JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
HARUS DITANGKAP


__ADS_3

Seseorang Wanita berpakaian hitam dan menggunakan masker penutup wajah perlahan-lahan mulai menghampiri dimana ruangan Revan dirawat.


Dari raut wajahnya ia nampak celingak-celinguk kesana kemari memastikan akan situasi yang aman. Selangkah seseorang itu hendak masuk, Seseorang datang dengan menepuk pundak kanannya yang seketika mengejutkan dirinya.


"Siapa kamu?"tanya seseorang itu yang tak lain ialah Milli.


"Aku ... Aku Revi adik Revan,"balas seseorang itu membuat Milli geleng-geleng kepala dibuatnya.


"Apa yang kamu lakukan kenapa kamu mengendap-endap seperti ini? Kamu kan hanya ingin menemui Kakak kamu tapi kenapa raut wajah kamu seperti sedang ketakutan kamu gak lagi membohongi kita kan?"tanya Gibran yang mencoba memperjelas keadaan.


"Sekarang aku minta kamu cepat buka masker kamu,"pintanya.


"Aku akan membukanya tapi tidak luar seperti ini, aku akan membukanya tapi didalam ruangan Kak Revan gak papa kan?"


"Kamu kenapa aneh sekali kami hanya perlu kamu menunjukkan seperti apa wajah kamu hanya itu saja tidak ada pemaksaan yang lain jadi cepat buka!"


"Ini ada apa kenapa kalian malah pada berisik?"tanya Putri mencoba melerai keduanya.


"Ini kak Wanita itu ngaku-ngaku jadi Adiknya Revan, tapi dari perilakunya dia sangatlah mencurigakan apalagi dirinya yang mengenakan pakaian tertutup seperti ini membuatku tambah semakin yakin jika dai hanyalah orang lain yang mengaku-ngaku jadi Adik Revan?"


"Tidak! Semua itu tidak benar aku sengaja mengenakan masker karena aku tidak ingin Seseorang yang memata-matai ku melihatku? Aku sengaja mengenakan masker karena sebuah alasan jadi aku mohon ijinkan aku untuk masuk aku mohon!"


"Baiklah masuklah!"

__ADS_1


"Tapi Kak?"


"Milli ... Aku percaya dengannya jadi sudah jangan membuat masalah baru ayo masuk Revi!"ajaknya yang langsung merangkul Revi untuk masuk.


Melihat kakaknya terbaring tidak berdaya diatas dirinya merasa hancur, bahkan air matanya tidak bisa terbendung lagi.


"Kak Revan bangun ini Revi ... Revi ada disini kak! Kakak bangun!"ucapnya dengan mengoyak-ngoyak tubuh kakaknya.


"Kamu yang sabar kamu tidaklah sendiri kami juga merasa hancur melihat keadaannya seperti ini jadi berdoalah semoga tuhan mengabulkan permohonan kita yang sabar ya,"ucapnya Putri dengan mengelus-elus pundaknya.


"Kamu tadi bilang ingin membuka masker kamu ayo buka?"


"Milli kamu jangan galak-galak kenapa dia masih sedih tau, ya sudah kamu buka masker kamu."


"Setelah kalian melihat wajahku nanti aku minta kalian jangan ada yang berbicara mengenai wajahku ya? Seburuk apapun aku ingin kalian diam!"


"Baiklah aku akan membukanya." Pelan-pelan Revi membuka masker yang menutupi wajahnya, betapa terkejutnya ketiga orang yang ada dihadapannya ketika tau seburuk apa yang dimaksud Revi barusan.


"Revi wajah kamu apa yang terjadi apa ada seseorang yang sudah melakukan kdrt sama kamu? Cepat katakan siapa pelakunya ayo katakan?"tanya Milli penuh dengan kekhawatirannya.


"Aku kan tadi menyuruh kalian untuk diam tapi kenapa kamu malah mengkhawatirkannya?"


"Revi cepat katakan siapa orang yang membuat wajah kamu jadi memar seperti itu? Itu tidak mungkin luka akibat jatuh kan?"tanya Putri yang ikut mencemaskannya.

__ADS_1


"Semua ini suamiku yang melakukannya dialah orang yang sudah membuat wajahku jadi memar seperti ini tapi kamu gak akan memberitahu siapa-siapa kan soal kdrt yang aku alami ini?"


"Astaga apa kamu sudah gila Suamimu ini sudah melakukan hal yang sangat diluar nalar, dia bahkan tega memukulimu seperti ini apa lagi yang kamu harapkan darinya apa kamu ingin mati ditangannya baru kamu akan melaporkan masalah ini ke'pihak berwajib! Aku tidak terima biar aku yang melaporkan masalah ini!"tegas Milli yang akan pergi, Revi langsung menghalanginya.


"Jangan. Aku mohon jangan laporkan masalah ini aku takut Mama akan marah sama aku karena hal ini, dia bisa-bisa akan menghukum ku kalau tau aku telah 2 hari kabur dari Rumah laki-laki itu jadi aku mohon jangan beritahu Mama jangan laporkan dia aku mohon!"


"Revi apa yang kamu alami bukan lagi masalah sepele, dia memang Suami kamu tapi bukan seperti ini cara kamu mengalah. Sebagai istri kamu juga butuh perlindungan jadi biar aku aja yang menuntun masalah kejalur hukum, ini dia harus dipenjara karena perbuatannya!"tegas Milli lagi.


"Aku mohon jangan! Jangan lakukan itu aku mohon!"


"Revi benar yang dikatakan Milli apa yang dilakukan Suami kamu itu sudah lebih dari tindak kekerasan, sekarang bukan lagi soal rasa cinta, kesetiaan atau pun ketulusan tapi ini sudah soal tindak kejahatan, kali ini dia sudah berani main tangan bahkan membuat wajah kamu babak belur seperti ini jadi apalagi yang kamu harapkan jadi sudah cukup biar kami membantumu menjalankan kasus ini percaya pada kami kalau dia bakal dipenjara percayalah!"tegas Gibran kemudian.


"Tapi!"


"Aku mohon! Revan akan sangat bersalah jika ia tau adik kesayangannya telah menjadi korban kdrt jadi aku mohon!"ucap Putri selanjutnya.


"Baiklah aku akan mengijinkan kalian untuk menangkapnya tapi gimana cara untuk memenjarakannya sedangkan kita tidak ada bukti untuk menjebloskannya?"


"Kali ini aku butuh bantuan kamu sendiri.


"Maksudnya?"


"Aku ingin kamu pulang ke-Rumah suami kamu, aku sangat yakin pasti melihat kamu kembali dia pasti akan melakukan tindakan kekerasannya lagi, jika dia melakukannya tindakannya akan terbongkar karena aku akan memberikan kamu perekam suara yang mampu menampung pembicaraan kasar Suami kamu jadi kamu apa bersedia membantu kami?"

__ADS_1


"Baiklah aku bersedia membantu kalian.


BERSAMBUNG.


__ADS_2