JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
SIAPAKAH WANITA ITU


__ADS_3

Merasa salah tingkah, akhirnya mereka pun memutuskan untuk masuk kedalam. Dan bergabung dengan para tamu-tamu yang sudah pada hadir disana.


"Ya udah kamu duduk disini ya?" pinta Revan pada Putri.


"Baiklah!" jawab Putri yang kemudian dia pun duduk disalah satu kursi yang sudah disiapkan buat para tamu.


Mengingat kejadian tadi Putri rasanya ingin sekali tertawa ketika mengingat kejadian tadi.


"Dipikir-pikir lucu ya? Tapi apa yang diomongin Rian memang ada benarnya juga. Revan kan dulunya kurus ... Item," gumamnya sembari menahan tawanya.


"Apa kamu bisa menyembunyikan ekpresi wajah kamu itu? Karena aku tidak mau disangka punya istri tidak waras karena tertawa tanpa ada penyebabnya?" bisik Revan yang juga menggoda Putri.


"Iya..iya..aku tidak akan tertawa lagi!" jawab Putri dengan menunjukkan senyumannya.


"Baiklah itu lebih bagus sekarang!" jawab Revan.


"Revan? Kamu Revan kan?" tanya salah seorang laki-laki yang tak lain dia adalah teman kuliahnya dulu.


"Kamu Arif kan?" jawab Revan dengan terkejut.


"Astaga ini beneran kamu. Gila kamu bener-bener berubah banget Rev, kamu tidak seperti Revan yang dulu?" ujar Arif yang tak lain dia adalah teman Revan semasa dulu.


"Hei gimana kabar kamu, kita sudah lama tidak pernah bertemu?" tanya Revan pada Arif.


"Alhamdulillah aku baik, kamu sendiri gimana?" tanya balik Arif.


"Alhamdulillah aku juga baik!" jawab Revan.


"Terus dia siapa?" tanya Arif sambil menunjuk Putri yang sedang duduk disamping Revan.


"Oo dia ini Putri istriku!" jawab Revan dengan sedikit malu sembari menunjukkan wajah yang bersinar-sinar.


"Gila cantik bener istri kamu, kenalin dong?" tawar Arif pada Revan.


"Udah-udah kalau kamu mau kenalan nanti aja ya, sekarang kita kesana dulu obrolin masalah yang lainnya!" ajak Revan.


"Dasar kamu cemburu ya aku gak boleh kenalan?"


"Udah-udah ayo pergi!" ajak Revan sambil mendorong-dorong tubuh Arif


"Ya udah Put, kamu gak papa kan kalau aku tinggal dulu!.


"Iya gak papa kok!"


"Baiklah gue gak akan lama kok!.


"Iya..iya..pergi sana," perintah Putri.


Sembari menunggu Revan, Putri pun akhirnya mengambil segelas minuman berasa stowberry yang sudah tersedia diatas meja sana. Akan tetapi ada pemandangan yang sangat tidak menyenangkan, ketika para tamu yang hadir disini mereka pada fokus melihat kearah Putri.

__ADS_1


Entah apa yang ada dipikiran mereka semu sehingga mereka bisa memperhatikan Putri dengan sangat serius seperti itu.


Putri yang akhirnya menyadarinya, ia pun mulai canggung sekaligus merasa sangat tidak nyaman.


"Ada apa dengan mereka, kenapa mereka melihatku dengan tatapan penasaran seperti itu? Apa pakaian yang aku kenakan cukup berlebihan, apa mungkin dandananku juga terbilang berlebihan atau gimana?" batin Putri yang merasa sangat tidak nyaman ketika ada seseorang yang memperhatikannya dengan cukup serius seperti ini.


Kemudian ada seseorang Laki-laki yang masih seusianya tiba-tiba menghampirinya.


"Jadi ini wanita yang jadi istrinya Revan. sangat cantik sih tapi sayang kecantikan kamu ternyata telah ternoda oleh kebusukan hati kamu yang ternyata seorang wanita perebut suami orang!" ujar laki-laki tersenyum yang kemudian membuat semua orang yang mendengarnya pun terkejut.


"Apa maksud kamu? Apa urusannya pada anda. Kenapa anda bisa mengatakan hal seperti itu padaku?" tanya Putri yang berusaha untuk melindungi dirinya sendiri.


"Udahlah kamu gak perlu membela diri seperti ini.Apa kamu tahu kamu ini kucing yang bermuka singa. dibalik sifat mu yang terlihat baik hati dan polos ternyata diam-diam kamu menikah dengan seorang pengusaha kaya yang dimana pengusaha itu sudah memiliki seorang istri. Bahkan yang lebih parahnya kamu mau menikahi Revan yang dimana Revan sendiri masih punya Istri yang tak kalah cantik juga jadi apa lagi yang ingin kamu bela sekarang tidak ada kan?"


Sebagai seorang Wanita, kenapa kamu tega melakukan semua itu pada istri pertamanya. Dan pelet apa yang kamu kasih kepada Revan sampai-sampai dia takluk kepadamu dan akhirnya berhasil masuk dalam jebakan kamu seperti ini. Apalagi setelah meninggalnya Istri pertamanya kamu terlihat puas dengan semuanya, sedangkan Revan apa dia terlihat sedih tidak kan?"


Dan Pakaian yang kamu pakai ini kayaknya hasil dari air mata palsu kamu kan?"


"Cukup!"


"Apa anda sudah cukup mempermalukan saya didepan mereka semua. Dan siapa anda,kenapa anda bisa berkata seperti itu? Jika aku memang hanya sekedar istri kedua apa itu masalah? Apa alasan anda mempermalukan saya seperti itu? Apa permasalahan saya kepada anda, sampai-sampai anda mengatakan hal yang sama sekali tidak benar aku tahu aku memang sudah menjadi istri kedua dari Revan tapi soal pelet aku sama sekali tidak melakukannya apa anda paham!"bentak Putri yang akhirnya tak bisa tinggal diam jika nama baiknya tercemar seperti ini.


"Dasar percuma aja cantik jika hatinya sebusuk itu ya?" ujar Seorang Wanita yang juga salah satu tamu disini.


"Iya kasihan sekali ya istri pertamanya Tuan Revan, harus tersingkir akibat ulah dari wanita licik ini. Apalagi kematiannya yang sangat malang pasti dia dalang dibalik semua ini?"timpal Wanita yang satunya lagi.


Aku bener-bener tidak tahu siapa laki-laki yang ada dihadapanku saat ini. Karena dengan gampangnya dia mengatakan sesuatu yang membuat orang-orang pada mempercayai dengan apa yang dikatakan oleh Pria ini. Gak ada satupun orang yang membelaku, karena mereka semua sudah berperisangka buruk kepadaku.


Bahkan akibat perkataan yang diucapkan oleh laki-laki ini harga diriku seketika hancur.


Gak ada yang bisa dilakukan oleh Putri terkecuali dia hanya bisa menangis.


"Kenapa kamu malah jadi menangis, apa kamu malu karena kelakuan kamu sudah terbongkar sekarang?" bentak laki-laki tersebut sambil tertawa.


"Diam!" bentak Revan dari arah belakang yang kemudian membuat laki-laki tersebut terkejut.


"Siapa kamu? Beraninya kamu berkata seperti itu pada Istriku? Apa maksud kamu menghinanya seperti itu. Apa kamu ada masalah dengannya?"


"Revan sudahlah kamu itu pasti terkena pelet olehnya makanya kamu sampai segitunya membelanya. dan mungkin dia meggandung itu sebenarnya juga bukanlah anak kandung kamu, bisa jadi dia ini wanita ****** yang menjual dirinya sendiri demi uang, setelah melihat apa yang terjadi akhirnya dia memanfaatkan kebaikan kamu ini.


Tak terima Wanita yang disebelahnya meneteskan air mata terlalu banyak seperti ini, Revan akhirnya tak memberi ampun lagi pada Laki-laki itu. Yang kemudian dia pun memberi satu pukulan kepada laki-laki tersebut tepat mengenai wajah laki-laki tersebut


"Dasar brengsek Itu akibat karena kamu udah berani membuatnya orang yamg paling aku sayangi meneteskan air mata!"


Tak tahan lagi dengan perkataan yang keluar dari mulut si Pria itu, Putri pun akhirnya langsung pergi berlari meninggalkannya tempat ini. Revan yang melihatnya ia pun langsung mengejarnya.


"Putri!" teriak Revan yang kemudian dia pun berlari menuju keluar ruangan.


"Akhirnya rencana ku berhasil juga membuat dia bisa menangis seperti itu!" ucap seorang Wanita yang tersenyum ketika melihat Putri yang keluar dari luar gedung dengan keadaan menangis. Sedangkan dia berada didalam mobil sembari memperhatikan Putri.

__ADS_1


"Putri tunggu biarkan aku menjelaskan semuanya sama kamu!" ucap Revan yang kemudian menarik tangan Putri yang hendak inggin pergi darinya.


"Aku mohon Rey, biarkan aku sendiri sekarang, aku inggin menenangkan diri terlebih dulu, tolong lepaskan aku!" ujar Putri yang berusaha inggin menghindari kejaran Revan.


"Gak aku gak akan melepaskan kamu, aku tahu hati kamu sekarang pasti hancur setelah mendengar perkataan yang barusan dikatakan oleh laki-laki itu barusan, jadi aku mohon biarkan aku menemani kamu, aku mohon!" ucap Revan dengan sedikit memohon.


"Maafkan aku karena aku, kamu harus mendapatkan hinaan yang akan membuat hati kamu terluka seperti ini, maafkan aku!"


"Yang dia katakan memanglah benar, aku memang tidak pantas untuk kamu? Harusnya yang ada bersama kamu saat ini orang lain bukan aku. Jadi yang dia katakan memanglah benar, aku memang tidak pantas berada ditempat seperti ini, aku tidak pantas," ucapnya dengan berderai air mata.


"Enggak siapa yang berkata seperti itu? Yang dikatakan orang itu sama sekali tidaklah benar, kamu sangat pantas berada disini, jadi aku minta kamu jangan pernah memasukkan kehati apa yang barusan dikatakan olehnya. Karena aku tahu pasti laki-laki itu hanya inggin melukai pelukai perasaan kamu. Jadi aku mohon tolong kamu jangan menangis lagi.


"Tapi yang dia katakan memanglah benar, aku ...."ucap Putri yang tiba -tiba terhenti setelah Revan menyentuh bibir Putri dengan telunjuk jarinya.


"Sudah aku mohon kamu jangan bahas lagi soal itu ya, aku tidak mau membahasnya lagi. apapun yang dikatakan laki-laki itu aku akan mengangap jika semua itu tidaklah benar. Karena menurutku kamu itu sangatlah berbeda bagiku. Dan aku tidak perduli berapa banyak orang berkata seperti itu, tapi aku akan menganggap jika semua itu hanyalah benalu. Jadi mendingan kita lupakan masalah itu dan mendingan sekarang kita balik ya?"


"Baiklah jika itu memang keputusan kamu, terima kasih ya Revan? Karena kamu udah membuat hatiku sekarang sedikit merasa lega, terima kasih," ucap Putri yang kemudian dia pun tersenyum.


"Senyuman itu merasa lebih baik sekarang, karena kamu terlihat sangat cantik ketika tersenyum seperti itu?" pujian Revan yang akhirnya membuat Putri merasa merasa tambah lega.


"Baiklah,"balas Putri yang bisa merasa lega.


Mereka yang hendak inggin pergi meninggalkan tempat ini, Rian pun tiba-tiba datang.


"Revan?"ucap Rian yang menghentikan langkah mereka.


"Rian maaf aku gak bisa berlama-lama disini,"jawab Revan tanpa bertele-tele.


"Aku minta maaf ya Rev, bukan maksud aku membuat kekacauan seperti ini, aku juga tidak akan menyangka jika semua itu akan terjadi ini. Jadi aku bener-bener minta maaf karena udah membuat istri kamu terluka karena menerima hinaan seperti itu dari seseorang itu maafkan aku?"


"Sudahlah semua ini bukan salah kamu juga, aku dan juga Putri pamit pulang ya, karena aku sudah tidak ada semangat untuk merayakan acara ini. Jadi berikan salam ku pada mereka semua. Dan ini aku ada hadiah kecil untuk Rio kasih salam ku padanya aku tidak bisa berlama ya sudah aku pamit pulang ya?"


"Baiklah aku akan memberitahu mereka semua nanti. Dan aku akan memberikan hadiah ini untuknya sekali lagi maaf ya Revan,Putri aku bener-bener tidak pernah ada maksud untuk membuat kalian terluka, maafkan aku?"


"Ya sudah aku pergi dulu?" jawab Revan yang terlihat dari raut wajahnya jika dia sangatlah kecewa dengan Rian. Karena mungkin dia mengira semua ini ada kaitannya dengan Rian.


"Baiklah!" ucap Rian sedikit menyesal.


"Pasti Rian sangatlah kecewa kepadaku akibat apa yang terjadi disini. Dan siapa sebenarnya laki-laki itu? Aku gak boleh tinggal diam seperti ini, aku harus cari sesuatu apa maksud dari perkataan yang dikatakan laki-laki itu, tapi sialnya sebelum aku bertanya langsung kepada orangnya, dia malah berhasil meloloskan diri," gumam Rian sendiri.


"Sudahlah karena tugasku sudah selesei jadi gak ada alasan buatku untuk tetap berada disini, jadi lebih baik aku pergi saja?" ujar Wanita itu yang tak lain adalah Mamanya Revan sendiri yang kemudian dia pun akhirnya pergi meningalkan tempat ini. Tapi ada satu hal yang ia tidak sadari gimana pada saat dirinya yang pergi meninggalkan lokasi ini, Revan tanpa sengaja melihat Mobil itu dan melihat plat yang sama percis.


"Mobil itu seperti Mobil Mama? Tapi untuk apa Mama datang kesini?"batinnya yang merasa penasaran.


"Revan ada apa?"tanya Putri.


"Tidak ada apa-apa kok Put ya sudah ayo kita pulang," ajak Revan yang kemudian ia membukakan pintu mobil untuknya.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2