
BINTANG TAMU
"Terima kasih ya Van karena kamu sudah mau membantu kita. Maaf jika aku merepotkan kamu kali ini maafkan aku,"
"Tenang lagi Gib, kita kan berteman sejak lama jadi bagaimana bisa aku lupa akan dirimu yang biasanya juga sering membantuku. Oh iya dia siapa?"tanyanya kemudian melirik kearah Milli.
"Kenalin aku Milli,"sahut Milli yang langsung menjabat tangannya Evan yang belum menjabat tangannya.
"Astaga ini anak kalau ada Pria tampan bertubuh kekar aja selalu didepan, hey jaga sikap kamu!"
"Ih biarin aja lagi kan dianya aja gak sewot kan Mas Evan?"
"Mas?"tanya Gibran dengan wajah terkejutnya.
"Iya Mas kenapa apa aku salah memangilnya dengan sebutan Mas, kamu ini punya teman setampan dan sekekar ini kenapa gak pernah ngenalin ke aku sih tega,"balasnya yang hanya tersenyum menatap Evan, sedangkan Evan yang dipandang ia hanya senyum malu-malu.
"Hey sadarlah dia ini sudah beristri jadi bagaimana bisa aku ngenalin kamu ke dia yang benar saja!"
"Sudah beristri?"
"I ... Iya aku memang sudah beristri,"balas Evan dengan pandangannya yang mengarah kearah Gibran, sembari Gibran yang mengedipkan matanya.
"Yah aku kira masih singel baiklah tidak jadi kenalan yuk mari kita mulai mencari tumbuhan itu,"balas Milli yang melepaskan jabat tangan dan pergi dari hadapan keduanya.
"Hey apa yang kamu bilang tadi kenapa kamu bilang kalau aku sudah beristri?"bisik Evan pada Gibran yang jaraknya agak jauh dari Milli yang didepannya.
__ADS_1
"Terus maksud kamu? Kamu ingin aku mengikhlaskan dia hanya untukmu gak lagi! Susah-susah aku mencari banyak cara untuk mendapatkannya apa setelah kamu datang kamu tingal ngambil dari hasil kerja keras orang lain gak lagi bodoh kali!"
"Astaga ternyata si Gibran ku ini sudah bisa bucin ya sama cewek?"ledek Evan yang menyenggol-nyenggol bahu Gibran.
"Syukurlah kalau kamu paham ya sudah kita jalan,"ajaknya.
"Baiklah mari ayo!"
"Ini seperti tumbuhan pada gambar yang ditunjukkan dokter tadi kayaknya memang beneran ini tumbuhan sarang semut itu Alhamdulillah akhirnya kerja keras kita tidak sia-sia,"ucap Milli yang merasa sangat lega.
"Ya sudah karena kita sudah menemukan dengan mudah tumbuhan yang kalian cari, biar aku yang ngomong sama mereka untuk meminta ijin pada pemiliknya kalian disinilah dulu,"ucapnya Evan.
"Baiklah,"balas Gibran.
Memperhatikan dengan cermat tumbuhan itu, keduanya memperhatikan dengan seksama memuji akan keindahan tumbuhan tersebut.
"Tumbuhan ini benar-benar sangat berbeda pada tumbuhan yang lain, aku kira hanya namanya saja yang seperti sarang semut tapi ternyata batang dari tumbuhan ini sama percis berbentuk seperti sarang semut asli?"
"Iya bahkan yang lebih indahnya lagi, tanaman ini terlihat hampir mirip seperti anggrek yang bisa menyatu pada pohon yang lain, tapi bedanya tumbuhan ini lebih besar pada batang bawahnya nya terima kasih tanaman,terima kasih karena kamu sudah mau membantu ku menyelesaikan masalah ini terima kasih,"ucap Milli dengan memegang tumbuhan itu.
"Kamu ngomong sama tanaman ini apa mungkin yang kamu ajak bicara bakal menjawab perkataan kamu?"tanya Gibran tapi Milli tak menghiraukannya.
"Aku sudah meminta ijin pada mereka untuk meminta dan mengambil baik-baik tanaman ini jadi sekarang kalian ambillah mengunakan pisau ini,"ucap Evan dengan menjulurkan pisau besar untuk Gibran.
"Baiklah akan aku mengambilnya."
"Pelan-pelan saja?"
__ADS_1
"Iya ... Iya ...
"Kak Putri pasti sangat senang aku harus memberitahunya,"ucap Milli lalu ia merekam satu jepretan tumbuhan sarang semut itu lalu ia kirim pada nomor seluler Putri.
"Ya sudah karena kita sudah mendapatkannya apa yang kita mau kita balik lagi ke Seoul, pasti kakak ipar bakal sangat senang melihat kita berhasil membawa tumbuhan ini!"timpal Gibran dengan pedenya.
"Kakak ipar memangnya siapa yang mau menikah denganmu? Aku masih belum mencapai keinginan ku dan pastinya a ... Aku belum mencintaimu,"balasnya sambil memeluk tumbuhan itu.
"Biar pun kamu tidak mau menikah denganku tahun ini. Dan kamu belum sadar akan perasaan kamu aku sendiri yang akan menunggumu sampai kamu siap untuk menjadi Istriku. Dan pastinya biar pun sampai lamanya 10 tahun aku masih akan tetap menunggu cintamu apa kamu paham!"ucapnya dengan mendekatkan wajahnya kepada Milli. Evan yang melihat kelakukan temannya lagi berusaha merayunya tepukan pundak ia lontarkan pada punggung keduanya.
"Ingat aku yang disini bukanlah nyamuk yang tidak dianggap, tapi sudahlah aku cukup senang dengan kalian. Dan kamu Gibran kejar yang ingin kamu miliki selama belum ada janur yang melengkung tetap kejar dia sampai dia menjadi milikmu paham!"
"Thanks ya ini semua berkat kamu juga Van, sekali lagi terima kasih atas bantuan kamu kami sangat-sangat banyak berterima kasih padamu terima kasih
"Iya sama-sama aku doakan semoga teman kamu bisa sembuh melewati penyakitnya,"ucapnya.
"Iya terima kasih kami juga sangat berterima kasih atas bantuan kamu, dan semoga
doamu tuhan mendengarnya ya sudah kami pamit kembali sampaikan salam untuk Istrimu dariku,"timpal Milli.
"Iya nanti kalau aku sudah ada calon dan istri aku bakal sampaikan ke dia,"balasnya dengan menahan tawa, sesekali ia melirik kearah Gibran.
"Kamu belum beristri?"tanya Milli dengan wajah terkejutnya, Gibran yang sadar ia langsung menarik tangan Milli dan membawanya untuk jalan terlebih dulu.
"Sudah, sudah ada hati yang sedang menantimu ayo pergi thanks ya Van,"ucap Gibran.
"Iya sama-sama Gib semoga bersatu ya,"balasnya dengan melambaikan tangannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.