
Dalam perjalanan Revan yang akan balik pulang ke-rumah pandangannya yang tadinya fokus pada laju kendaraannya.Tanpa Revan sengaja dia tidak sengaja melihat Rafa dan juga Monika yang sedang asyik makan bersama disalah satu Restoran yang tempatnya tak jauh dari lokasi kantor Revan.
Karena merasa penasaran dengan apa yang dilakukan Rico dan juga Nadia disana, bergegas Putri pun menghampiri mereka sebelum Putri membuka Pintu Mobil.
"Rafa ..."Monika apa yang mereka lakukan disana? Akhirnya aku menemukan kamu Rafa jadi bersiaplah menerima dugeman dariku,"ucapnya yang kemudian tanpa memikirkan apa-apa lagi, Revan segera menghampiri mereka dan tak lupa dugeman panas tepat mengenai pipi Rafa setelah Revan yang tiba-tiba memukulnya.
"Revan apa yang kamu lakukan kenapa kamu berani sekali memukul-ku?"
"Revan kamu udah gila bagaimana bisa kamu memukul Suami-ku secara tiba-tiba apa kamu sedang sakit jiwa?"
"Apa? Suami?"tanya Revan dengan wajah terkejutnya.
"Iya dia ini Suami-ku kenapa?"tanya balik Monika.
"Dasar brengsek jadi selama ini kamu duakan Putri? Bukankah dulu kalian ini pacaran bahkan aku sering melihat kamu sering meng-upload foto berdua bersama Putri di IG kamu tapi kenapa kamu malah menikah dengan Wanita ini yang jelas-jelas dia adalah saudara Putri apa kamu sudah gila?"
"Revan aku kasih tahu ya sedari dulu kita memang sudah sama-sama saling mencintai. Bahkan kita lebih terlebih dulu jatuh cinta sebelum Rafa mengenalnya apa perlu aku menjelaskan semuanya padamu?" jelas Monika mencoba melerai perdebatan mereka.
"Dasar brengsek dasar pengecut harusnya aku sadar kalau kamu sedari dulu laki-laki bajingan yang cuma bisa menyakiti hati seorang Wanita. Terus janin yang ada dikandung Putri saat ini apa kamu pelakunya? Apa kamu orang yang sudah menodainya dan brengseknya kamu malah tidak mau mempertanggung jawabkan perbuatan kamu itu apa kamu ingin aku hajar sekarang!"
"Jaga bicara kamu Revan, Suami-ku ini bukanlah laki-laki bajingan seperti yang kamu pikirkan. Putri aja wanita ****** yang sering nongkrong di tempat hiburan dan menjual dirinya sendiri pada Pria hidung belang jadi jangan kamu menuduh Rafa seperti yang kamu tuduhkan karena Rafa bukanlah Pria seperti itu apa kamu mengerti?"
"Jaga bicara kamu aku lebih kenal Putri seperti apa dia orangnya. Dan ingat jika sampai benar kamu Ayah dari anak yang dikandung Putri saat ini maka bersiaplah aku sendiri yang akan menghabisi-mu dengan tangan-ku sendiri ingat ucapan-ku.
"Hey kalian kalau mau berantem jangan disini diluar saja cepat pergi," teriak salah satu pengunjung.
__ADS_1
"Maaf kalau saya sudah bikin kalian tidak nyaman aku akan pergi. Dan kamu? Ingat baik-baik ucapan-ku itu!" tegas Revan yang akhirnya beranjak pergi dari tempat ini. Sedangkan Monika yang melihat Rafa babak belur ia pun menghampirinya.
"Rafa kamu gak apa-apa kan ? Kamu gak terluka cukup parah kan? Revan memang sudah sangat gila sampai seperti itu dia terobsesi sama si Putri makanya dia selancang itu menuduh-mu seperti tadi."
"Tapi kamu percaya kan kalau bukan aku pelakunya?"tanya Rafa.
"Iya sayang ku percaya kok sama kamu jadi kamu jangan cemaskan soal itu," ucap Monika lagi.
"Terima kasih ya sayang kamu sudah mau membela dan percaya kalau bukan aku pelakunya terima kasih," balas Rafa yang akhirnya ia pun memeluk Monika.
"Iya sama-sama sayang.
"Syukurlah kalau Monika percaya kalau bukan aku pelakunya. Ingat selain Putri hanya aku yang tahu jika memang akulah pelakunya dan anak yang ia kandung memang benar itu anakku, tapi aku tidak mau Monika akan tahu yang sebenarnya mengenai rahasia besar ini. Jika Putri sampai berani memberikan bukti yang kuat jika aku pelakunya maka lihat saja nanti aku tak sendirilah yang akan mengugurkan janin itu dengan tangan-ku sendiri," batin Rafa dengan menggenggam tangannya sendiri.
"Dimana Putri sekarang?"tanya balik Revan dengan raut wajahnya yang memerah.
"Aku disini Revan ada apa?"timpal Putri yang tiba-tiba muncul dari sampingnya.
"Ayo kamu ikut aku sekarang!" ajak Revan yang langsung mengandeng tangan Putri.
"Ikut! Ikut kemana?"tanya Putri mencoba menahannya.
"Sudah jangan membantah ayo cepat ikut aku," bentak Revan yang seketika langsung membawa Putri pergi dari kediaman ini.
"Revan tunggu kamu mau membawa-ku kemana? Ini udah malam aku tidak mau!"
__ADS_1
"Sudahlah nanti kamu juga akan tahu. Dan jangan mencoba membantah karena aku tidak suka dibantah apa kamu mengerti?" tegas Revan yang langsung memasukkan Putri kedalam mobilnya, berlalu ia ikut masuk kedalam mobilnya tersebut.
"Ada apa dengan Revan sebenarnya kenapa dia terlihat sangat marah seperti ini. Apa telah terjadi sesuatu Yanga akhirnya membuat amarahnya memuncak seperti ini tapi masalah apa?" batin Putri yang terlihat cukup cemas, sesekali ia menatap Revan tapi pandangan Revan tak henti-hentinya menatap kearah depan dan fokus pada laju kendaraannya.
"Revan keliatannya sangat marah ada apa dengan mereka? Dan perbuatan apa yang barusan dilakukan Putri sampai Revan terlihat semarah ini Ma?"tanya Nina.
"Sayang kayaknya bakalan ada seseorang yang bakal kena amarah besar, coba kamu lihat Revan terlihat sangat marah pada gadis itu, bahkan ini pertama kalinya Revan ia bisa semarah ini apa mungkin dia akan memarahi Putri habis-habisan lantaran Putri melanggar sesuatu atau mungkin sifat buruk si Putri akhirnya diketahui oleh Revan sendiri?"
"Entahlah Ma Nina juga tidak tahu. Kita tunggu aja nanti, yang pasti Nina berharap Putri bakal kena amarah yang sangat besar. Bahkan kalau perlu Nina ingin Revan menghukumnya dengan cara kasar agar wanita bernama Putri itu sadar dengan siapa ia berhadapan saat ini," timpal Nina yang ikut tersenyum membalas senyuman Mama mertuanya.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰😊
BERIKUT BLURBNYA
Aldrich Marchdika yang meninggal karena konspirasi paman dan sahabatnya, akhirnya terlahir kembali dalam tubuh seorang pria tampan bernama Kendra Argantara yang berstatus sebagai mahasiswa abadi jurusan Tehnik Arsitektur di sebuah Universitas Negeri ternama di negeri ini, sekaligus sebagai pewaris tunggal Perusahaan besar Argantara Group. Namun, dia harus meninggal dunia akibat konspirasi dari tunangan dan sepupunya sendiri yang menginginkan harta warisan milik Kendra.
Bagaimana seorang Aldrich yang kini menjadi sosok Kendra mengungkapkan kematian si pemilik tubuh?
Bagaimana pula dia mengatakan pada Allana kalau sebenarnya dia adalah suaminya, sedangkan pertemuan pertama Kendra dan Allana memberikan kesan yang buruk untuk istrinya?
BERSAMBUNG.
__ADS_1