JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
TERTANGKAPNYA RAFA


__ADS_3

Dalam ruangan yang terlihat rapi dengan adanya beberapa kursi yang sudah berjejer rapi, ditambah lagi beberapa kameraman dan para wartawan sudah pada hadir dalam acara konferensi pers ini.


Sesaat kemudian Rafa dan Monika pun keluar dengan balutan gaun berwarna putih dan Rafa yang mengenakan Jas putih membuatnya nampak sangatlah cocok akan gelar mereka.


Terduduk disalah satu sofa putih yang sudah disiapkan, Monika pun terlebih dulu berkata dan menyambut mereka yang sudah mau hadir dalam acara ini.


"Terima kasih buat para hadirin yang sudah mau meluangkan waktu kalian untuk menghadiri acara ini. Awalnya aku juga sempat terkejut dengan adanya berita yang mengatakan jika Suamiku Tah menghamili wanita lain yang seperti adanya berita-berita yang beredar belakangan ini tapi aku rasa semua berita itu sangatlah salah dan tidak benar. Karena saya sendiri mengenal dia pribadi sangat baik, kami sama-sama saling menyayangi jadi aku rasa semua berita itu sangatlah tidak benar dan aku harap kalian tidak akan percaya dengan berita dan rumor yang ingin menjatuhkan nama perusahaan Penta Groups ini.


"Iya benar yang Istri saya katakan sekarang. Dan terlebih dulu aku berterima kasih kepada media semua, telah hadir di acara konferensi pers kami hari ini. Tapi kami harap semua orang tidak akan gampang percaya dengan adanya rumor yang sudah beredar belakangan ini perusahaan Penta Groups jadi mana mungkin saya berani melakukan tindakan keji seperti ini.


Jadi saya Rafa Sanjaya berani berkata jika semua rumor itu tidaklah benar jadi terima kasih," ucapnya dengan menundukkan sedikit kepalanya.

__ADS_1


Seorang reporter wanita mengangkat tangannya.


"Tapi Maaf Tuan mau pun Nyonya tapi kita juga perlu bukti nyata jika beliau memang bukanlah pelakunya. Apalagi setelah beredarnya video perdebatan kalian disalah satu Restoran disana sudah membuktikan jika kalian seperti membenci Wanita itu? Wanita yang telah bilang jika dia hamil dan seseorang yang telah menghamilinya adalah Suami anda sendiri?"


" Iya betul, kita perlu bukti yang kuat Nyonya, Tuan. Dan jika anda memang tidaklah salah kenapa sampai sekarang tidak ada pengacara yang mampu membantu kalian dalam permasalahan ini Apalagi gelar Nyonya mau pun Tuan Rafa sudah tidak bisa diungkit lagi?” timpal reporter lainnya.


Ruangan konferensi pers mendadak riuh oleh pertanyaan dari reporter. Rafa mau pun Monika terlihat kebingungan. Ini pertama kalinya dia muncul di depan media. Dia tidak mampu menjawab pertanyaan demi pertanyaan dari media.


"Kalian jangan pernah percaya dengan apa yang barusan mereka katakan," timpal seseorang yang tiba-tiba datang dan perlahan-lahan naik ke depan.


Semua orang yang berada di ruangan itu, beralih menatap ke arah suara yang cukup lantang itu. Mereka terkejut kala seseorang perempuan bergaun Hitam itu datang ke acara konferensi pers ini.

__ADS_1


Para wartawan pun menyorotkan kameranya pada seorang Wanita tersebut. Dengan berbalut gaun berwarna hitam panjang, langkah seseorang itu pun perlahan-lahan mulai menghampiri mereka.


Sedangkan Monika yang melihat kehadiran Milli wanita yang sama sekali tidak ia kenal, ia sekejab pandangannya pun berubah. Bahkan raut wajahnya tidak bisa lagi dibohongi jika ia terlihat sangatlah ketakutan dan cemas.


"Apa ini? Dan siapa anda kenapa anda bisa berkata seperti itu?" ucap salah satu reporter.


"Siapa Wanita ini kenapa dia tiba-tiba datang membuat keributan di-acara komperesi pers ini?" batin Monika berlalu ia dan juga Rafa pun langsung bangkit.


Milli berjalan menghampiri mereka. Dia berdiri di tengah-tengah Rafa mau pun Monika dengan pandangan ketiganya yang sama menunjukkan tatapan tajamnya.


"Kamu? Apa yang kamu lakukan disini dan beraninya anda naik keatas sini, ini kan bukan acara mu dan apa hak mu berkata seperti itu? bodigad cepat bawa pergi Wanita ini, aku rasa dia salah satu orang yang ingin menjatuhkan nama perusahaan Penta Groups ini jadi cepat usir-lah dia dari sini" perintahnya akan tetapi bergegas para Polisi datang dan menghalanginya.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2