
Melihat langkah Nina yang mulai menjauh darinya, ditambah lagi dengan adanya amarahnya yang belum juga mereda. Putri pun menyuruh Revan untuk mengejarnya akan tetapi mendapat perintah dari Putri tak terlihat pergerakan yang dilakukannya.
"Revan kenapa kamu masih diam saja? Kenapa kamu tidak berusaha mengejarnya dan menjelaskan semua permasalahan ini pada Nina aku yakin dia pasti akan percaya dengan ucapan kamu jadi cepat kejarlah.
"Sudahlah tidak ada gunanya jika aku mengejar dan menjelaskan semuanya pada Nina. karena apa yang ada didalam pikirannya tidak akan mampu meluluhkan amarahnya saat ini.
"Terus apa yang harus kita lakukan apa kita akan berdiam diri dan menikah begitu saja? Tidak, aku tidak mau aku tidak mau menikah dengan-mu apalagi kamu itu adalah Suami dari sahabat -ku aku tidak mau!"
Belum juga masalah yang di hadapi Putri berhasil ia selesaikan. Dia pun harus mendapat masalah lagi dengan situasi Mamanya Revan yang tiba-tiba datang dan memberikan tamparan keras tepat mengenai pipi kanan Putri.
"Tante apa yang Tante lakukan? Kenapa Tante menamparku?" tanya Putri sembari memegang pipi kanannya yang merasa sakit akibat tamparan yang dilontarkan Mamanya Revan terhadap dirinya.
"Jadi kamu wanita yang bernama Putri! apa kamu sampai gak bisa mendapat laki-laki yang mau sama kamu sampai-sampai kamu merebut Laki-laki yang jelas-jelas sudah beristri. Apa kamu hanya menginginkan hartanya saja makanya dengan cara licik seperti ini kamu berhasil mengait Revan agar menjadi suami kamu?" bentak Mamanya Revan yang dengan amarah yang tak bisa terbendung lagi.
"Sudah Ma! Mama jangan melakukan ini malu dilihatin banyak orang." Cela Revan yang mencoba meredakan amarah Mamanya.
"Sudahlah Monika biar semua orang pada tahu dan biar Wanita kampung ini juga sadar jika apa yang dia lakukan memang lah salah. Dan kamu jangan harap setelah kamu menjadi istri anak saya kamu akan bisa hidup tenang dan bahagia diatas penderitaan yang harus Nina rasakan. Jangan bermimpi kamu! Karena saya gak akan pernah merelakan anak saya untuk bahagia sama kamu. Dan kalau pun saya memiliki menantu hanya Nina lah menantu terbaik saya. Jadi buang mimpi kamu itu, inggat ini hanya permulaan dan saya gak akan pernah membiarkan kamu bahagia ingat itu!" tegas Mamanya Revan yang kemudian dia pun berlalu pergi dari ruangan ini. Dilihat banyak orang nama baik Putri pun seketika hilang, tetesan demi tetesan air matanya tak bisa ia bendung lagi setelah ia melihat tatapan semua orang yang pada menatapnya dengan tatapan sinis.
" Kenapa? Kenapa lagi-lagi aku harus menghadapi kehidupan seperti ini kenapa?" batinnya kemudian sorakan semua orang yang pada meneriaki mereka berdua untuk segera melakukan ijab kabul.
"Putri aku tahu pernikahan ini tidak seharusnya kita lakukan. Tapi jika kita tidak segera menikah, mereka bisa-bisa melakukan masa lebih keras dari ini. Dan bisa mendekam di penjara jalur yang akan kita tempuh, jadi demi keamanan kita berdua kamu bersedia ya menikah dengan-ku?"
"Aku tidak mau Revan. Aku tidak bisa jika harus mengkhianati Nina dengan cara seperti, aku tidak bisa," balas Putri yang hanya bisa menangis dan menangis.
"Putri sadarlah kita tidak ada pilihan lain, kali ini kita sudah diterpa musibah yang sangat besar. Dan sayangnya dalam masalah kita ini tidak ada orang yang bisa membantu kita menyelesaikan ke-salah pahaman ini. Untuk ayah yang ada didalam kandungan kamu ini biar aku sendiri yang menjelaskannya jadi aku mohon percaya sama aku kali ini kita harus menikah biar pun sekarang kita lagi dalam keadaan terpojok jadi aku mohon!"
"Baiklah aku mau," balas Putri yang penuh dengan kepasrahan.
Perasaan yang Putri rasakan pun campur aduk, Disisi lain dia senang akhirnya ada orang yang bisa menikahinya dan otomatis janin yang ada dikandungan-nya bakalan ada sesosok ayah. Tapi disisi lain dia merasa sangat hancur karena hari ini adalah awal dari kehancuran buat dirinya. Apalagi menikah dengan laki-laki yang jelas-jelas Suami dari sahabatnya sendiri.
Jika pada dasarnya yang namanya pernikahan akan diawali dengan rasa cinta dan kasih sayang kita pada pasangan kita. Tapi nyatanya semua itu tidak berarti bagiku, pernikahan yang aku impikan sejak dulu kini hanya akan menjadi bayang-bayang. Setelah ia harus menerima kenyataan pahit bahwa dia harus menerima kenyataan bahwa dia akan menikah dengan laki-laki yang sudah beristri apalagi Istri dari Wanita yang tak lain adalah sahabatnya sendiri.
__ADS_1
Dan hari yang cerah ini akan jadi hari sekaligus saksi jika dirinya akan melangsungkan ijab kabul pada malam hari nanti, jam yang sudah menunjukkan pukul 17:00 sore yang artinya hanya menghitung menit maka status dia sebagai perawan kini akan terganti menjadi seorang Istri .
Tidak ada kata lagi yang mampu untuk ia ucapkan, selain hanya bisa menanggis dan menanggis tanpa henti hanya itulah yang mampu ia lakukan saat ini dengan bersamaan air mata yang terus-menerus membanjiri dari kedua sudut matanya.
Dengan keadaan pasrah dan pikirannya yang kosong, Putri pun akhirnya bersanding bersebelahan dengan calon mempelai laki-laki yang tak lain adalah Revan.
Dengan kedatangan penghulu dan para saksi yang sudah datang. Akhirnya ijab kabul pun dilontarkan Revan.
Tidak ada acara kemewahan mau pun kemeriahan yang terjadi pada ijab kabul pada sore hari ini. Yang ada hanyalah tetesan demi tetesan air mata yang terus saja menjatuhi kedua pipi Putri. Tidak ada gaun mau pun kebaya mewah yang melekat ditubuh Putri pada ijab kabul pada umumnya yang ada hanyalah pakaian biasa yang ikut jadi saksi atas awal hancurnya kehidupannya.
Setelah mengucapkan ijab kabul mereka semua pun kompak mengatakan kata sah dengan bersamaan, setelah itu Revan pun memasangkan sebuah cincin yang terbuat dari sabut kelapa sebagai ganti cincin pernikahannya di salah satu jari Putri, yang kemudian berganti Putri yang memasangkan cincin sabut itu di salah satu jari Revan.
Ijab kabul yang berhasil terlaksana dan kedua cincin yang sudah terpasang dijari mereka masing-masing menandakan jika mulai saat ini akhirnya mereka sudah sah menjadi sepasang suami istri.
Setelah Syah menjadi sepasang Suami-istri. Mereka akhirnya dibebaskan dari serbuan masa yang sedari tadi hampir membuat jantung mereka melayang lantaran tuduhan ini.
"Sekarang kamu sudah Syah menjadi sepasang Suami-istri, jadi sudah jadi tangung jawab aku menjaga kamu. Baiklah untuk menjelaskan pada Suami -mu apa kita perlu menjelaskannya sekarang? Apa kamu sudah siap mendapatkan amukan dari Rafa?" tanya Revan akan tetapi pandangan Putri terlihat kosong.
"Kamu tidak perlu menjelaskan apa-apa pada Rafa. Karena dia bukanlah Suami-ku!" Balas Putri yang spontan membuat Revan terkejut tidak main.
"Ma ...maksud kamu apa?" tanya balik Revan dengan wajah tidak percayanya.
"Iya, dia bukanlah Suami-ku. Dan kamu tenang saja soal ke-salah pahaman ini kamu tidak perlu memikirkannya secara serius, biar pun kita sudah menjadi sepasang Suami-istri tapi aku sadar aku hanyalah Istri tidak berguna. Apalagi Mama kamu juga sama sekali tidak merestuinya jadi sudah cukup kehidupan-ku hancur sampai disini. Dan kamu tenang saja cepat atau lambat aku akan mengurus surat perceraian kita.
Se'ucap kata yang mampu Putri ucapkan dengan berbarengan tangisannya yang tidak bisa ia bendung lagi. Selangkah Putri akan berlari, tapi Revan menghalanginya.
"Apa maksud kamu Put? Aku tahu pernikahan kita ini memang tidak seharusnya terjadi, tapi apa kamu sadar aku baru saja mengucapkan ijab kabul dengan janji pernikahan jadi mana mungkin kamu bisa mempermainkan janji pernikahan secepat ini?"
"Terus aku harus gimana? Apa aku harus diam bersikap layaknya tidak terjadi sesuatu pada kita. Apa aku harus diam disaat hati Nina yang sedang hancur-hancurnya apa aku harus diam dengan semua ini! Aku ingin sendiri jadi jangan halangi aku ...jangan halangi aku!"
Satu ucapan yang terlontar dari mulutnya. Tak sanggup untuk menghadapi semua ini, Putri berlari sekuat tenaga agar jejaknya tidak bisa diraih oleh Revan. Sedangkan Revan yang mengejarnya langkahnya terhenti setelah ia kehilangan jejak Putri yang entah kemana ia perginya.
__ADS_1
"Ah ...kenapa semua ini harus terjadi kenapa! Maafkan aku Putri ...maafkan aku ...." Merasa menyesal Revan memukul-mukul batang pohon sebagai pelampiasannya dari kemarahannya saat ini, hinga darah bercucuran pada telapak tangan Revan tapi rasa sakit itu tidak mampu ia rasakan dengan apa yang terjadi pada dirinya saat ini.
Berbalik dari arah ia mengejar Putri tadi, siapa sangka Putri sengaja bersembunyi dibalik semak-semak untuk bisa menghindari kejaran Revan barusan. Setelah ia tidak lagi mendengar suara Revan, ia perlahan-lahan keluar dari persembunyiannya.
"Maafkan aku Revan maafkan aku. Bukan kamu yang salah semua ini sudah takdir, tapi aku tidak bisa membiarkan takdir ini terus berjalan dan aku juga tidak mau hanya karena keegoisan aku. Aku harus menyakiti hati Nina terlalu dalam aku tidak mau.
SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA 🥰🥰
BERIKUT BLURBNYA
🚨 Area dewasa, bocil jangan coba-coba ngintip bahaya 🤣. Yang suka romantis, baper, komedi yuk mampir di anak ke 3 emak online ini.
🚦Mafia story, (Karya ini sesoan 2 Kehidupan kedua sang putri)
"Lepaskan aku Ken, cari pasangan yang seusiamu, kau masih muda!" Teriak Angelina Aya M.A.
"Tidak semudah itu wahai wanita! Saat kau menyetujui dokumen pernikahan kita, artinya kau hanya milikku, istriku! Meski harus kupatahkan kaki indahmu, aku tak keberatan. Karena aku sangat mencintaimu!"
Angelina Aya M.A melakukan hal yang konyol ketika ia masih mengalami cacat penglihatan yaitu mencari suami bayaran untuk memuluskan aksi membalas dendam pada mantan calon suaminya yang berselingkuh.
siap sangka mencari suami pengganti membawanya dalam jeratan seorang pria muda yang tajir melintir yang begitu mencintai nya hingga tahap obsesi.
Akankah pernikahan mereka akan bertahan setelah Aya tau jika suaminya lebih muda 7 tahun darinya?
Atau mereka akan berpisah sesuai dengan kesepakatan kertas di atas putih sebelum pernikahan mereka di langsungkan?
BERSAMBUNG.
__ADS_1