JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
TIDAK MAU BERCERAI


__ADS_3

"Sudah lima hari aku mendekam didalam sela tahanan ini dan jujur saja rasanya aku ingin kabur karena aku sudah tidak betah lagi tapi gimana caranya aku untuk kabur?"


"Tidak aku tidak bisa jika hanya berdiam diri seperti ini aku harus melakukan cara agar aku bisa terbebas dari sel tahanan ini entah bagaimana pun itu caranya aku harus bebas iya aku harus bebas.


"Monika kenapa kamu setega ini sama aku sampai-sampai kamu tidak mau menjengukku. Aku tahu aku salah tapi bukan seperti ini cara kamu mengabaikan-ku seperti ini."


Batin yang hanya mampu terucap, kehilangan seorang Wanita yang ia sayangi sekaligus kehilangan calon buah hatinya nyatanya tidak membuat Pria bernama Rafa itu mulai sadar akan kesalahannya selama ini.


Wajah paniknya tidak kunjung mereda, ia terus saja berfikir dengan jernih apa yang akan ia lakukan untuk bisa kabur dari sel tahanan ini nyatanya tidak membuah hasil sama sekali.


Kemudian datanglah seorang polisi yang tiba-tiba membuka salah satu borgol yang menjadi kunci pengikat sel tahanan ini.


"Maaf Pak kenapa borgolnya dibuka apa ada seseorang yang sedang ingin mengunjungi-ku?"tanya Rafa


"Iya Tuan ada seseorang yang ingin mengunjungi anda. Dan seseorang itu adalah Istri anda sendiri, silahkan keluar anda hanya dapat waktu 20 menit saja

__ADS_1


"Baiklah.


Keluar dari dalam sel, berjalan secara perlahan sembari diikuti oleh Polisi. Pandangan Rafa seketika dikejutkan dengan adanya Monika yang terduduk di kursi tunggu.


Merasa sangat bahagia, Rafa lantas langsung membekap tubuh Monika dalam pelukannya tapi tak berangsur lama pelukan hangat yang ia lakukan ditolak mentah-mentah dari seorang Wanita yang jelas-jelas masih menjadi Istri syahnya.


"Monika sayang ini beneran kamu? Kamu beneran mau menjengukku kamu gak marah lagi sama aku?"


"Sudahlah waktuku tidak banyak. Dan satu lagi tujuan pertama ku kesini bukan untuk memaafkan atau pun berbicara lama denganmu tapi aku hanya ingin menyerahkan surat gugatan ini kepadamu jadi cepat tanda tangani-lah


"Oh jadi cara seperti ini tidak seharusnya aku lakukan padamu terus cara seperti apa agar aku bisa membuat kamu mau menanda tangani surat ini?"


"Sayang aku tahu aku salah besar. Aku tahu aku sudah mengecewakan kamu tapi aku mohon beri aku kesempatan satu kali untuk menata semua kekacauan ini aku mohon!"


"Aku minta cepat tanda tangani surat apa kamu sesusah itu hanya untuk menanda tangani ya? Atau aku harus pakai cara kasar atau mungkin aku harus berteriak sekeras mungkin agar semua orang tahu sebejad apa pria seperti kamu ini?"

__ADS_1


"Tidak, sudah aku bilang aku tidak mau apa kamu akan terus memaksaku ingat sampai kapan pun aku tidak akan pernah menceraikan kamu apa kamu paham itu!"


Surat putih yang tadinya masih sangat rapi, kini terlihat acak-acakan setelah Rafa yang dengan sengaja merobeknya hinga menjadi beberapa bagian.


"Lihat surat ini sudah hancur lebur jadi itu artinya aku tidak mau menceraikan kamu apa kamu paham!"


"Itu hanya selembar surat yang barusan kamu hancurkan, tapi kamu lupa itu hanya selembar kertas jadi aku bisa membuatnya lagi. Dan ingat! Besok aku akan datang lagi untuk menuntut perceraian ini apa kamu paham!"


Beranjak pergi dari pandangannya. Pandangan mata Monika tak terlihat menatapnya, ia segera pergi meninggalkannya dengan berbarengan perasaan kecewa yang sudah menguasai dirinya.


"Hidupku sudahlah hancur dan semua ini gara-gara para bedebah itu lihat saja nanti tidak akan lama kalian akan merasakan semua pembalasanku. Aku pastikan aku sendirilah yang akan menghancurkan kalian semua lihat saja."


Terlihat dari raut wajahnya dipenuhi dengan amarah yang sudah sangat sulit untuk ia kendalikan. Cengkraman tangannya telah membuktikan jika amarah itu sudah berhasil menguasai dirinya hinga tidak tersisa akan penyesalannya.


BERSAMBUNG

__ADS_1


__ADS_2