JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MULAI SADAR DENGAN KESALAHANNYA


__ADS_3

Jika Revi sudah tau kalau kakaknya dalam kondisi memprihatikan, tak jauh berbeda dengan Putri yang sekarang ini sudah sampai di Jakarta dan mendatangi salah satu kediaman yang terbilang cukup ramai.


Melihat keramaian yang terdapat pada salah satu ruangan, Putri segera masuk dan membuyarkannya.


Kamu? Apa yang kamu lakukan kenapa kamu tiba-tiba bisa ada disini siapa yang menyuruhmu untuk masuk, keluar!"


"Maaf aku tidak ada waktu lagi untuk berdebat sama Mama, sekarang aku ingin Mama ikut aku karena ada hal yang sangat penting yang harus Mama ketahui ayo!"


"Hey kamu punya hak apa bisa memaksa saya seperti itu? Kamu itu sudahlah cerai dengan Revan jadi apa lagi yang kamu inginkan apa kamu ingin menculik-ku?"


"Pertama asal Mama tau aku dan juga Revan secara diam-diam sudah rujuk. Dan cincin ini sekarang Mama tau kan apa artinya? Sudah Putri tidak ada waktu ayo ikut aku?"ajak Putri yang langsung menariknya tapi Mertuanya langsung menepis tangan Milli.


"Hey apa kamu bilang apa maksud kamu bilang kalau kalian sudah rujuk apa ada saksi yang melihat kalian rujuk? Revan sekarang ini tingal di Korea jadi mana mungkin ia bisa rujuk denganmu itu tidaklah mungkin!"


"Mungkin saat ini Mama tidak percaya kalau kita memang sudah rujuk lagi, tapi terima kenyataan lah karena itu memang sudah terjadi dan aku? Kita sungguh-sungguh memang sudah melakukan akad nikah rujuk lagi. Sekarang kita sudah tidak ada waktu ayo kita pergi apa sesusah ini mengajak Mama untuk pergi jangan buat diriku tambah marah dan bertindak lebih kasar dari ini apa Mama paham!"bentaknya yang seketika Mertuanya terdiam.


"Kamu? Bisa-bisanya membantah seperti ini sama aku. Kamu sadar dulu kamu pernah membentak ku kamu masih ingat kan apa yang terjadi selanjutnya pernikahan kalian hancur kan sekarang?"


"Baiklah kayaknya memang harus aku sendiri yang mengasih tau Mama soal kondisi Revan sekarang, dengan cara bujukan rasanya itu sudah tidak akan mampu membuat Mama nurut dan dengan mudah ikut denganku di seoul sekarang apa Mama tau alasan kenapa Putri bersikeras mengajak Mama untuk pergi apa Mama tau apa alasan terbesarnya?"


"Apa maksud kamu?"


"Revan mengidap kanker otak, dan sekarang kondisinya sudah sangat parah bahkan saat ini dirinya sudah dinyatakan koma karena pihak kedokteran sudah angkat tangan dengan kondisi yang ia alami. Apa sekarang Mama percaya padaku atau Mama ingin memberontak dan sama sekali tidak mempercayaiku? Ingat jika Mama tidak mau percaya lagi denganku itu tidaklah penting bagiku karena tujuan ku hanya memberitahu Mama dan mencoba memberitahu kondisi Revan saat ini, jika Mama masih bersikeras membangkang mungkin Mama akan mengalami penyesalan yang begitu berat akibat kehilangan Revan. Aku tidak tau apa Revan masih bisa disembuhkan tapi setidaknya dengan memberitahu Mama tugasku sudahlah tercapai dan terserah Mama mau ikut aku atau tidak ke seoul karena itu juga Mama sendiri yang akan mengalami penyesalannya, Putri harus pergi permisi!"


Selangkah Putri berniat pergi dari pandangan mertuanya. Mertuanya yang sedari nampak linglung,terdiam dan tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan Putri, ia langsung menghampirinya dan menggenggam tangan Putri menghalangi niatnya untuk jangan pergi.


"Kamu serius dengan ucapan kamu tadi? Re ... Revan beneran sakit parah dimana dia sekarang dimana dia cepat kasih tau aku dimana dia?"


"Revan saat ini ada di Rumah sakit Seoul, jika Mama sungguh-sungguh ingin menemuinya aku akan mengantar Mama kesana."

__ADS_1


Tanpa berkata sepatah kata lagi, raut wajah Mertuanya yang nampak dipenuhi rasa penyesalannya ia hanya mengikuti langkah Putri dihadapannya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama akhirnya mereka telah sampai ditempat dimana Revan dirawat.


Terbaring lemah diatas brangkar Rumah sakit, tubuhnya yang dipenuhi banyaknya selang yang tertempel pada sekujur dadanya seketika membuat Mamanya yang tidak tau apa hanya terdiam bagaikan tersambar petir disiang bolong.


Dirinya yang sama sekali tidak tau apa-apa hanya dibuat tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini.


"Revan ... Ini tidak mungkin ini tidak mungkin kamu kan sayang kamu gak mungkin sakit parah seperti yang ayah kamu rasakan dulu kan? Revan bangunlah ini Mama ... Ini Mama kamu gak ingin menemui Mama kamu gak ingin memeluk Mama Revan?"ucapnya dengan tangisannya yang tidak bisa ia hentikan.


"Revan mengidap penyakit kanker otak yang sama percis seperti yang dialami oleh almarhum Papanya. Gejalanya sama percis tidak ada yang berubah sedikit pun. Sekarang Mama sudah lihat seperti apa kondisi Revan apa Mama tidak ingin berubah memenuhi permintaan Revan untuk yang terakhir kalinya? Pastinya sebelum Revan penyakitnya parah seperti ini dia sempat meminta sesuatu sama Mama entah itu apa yang ia minta, tapi Mama pasti masih ingat kan apa permintaan Revan?"


"Revan meminta aku untuk tidak lagi bergabung dengan geng sosialita, ia ingin aku hidup layaknya orang-orang seumuran ku yang tidak boros dengan uang. Bodohnya aku karena aku baru menyadari jika kondisinya seperti ini sekarang maafkan Mama Revan maafkan Mama!"


Ucapnya diselimuti derai air mata, Putri yang melihat ia memberikan rangkulannya untuk memeluk Mertuaku kesekian kalinya.


"Siapa!"


"Masuklah!"ucap Putri yang perlahan-lahan orang-orang yang ia maksud akhirnya keluar.


Seseorang Wanita datang dari luar, berjalan perlahan-lahan ia menghampirinya dua Wanita yang sudah menyambutnya dari dalam sana.


Akan tetapi nampak raut wajah dari Wanita sedikit tua nampak tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini, membungkam mulutnya, air matanya seketika mengalir dengan sangat deras.


Dirinya yang tak tahan ia langsung menarik dan memeluk Seseorang itu dengan eratnya.


"Revi maafkan Mama! Maafkan Mama!"ucap Mamanya yang langsung Revi.


"Revi sudah maafkan Mama, yang terpenting sekarang gimana dengan kondisi Kak Revan, Revi tidak mau kehilangan Kak Revan Ma! Revi tidak mau?"

__ADS_1


"Kamu yang sabar sayang Mama yakin tidak akan lama kita akan berkumpul, tidak akan lama pasti Kakak kamu akan sadar kamu yang sabar ya?"ucap Mamanya yang akhirnya dirinya baru sadar lantaran Revi memakai Masker.


"Sayang kamu kenapa memakai masker kamu lagi sakit kah?"tanya Mamanya tapi Revi terdiam tak berani bersuara.


"Revi ...."ucap Revi yang bingung ingin mengatakan apa sama Mamanya.


"Selain keadaan Revan, Mama juga perlu tau apa yang dialami Revi selama ini, jadi mendingan Mama buka maskernya karena nanti Mama juga akan tau apa alasan kenapa Revi memakainya!"timpal Putri yang membuat Mamanya penasaran.


Membuka masker yang dipakai Putrinya, hati Mamanya serasa hancur lebur melihat wajah Putrinya yang penuh dengan luka memar memerah.


"Sayang muka kamu kenapa memerah siapa yang melakukannya siapa? Katakan pada Mama siapa orang yang sudah bikin muka kamu jadi memar seperti ini siapa?"


"Suamiku? Dialah orang yang sudah bikin wajah aku jadi memerah kaya gini Ma! Dialah orang yang selama ini sudah menyiksa Revi, dia Pria yang suka main tangan pada Revi maafkan Revi karena menyembunyikan rahasia ini maafkan Revi,"ucap Revi dengan menundukkan kepalanya diselimuti tangisannya.


"Kamu sudah mendapatkan perlakukan KDRT kenapa kamu masih bertahan hidup dengannya? Kalian menikah baru beberapa bulan tapi kenapa kamu tidak pernah bilang sama Mama kenapa?"


"Dia melakukan semua ini karena dia takut sama Mama? Mama orangnya keras kepala,melihat Putri anda mendapatkan tindakan kekerasan seperti ini pasti Mama akan berbalik memarahinya seolah-olah Mama tidak perduli dengan kebahagiannya. Mama menikahkan Revi dengan Pria itu karena Mama hanya egois ingin mendapatkan menantu kaya hanya itu kan yang ada dipikiran Mama? Hanya sekarang ini Mama marah seperti ini karena Mama sudah cukup sadar dengan semua kesalahaan yang pernah Mama buat, jadi Putri mohon sadarlah Ma! Sadarlah dengan semua kesalahaan ini biar pun Putra-putri Mama hidup dengan pilihannya masing-masing Putri mohon. Putri hanya menantu Mama tapi sebagai seorang Wanita, Putri juga sakit melihat tindakan kekerasan itu jadi sadarlah! Sadarlah!"


Mendengar Putri berterus terang padanya dirinya serasa hancur lebur, terduduk bersimpuh dilantai membuat dirinya menyesali semua perbuatan yang sudah pernah ia lakukan biar pun semuanya sudah terlambat.


"Mama egois maafkan Mama ... Maafkan Mama...


"Mama memang perlu menyesalinya tapi ini semua sudah terjadi, dan yang sudah terjadi tidak bisa dikembalikan seperti sedia kala bangkitlah Ma, Revi sudah maafkan Mama ... Revi sudah maafkan Mama,"ucap Revi dengan memberikan pelukannya.


"Terima kasih sayang,terima kasih karena kamu sudah mau memaafkan Mama terima kasih. Dan kamu Putri sekali lagi maafkan kesalahan Mama, memang Mama akui Mama tidak pantas untuk dimaafkan, tapi Mama mohon maafkan Mama ... Maafkan Mama ....


"Mama tenang saja Putri sudah maafkan Mama, Putri sudah memaafkan Mama sebelum Mama meminta maaf pada Putri,"balas Putri yang langsung memeluk Mertuanya berlalu mertua membalas pelukan itu.


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2