JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MEMBULLY


__ADS_3

Ketika semuanya sudah terlihat berpencar. Putri yang ikut bersama Gibran sedangkan Revan mau pun Milli yang berangkat sendiri-sendiri. Mereka tidak menyadari jika dari cukup kejauhan obrolan mau pun keakraban mereka nampak diperhatikan oleh dua orang yang berada didalam mobil dengan pandangan keduanya yang menatap mereka dengan tatapan cukup sinis.


"Kamu lihat keluarga kecil mereka nampak bahagia tanpa ada penyesalan yang terjadi pada diri mereka. Setelah apa yang telah mereka lakukan sama kamu? Apa kamu akan berdiam diri melihat keluarga mereka bahagia seperti ini?"tanya Wanita itu yang tak lain adalah Claudya.


"Tidak. Aku diam bukan berarti mengalah dan mengikhlaskan semua ini. Aku diam karena aku hanya ingin mengatur rencana supaya kebahagiaan mereka hancur dan pastinya aku ingin janin yang ia kandung mengalami keguguran sebelum waktunya lahir seperti apa yang aku alami kehilangan janin yang sekian lama aku tunggu-tunggu. Dan aku harus kehilangannya semua itu gara-gara ulah mereka. Bahkan hubungan rumah tanganku seketika hancur semua ini juga karena mereka jadi aku tidak akan pernah diam sebelum balas dendam ini terbalaskan," ucap Rafa dengan raut wajahnya yang seram. Dan genggaman tangannya yang seakan-akan ingin segera menghabisinya.


"Terus jika kamu punya rencana seperti apa rencana yang sudah kamu rencanakan saat ini?"tanya Claudya.


"Mungkin saat ini aku akan sangat sulit untuk menjalankan rencana ini. Karena selama Putri masih punya seseorang yang mampu melindunginya itu menjadi pagar terhalangnya rencana-ku tidak akan berhasil."


"Memangnya siapa pelindung yang kamu maksud itu?"


"Wanita itu? Aku rasa diantara mereka bukan hubungan pertemanan yang aku lihat? Tapi lebih tepatnya diantara mereka ada hubungan spesial yang sebenarnya terjadi entah hubungan apa itu bisa jadi hubungan yang aku maksud adalah lebih dari ikatan kagum menggamumi. Dan busa dikata aku mereka ada hubungan darah!"


"Apa kamu yakin?"


"Iya aku sangat yakin, terus kamu? Apa rencana kamu selanjutnya?"


"Rencana-ku kali ini aku ingin membunuh Nina entah dengan cara apa. Tapi aku ingin rencana-ku itu tidak terdeteksi oleh seseorang dan lebih tepatnya aku ingin Putri yang menjadi sasaran ku yang seakan dialah yang membunuhnya tapi aku agak kesusahan setelah Revan mengetahui jika aku menyukainya. Dan sekarang kepercayaan Nina terhadapku sudah mulai menurun dia tidak pernah curhat mau pun bercerita lagi kepadaku."


"Kamu tenang saja aku akan membantumu menjalankan rencana kamu itu. Kamu memang sangat cerdik Claudya dan tidak salah aku memintamu untuk kerja sama," balas Rafa dengan tatapan keduanya yang sama-sama menunjukkan senyum liciknya.


Berjalan dalam koridor kampus, pandangan Milli terus saja tak fokus, ia terus saja terbayang-bayang akan kejadian malam itu, terjadi atau tidak itu sudah menjadi pertanyaan yang ingin segera ia temukan jawabannya. Hingga akhirnya ia terduduk di-kursi kantin sembari lamunannya yang tidak juga terhenti.


"Kenapa aku masih kepikiran soal kemaren malam apa benar diantara kita tidak ada hubungan apa-apa pada malam itu?"batinnya berjalan dengan lamunannya.

__ADS_1


Dan lebih memilih membaringkan kepalanya diatas meja dan menyilangkan kedua tangannya sebagai tindihan ia tidur.


Baru lima menit ia memejamkan kedua matanya, tiba-tiba suara gebrakan pun terdengar dari telinganya.


Mata yang tadinya mulai terpejam, kini kelopak mata itu pun terbuka lebar. Melihat tiga Wanita yang berpenampilan keren mendatangi salah satu wanita cupu yang duduk manis disalah satu kursi kantin.


Dengan bangganya mereka mendorong Wanita cupu itu hinga jatuh tersungkur dilantai.


Kakinya serasa ingin bangkit, ingin menolong Wanita cupu itu tapi ia sadar mereka bukanlah Wanita biasa selangkah ia berani melangkah dan mencari gara-gara pada Wanita itu maka taruhannya adalah nyawa.


"Tidak Milli kamu tidak boleh menolong wanita cupu itu ingat dan sadarlah dia bukanlah lawan kamu jadi diam dan abaikan apa kamu mengerti?" batinnya yang mencoba menahan amarahnya. Akan tetapi tatapannya tidak bisa dibohongi.


"Kenapa kamu diam cupu, kamu takut sama kita ya jelas takutlah kita ini Wanita yang paling berkuasa disini, jadi tidak akan ada orang yang akan berani menantang ku termasuk kamu Wanita cupu dan dekil, jadi cepat pergilah," usirnya dengan membuang makanan yang sudah dipesan Wanita cupu tadi tepat diwajahnya


"Kamu? Berani sekali kamu menghalangi kita?" ucapnya yang kemudian langsung menghempaskan tangan Milli.


"Lihat-lihat sejak kapan gadis ini menjadi pelindung bak seperti pahlawan seperti ini? Milli kamu gak salah dengan apa yang sudah kamu lakukan bukankah dulunya kamu itu suka membully orang-orang tapi kenapa sekarang kamu malah sebaliknya!"


"Iya aku memang dulu tukang bully dan bikin onar, tapi berjalannya waktu aku bisa membuat orang-orang yang aku bully mengalami traumatik dan itu salah satu tindakan yang tidak ingin aku lakukan lagi. Dan kalian? Sebisa mungkin kalian harus berubah dengan tindakan bully membully kalian seperti ini, karena ini sangat meresahkan apa kalian paham?"


"Woww sangat sempurna jadi ceritanya kamu itu sudah berubah sekarang?"tanya Sandra dengan senyum liciknya.


"Aku memang bukan siapa-siapa dia. Dan aku juga bukan teman ataupun saudarinya tapi setelah melihat tindakan yang kalian lakukan aku tidak bisa tinggal diam. Jadi aku minta kalian lepasin anak itu! Jika kalian tidak berhenti membully-nya maka jangan salahkan aku untuk bertindak tegas pada kalian bertiga!"


"Dan aku memang sudah berubah apa itu salah? Ingat tindakan kalian sudah terekam CCTV dan lihat saja hukuman apa yang akan kalian dapat ayo kamu ikut aku," ajak Milli dengan mengandeng tangan Wanita yang menjadi korban Bullying.

__ADS_1


"Sudah lebih baik kita cabut saja dari sini?"


"Ingat urusan kita belum selesai jadi kamu jangan senang dulu?"


"Ayo kita cabut?"


"Kamu gak apa-apa kan? Apa kamu ada yang terluka?"


"Kenapa kamu bertindak seperti itu, dengan tindakan yang kamu lakukan tadi mereka tambah akan semakin membullyku. Jadi jangan pernah ikut campur dalam urusanku. Dan aku tidak butuh bela kasihan dari kamu?" ucap gadis culun tersebut yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Milli pun langsung menghalanginya.


"Aku tahu kenapa kamu berkata seperti itu? Tapi dengan sikap kamu yang hanya tinggal diam saja ketika dibully oleh mereka, yang kamu lakukan semua itu juga salah dengan tindakan kamu yang hanya diam, yang ada kamu hanya menunjukkan jika kamu itu lemah?"


Jadi apa pun yang mereka lakukan padamu, kamu harus bersikap tegas dan berani agar mereka tidak terus menerus membullymu! Kamu harus berani ketika suatu saat nanti kami akan di bully oleh mereka, apa kamu paham itu."


"Sebenarnya kamu itu siapa sih. Dan apa alasan kamu kenapa kamu bersikap baik seperti ini sama aku. Dan apa perdulimu padaku apa kita sebelumnya pernah bertemu?"


"Tidak! Kita tidak pernah bertemu tapi aku hanya tidak suka saja kalau ada anak yang jadi bahan bullyying seperti kamu. Apalagi mereka juga bersikap sok keren jadi itu menurutku sangat menyebalkan?"


Jadi aku minta sama kamu, kamu jangan pernah pernah membenci dirimu sendiri. Walaupun hidup kamu penuh dalam penderitaan, yakinlah jika masih ada orang yang peduli dan juga sayang sama kamu. Karena jika kamu melakukan hal seperti itu juga kamu bukan membunuh dirimu sendiri, tapi kamu juga akan memberi luka yang sangat parah pada seseorang yang berfikir jika dia telah gagal menyelematkan kamu, hanya itu yang inggin aku katakan jadi pikirkanlah dengan baik-baik?" ucap Putri yang kemudian dia yang hendak akan pergi, Gadis culun tersebut pun akhirnya tiba-tiba langsung memeluknya.


SEKALIAN MAAF IJIN PROMO KARYA TEMAN-KU YA CERITANYA SANGAT SERU DAN PASTINYA SANGAT SAYANG UNTUK DILEWATKAN YUK MAMPIR DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA YA TERIMA KASIH 🥰🥰



BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2