JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
BERSEDIA UNTUK RUJUK


__ADS_3

"Ini kak, Milli sudah rebusan ramuan herbal tadi,ini juga sudah dingin jadi mintalah Revan untuk meminumnya?"


"Ramuan herbal apa?"tanya Revan.


"Ini Revan, banyak orang bilang kalau tumbuhan sarang semut yang berasal dari Papua mampu menangkal berbagai jenis penjalaran pada setiap penyakit kanker mau pun tumor yang yang berkembang biak pada tubuh manusia. Jadi kita mencoba cara herbal ini supaya kanker yang kamu derita agar tidak cepat menjalar kemana jadi minum ya?"jelas Putri.


"Kenapa kalian harus se'repot ini? Dan kenapa kalian juga dengan gampangnya percaya akan adanya takhayul macam itu, aku tidak percaya dengan adanya ramuan herbal yang mampu memperpanjang usia manusia karena usia manusia pada dasarnya hanya Tuhan yang tau begitu juga penyakit yang aku derita, penyakit ku ini sudahlah cukup parah apa mungkin hanya dengan ramuan ini penyakit ku langsung akan sembuh tidak itu tidaklah mungkin jadi gak aku tidak mau aku takut akibat meminum ramuan ini akibatnya malah akan fatal jadi aku tidak mau!"ucap Revan.


"Revan kamu tidak boleh berkata seperti itu, kita sudah mengecek pada laboratorium jenis tumbuhan ini tidak ada efek serius jika penderita mengonsumsinya. Aku dan juga Gibran sudah susah payah pulang pergi mendatangi Papua apa kamu dengan teganya tidak mau meminum ramuan ini, se'engaknya demi kita kami mohon minumlah aku mohon!"


"Baiklah aku akan meminumnya,"ucapnya yang langsung menyeduh perlahan-lahan ramuan dari gelas kayu tersebut.


"Rasanya cukup pahit?"


"Namanya juga ramuan kalau manis kan sirup namanya,"timpal Gibran.


"Betul banget tuh,"timpal Milli lagi.

__ADS_1


"Gimana apa kamu sudah mulai menunjukkan reaksinya?"tanya Milli.


"Astaga bagaimana mungkin hanya dalam satu menit ramuan itu langsung beraksi ya jelas tidaklah mungkin kamu itu ada-ada aja,"timpal Gibran.


"Iya juga sih,"timpal Milli sembari menarik kepalanya.


Hanya berdua dalam satu ruangan ini, Revan yang masih terbaring ia hanya terdiam, sedangkan Putri yang berada disebelahnya ia nampak sabar menunggunya sembari pandangannya yang tak juga ia alihkan pada pandangan yang lain.


"Kamu masih disini?"tanya Revan.


"Iya aku masih disini kok kamu tenang saja,"timpal Putri.


"Revan apa aku boleh meminta sesuatu sama kamu?"


"Aku tadi meminta kamu untuk pergi tapi kenapa kamu malah ingin meminta sesuatu kepadaku? Apa yang ingin kamu minta?"


"Permintaanku tidaklah sulit kalau menurutku, aku rasa kamu juga pasti mampu untuk mengabulkannya dan permintaan itu apa kamu bersedia jika kita rujuk kembali?"

__ADS_1


Mendengar ucapan Putri barusan, seketika pandangan Revan nampak berbeda, dan seketika itu juga Revan malah bertanya balik ke Putri apa maksud dari perkataan Putri barusan.


"Apa maksud kamu, apa yang bikin kamu bertanya padaku soal itu. Kamu sendiri kan tahu kondisiku sekarang, kamu juga tahu jika tidak lama lagi. Aku akan mati terus kenapa kamu malah memintaku untuk kembali rujuk apa kamu tidak salah dengan ucapan kamu itu?"


"Van aku tahu di dunia ini kita semua juga pastinya akan mati, termasuk dengan diriku sendiri aku juga tidak perduli dengan kekurangan kamu saat ini karena yang aku tahu aku sadar jika aku telah salah menilai mu selama ini. Bahkan aku ingat kata-kata dan ucapan kamu yang mengatakan jika kamu ingin aku memberikan kamu kesempatan kedua untuk membenahi semuanya dan aku ingin mengabulkan permintaan kamu itu, aku ingin kita rujuk kembali dan menata kembali bongkahan-bongkahan permata hati kita yang sudah hancur karena adanya badai jadi aku mohon bersedia lah aku mohon? Dulu aku menggugat kamu karena adanya ke-salah pahaman jadi ijinkan aku untuk menebus semuanya aku mohon?"


"Maaf Put tapi aku tidak bisa mengabulkan permintaan kamu? Aku akui kamu Wanita yang sangat pintar, cantik dan pastinya tidak banyak Wanita yang memiliki hati seperti dirimu. Apalagi setelah adanya kejadian beberapa bulan yang lalu hal itu yang membuatku tidak bisa dengan mudahnya menerima kata rujukan lagi, bukan karena tidak cinta atau hal yang lain tapi aku tidak mau kamu akan menderita karena aku, aku tidak mau usiaku sudahlah tidak lama, bahkan kapan dan dimana aja nyawaku bisa diambil pada yang maha kuasa jadi aku mohon jangan buat aku menjadi beban kebahagiaan ku aku mohon jangan biarkan semua itu terjadi sadarlah kita tidak ditakdirkan untuk bersatu jadi kamu harus melupakan aku dan mencari pendamping yang lebih tampan dan sempurna dari aku jadi sadarlah! Sadarlah Putri!"


"Aku tidak tahu apa aku sekarang sadar atau tidak, tapi jujur aku tidak ingin hidup dalam bayang-bayang tidak keberdayaan seperti ini. Aku ingin kembali menata hidupku dan aku ingin menata semuanya kembali seperti dulu jadi aku mohon ijinkan aku untuk merawat kamu aku mohon!"


"Aku tidak tau harus berkata apa lagi. Aku tidak tau apa kamu memang bodoh karena masih mau bersama dengan seorang penyakitan seperti diriku. Haruskah aku menjelaskan semuanya dari dari urutan mana aku harus menjelaskan semuanya kalau aku tidak bisa Put aku tidak bisa kamu tau nyawaku tidak akan lama lagi jadi kenapa kamu masih bersikeras ingin rujuk lagi denganku apa alasannya? Apa alasan kenapa kamu bersikap bodoh seperti ini apa alasannya Putri?"


"Revan kamu pernah dengan jika seorang introvert banyak yang mengira jika mereka itu sangatlah bodoh, banyak yang mengira jika seorang yang punya julukan si pendiam akan selalu mendapatkan penindasan karena orang mengira mereka adalah si bodoh jika dirinya ditindas tidak akan membalasnya apa kamu pernah dengan sebutan kata itu. Tapi satu hal seorang pendiam yang selalu diremehkan bahkan tidak dianggap diam-diam mereka punya kelebihan yang sangatlah berbeda dari kebiasaan orang, banyak cara untuk menjelaskan semuanya tapi aku tidak ada waktu untuk menjelaskan semuanya ke kamu, mungkin aku bisa dibilang orang yang sangat bodoh karena masih berharap mau menjalin hubungan dengan seseorang yang sudah menjatuhkan ku tapi aku melakukan semua ini atas dasar satu yaitu pertanggung jawaban dan pertanggung jawaban pada seorang sahabat, kamu lupa dulu ketika kita masih SMA, Nina pernah bilang jika dia ingin aku menjagamu jadi kini saatnya aku untuk menebus semua perkataan dan perjanjian yang pernah aku katakan dulu jadi aku mohon bersedia lah rujuk kepadaku lagi aku mohon?"


"Baiklah kalau itu memang sudah jadi keputusan kamu aku bersedia kita rujuk, tapi jangan salahkan aku kalau hubungan kita tidak akan berangsur lama, jangan salahkan aku kalau suatu saat nanti aku akan menebar luka ke kamu karena jujur aku sendiri tidak percaya jika aku masih diberi kesempatan untuk lebih lama bisa menatap mu, jadi hapus lah air mata kamu sebelum aku meninggal aku tidak ingin diantara kita ada yang meneteskan air matanya jadi usaplah!"ucap Revan.


"Baiklah aku akan mengusap air mataku, tapi aku minta diantara kita tidak ada lagi kesedihan. Aku ingin kamu selalu tersenyum biar pun kamu sudah tahu seperti apa perkembangan penyakit yang kamu derita. Aku ingin kamu selalu bisa tersenyum biarpun tuhan tidak berpihak mu hanya itu permintaan aku jadi janganlah menangis, janganlah menangis,"ucap Putri yang juga mengusap air mata Revan, merangkul punggung Revan keduanya akhirnya mampu berpelukan.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2