termasuk mendapatkan amarah darinya nanti apa kamu paham!"


"Iya aku tahu tapi aku sama sekali tidak berani untuk pakai cara ini apa kamu tidak ada cara ide lain lagi?"


"Untuk kali ini aku lagi kehabisan ide, tapi menurutku cara ini cara yang paling ampuh percayalah aku pasti akan membantumu. Bagaimana mana pun caranya aku pasti akan membantumu jadi kamu percaya kan sama aku?"

__ADS_1


"Iya Claudya aku percaya sama kamu, sekali lagi terima kasih ya karena kamu sudah mau menjadikan aku teman yang bisa diajak curhat dan menyelesaikan masalahku terima kasih.


"Iya Nina sama-sama kita sahabat jadi mana mungkin aku akan diam tanpa membantumu. Jadi sudahlah hapus air mata kamu bisa-bisa air mata kamu akan surut jika setiap harinya kamu selalu berlinang air mata ayo usap-lah.


"Iya aku akan mengusapnya," balas Nina nampak tersenyum lega berada pelukan Claudya.


"Nina ...Nina wanita yang sangat bodoh yang dengan mudahnya bisa aku manfaatkan masuk kedalam perangkap-ku sendiri. Iya sekarang aku membantumu tapi ini tidak akan berangsur lama setelah aku berhasil menyingkirkan kalian berdua aku sendirilah yang akan ganti menjadi nyonya dan berganti menjadi pendamping Revan selanjutnya," batin Claudya yang terus tersenyum sembari mengelus-elus rambut Nina dengan lembutnya.


Setelah beberapa hari Putri dirawat di rumah sakit ini. Akhirnya hari ini ia diperbolehkan pulang, sebelum ia pulang ia menyempatkan diri untuk menjenguk Monika yang juga dirawat di-Rumah sakit ini.


"Kamu? Untuk apa kamu datang kesini apa kamu ingin menertawakan-ku karena aku sekarang sudah kehilangan anakku? Ini kan yang kamu inginkan?"bentak Monika ketika pandangannya menatap seorang wanita yang sudah berada didepan pintunya.


"Aku tahu kamu mungkin sangat membenciku. Dan mungkin kedatangan-ku ini hanya akan menyakitimu saja, aku tidak masalah jika kamu mau marah bahkan menuduhku seperti itu karena aku tidak peduli dengan semua itu Mon. Akan tetapi satu hal yang harus kamu tahu aku bukanlah wanita seperti itu. Aku bukanlah Wanita yang tega melihat saudaranya terluka aku bukanlah orang yang seperti itu. Baiklah jika tujuanku hanya akan membuatmu marah dan emosi aku akan pergi, tapi sebelum aku pergi satu pesan yang ingin aku katakan padamu tinggalkan Rafa karena dia bukanlah laki-laki sebaik yang kamu pikirkan selama ini, jika kamu masih mau menerimanya kamu mungkin akan terlihat sangat bodoh dimatanya jadi aku mohon ceraikan dia.


"Siapa kamu? Dan apa hak kamu bisa mengaturku seperti itu, ini hidupku jadi untuk apa aku harus menuruti ucapan kamu itu. Apa kamu pikir aku bodoh, kamu berkata seperti itu karena kamu ingin merebutnya kan dariku?"


"Monika aku sama sekali tidak ada niatan seperti itu. Apa yang aku katakan beneran nyatanya, Rafa bukanlah laki-laki sebaik yang kamu kira!"


"Percuma kamu datang kesini, jika tujuanmu hanya untuk mengolok-olok-ku lebih baik kamu pergi! Ayo pergi!"

__ADS_1


"Baiklah jika kamu tidak mau mendengarkan nasehatku ini aku tidak masalah, tapi melihat sikap kamu yang seperti ini, ini sudah menunjukkan jika kamu wanita yang sangat bodoh jadi terserah jika kamu masih ingin mempertahankan hubungan dengannya aku tidak perduli permisi!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2