
"Ini sudah jadi keputusan jadi aku tidak bisa menyesali semua ini. Apa yang sudah aku perbuat memang sudah sepantasnya untuk aku pertangungjawaban."
Terduduk termenung meratapi nasibnya didalam sel tahanan pandangan Rafa beralih menatap salah satu Polisi yang tiba-tiba membuka borgol.
"Maaf Pak apa ada seseorang yang berniat ingin mengunjungi ku?"tanya Rafa.
"Iya ada tiga seseorang yang berniat ingin mengunjungi mu keluarlah kamu hanya punya waktu 20 menit dari sekarang," ucapnya.
"Baiklah."balas Rafa kemudian ia pun keluar.
Segera keluar dari dalam sel tahanan, Rafa membuntuti Polisi menuju kearah ruang tunggu, tapi setibanya Rafa hendak menemui seseorang ia sudah mendapatkan satu pukulan yang tepat mengenai perutnya yang akhirnya membuatnya jatuh tersungkur.
"Dasar brengsek jadi kamu orang yang sudah membunuh Nina kamu orangnya sini maju biar aku habisi kamu saat ini juga ayo maju!"gertak Revan dengan emosinya yang menggebu-gebu.
"Revan tahan emosi kamu dengan tindakan memukul mau pun membunuh yang ada kamu sendiri yang akan dapat masalah baru tahanlah! Tahanlah!"
"Tuan tahanlah emosi anda tindakan anda sangatlah salah tahanlah!"
"Dia sudah membunuh Nina dengan sangat sadis. Bahkan aku tidak bisa membayangkan seperti apa rasa sakit yang dirasakan Nina disaat Rafa menyiksanya jadi lepaskan aku biar pun menghajarnya sekali lagi lepaskan aku!"
"Maafkan aku Revan aku mungkin orang paling jahat yang tidak seharusnya kamu pandang saat ini. Aku memang iblis yang tidak seharusnya diberi kesempatan untuk tetap hidup dan mendapatkan pintu maaf maafkan aku!"ucap Rafa yang hanya mampu menundukkan kepalanya.
"Apa kamu pikir dengan kata maaf kamu bisa mengembalikan nyawa Nina yang sudah kamu lenyapkan tidak kan?"
"Aku tahu tindakan aku membunuh Nina semua itu terjadi karena paksaan maafkan aku ... Maafkan aku ...
"Membunuh dengan sangat keji apa itu pantas dibilang dengan sebutan paksaan? Kamu membunuhnya dengan cara sangat mengenaskan jadi siapa yang memaksamu jika bukan dirimu sendiri!"
"Claudya dialah orang yang sudah menyuruhku untuk membunuhnya!"ucap Rafa beralih pandangan Revan menatapnya dengan tatapan sinis.
"Maksud kamu apa menyebut nama Claudya dalam masalah ini?"
"Dialah orang pertama yang membantuku terbebas dari kejaran Polisi. Dan dia juga orang pertama yang memberiku dana untuk merubah wajah asli ku menjadi seperti ini agar Polisi tidak mengetahui siapa identitas ku yang sebenarnya, yang dimana aku adalah seorang buronan yang jadi incaran Polisi maafkan aku Revan maafkan aku karena aku telah membunuh Nina maafkan aku," ucapnya yang terus saja memohon.
"Apa kamu pikir dengan kata maaf aku akan baik hati mau melepaskan kamu dan membebaskan kamu dari jeruji besi ini tidak itu tidak akan mungkin terjadi, jadi selamat menempuh hidup baru didalam jeruji besi ini selamat!"
__ADS_1
"Aku tahu tidak mudah untuk memaafkan-mu. Dan aku juga tidak percaya jika apa yang aku lihat ini memang beneran nyata jika kamulah Rafa? Rafa yang selama ini menjadi incaran para Polisi bahkan jika kamu memang beneran Rafa apa semua ini masuk akal? Seorang Rafa si pendendam yang tiba-tiba menyerahkan diri ke-polisi tanpa sebab seperti ini jadi aku perlu bukti jika kamu memang beneran Rafa?"tanya Putri dengan wajah tidak percayanya.
"Tapi aku percaya jika dia memang Rafa Putri," timpal seseorang yang langsung menimpali pembicaraannya.
"Monika kamu kenapa bisa ada disini?"tanya Putri dengan wajah terkejutnya.
"Aku datang kesini karena aku sendiri yang akan membuktikan pada kalian jika dia memang Rafa, memang wajah dia terbilang sudah tidak sama seperti Rafa yang dulu, tapi pastinya kamu masih mengingat kan akan suara asli Rafa?"tanya Monika mencoba meyakinkannya.
"Jujur jika aku dengar dari suara dia, memang beneran dia itu adalah Rafa tapi motif yang sebenarnya kenapa dia bisa menyerahkan diri ke-polisi itulah yang membuatku juga tidak percaya jika kamu memang berani Rafa, karena aku tahu betul Rafa itu seperti apa!"timpal Gibran balik.
"Jika kalian masih ragu menganggap jika aku bukanlah Rafa kalian bisa bertanya langsung pada saudara kandung kamu Put yaitu Milli dialah orang yang sudah membuatku bisa berfikir secara jernih. Dan dia juga orang yang sudah mengembalikan hubungan kita kembali bersatu dialah orangnya?"timpal Rafa sekejab pandangan Revan mau pun Gibran beralih menatap Putri.
"Milli saudara kandung kamu bagaimana mungkin bisa?"timpal Revan yang tidak mempercayainya.
"Iya bagiamana bisa Milli menjadi saudara kandung Nyonya, ini pasti tipuan kan?"timpal Gibran lagi.
"Apa yang dia ucapkan memang benar, Milli memang benar saudara kandungku, tapi sekarang bukan saatnya membahas masalah itu,"timpal Putri mencoba mengalihkan ke'pembicaraan awal.
"Kali ini kamu juga membawa-bawa si pecundang itu dalam masalah ini apa kamu ini memang beneran Rafa atau kamu hanya orang suruhan Rafa asli yang ia tugaskan untuk membodohi kita semua?"timpal Revan dengan wajah tegasnya.
"Jika kamu ingin menjelaskan langsung ke-intinya saja jangan membesarkan masalah seakan-akan anda berusaha ingin mengalihkan pembicaraan kita ke pembicaraan lain!"cela Gibran dengan kesalnya.
"Baiklah aku rasa Milli masih butuh bantuan untuk menjelaskan semuanya pada kalian. Dan sekarang akulah yang akan membereskan semua kekacauan ini kalian salah jika menganggap jika Milli adalah gadis cerdik yang rela melukai kakak kandungnya. Kalian salah jika menganggap jika Milli itu gadis paling jahat yang pernah kalian temui!"
"Apa maksud kamu Rafa?"tanya Putri.
"Selain aku? Milli juga salah satunya orang yang sudah mendapatkan ancaman dari Wanita bernama Claudya. Bahkan bisa dibilang ancaman yang dialami Milli lebih besar yang aku alami. Dan apa kalian tahu apa yang membuat Milli tiba-tiba bisa berubah dalam sekejap ini? Dia berubah karena dia terpengaruh dari ancaman yang Claudya berikan jika dia tidak mematuhi semua perintahnya Mamanya yang berada di Amerika yang akan menjadi korbannya, jadi dia berperilaku jahat sampai berani mencoba mengugurkan kandungan Putri semua itu terjadi atas kendali yang Claudya perintahkan!"
"Jika Milli memang benar melakukan semua itu atas dasar paksaan kenapa dia harus setakut itu sampai-sampai tega lebih membiarkan Kakak kandungnya yang terluka. Jika dia pandai kenapa dia tidak meminta bantuan pada Polisi jika dirinya sedang diancam? Masih punya banyak cara jika dirinya mendapatkan tekanan tidak harus mengorbankan diri orang lain untuk melindungi orang yang dia kasihi?"
"Memang sangat sulit untuk membuat kalian percaya, tapi sejujurnya selain mengancam jika Mamanya akan dilukai Milli juga punya kesempatan mendapatkan uang sebesar 500 juta yang Claudya berikan jadi itulah alasan kenapa dia mau mematuhi semua perintahnya!"
"Ia siapa yang tidak akan tergiur uang sebanyak itu jadi pantas saja Milli dengan bodohnya menuruti semua permintaan yang Claudya inginkan. Sedangkan disisi lain hanya demi uang dia rela melukai saudara kandungnya hanya demi uang bukankah itu hebat kan?"cela Revan.
"Kamu salah Revan. Milli menerima uang itu bukan untuk ia gunakan foya-foya, tapi dia gunakan uang itu untuk bertahan hidup bahkan menurutku jika Milli tidak mendapatkan uang 500 juta dari Claudya mungkin sampai detik ini kalian tidak akan pernah melihat wajah Milli lagi. Atau bisa dibilang mungkin Milli sudah mati karena gagal mendapatkan penangangan dengan langsung akibat rusaknya ginjal kanannya!"
__ADS_1
"Maksud kamu apa Rafa?"tanya Putri yang langsung menghampirinya lebih dekat
"Apa kalian masih ingat akan kejadian yang menimpa Milli beberapa hari yang lalu dimana ia mendapatkan masalah adanya seseorang yang memukulnya dengan kejam? Dari sanalah semua kejadian ini bermula akibat pukulan itu Ginjal Milli bermasalah, sebelum aku menyabotase hasil lab itu Dokter menyatakan jika ginjalnya sudah tidak bisa dipertahankan apalagi dengan adanya pembekuan darah dengan cepat ia harus mendapatkan penanganan dengan segera jika ia masih ingin bertahan hidup. Tapi karena Milli tidak ingin Maminya terluka karena keadaannya ia bingung dengan siapa ia harus meminta pertolongan apalagi selepas itu Claudya nekat menyuruh anak buahnya untuk menusuk Milli yang akhirnya kondisinya tambah semakin parah. Dalam waktu kurang 3 hari jika dia tidak segera mengambil langkah cepat mungkin hal buruk sudah menimpalinya jadi jangan salahkan dia jika ia berubah menjadi jahat dia rela melakukan semua itu karena dia ingin menolong nyawanya sebelum melindung Kakak kandung dan Maminya sendiri!"
"Jadi ini yang membuat Milli bersikap kasar padaku? Bahkan aku pernah mendapati Milli mukanya sangat pucat ia memang sedang kesakitan aku bodoh bagaimana aku tidak bisa menyadari semua ini aku sangat bodoh!"ucap Putri yang hanya bisa menangis menyesali semuanya.
"Kamu sangat bajingan Rafa kenapa kamu sekejam ini jadi orang, kamu sengaja menyabotase hasil lab itu karena kamu tidak ingin kita mengetahuinya kamu sangat kejam apa kamu pernah berfikir jika pada waktu itu kamu tidak menyabotase nya mungkin kekacauan ini tidak akan pernah terjadi seperti ini apa kamu paham!"gertak Revan yang lagi-lagi melayangkan pukulannya tepat pada Rafa.
"Revan jaga emosi kamu tahan!"cela Gibran yang langsung menghalangi Revan untuk jangan memukulnya.
"Sekarang dimana Milli apa kamu tahu dimana dia sekarang?"tanya Putri.
"Terakhir kali aku menemuinya baru kemaren sore setelah itu kita tidak bertemu lagi. Dan percuma kalian mencari dirumahnya karena dia sudah dua hari ini tidak pulang karena dia sedang bersembunyi dari Claudya."
"Tapi sebelum itu ia menitipkan rekaman ini padaku, ia tahu jika kabarku menyerahkan diri kamu pasti akan menemui-ku jadi ambillah," ucapnya yang memberikan sesuatu pada Revan.
" Apa ini?"tanya Gibran yang langsung mengambilnya lantaran dirinya yang menghalangi Revan untuk tidak memukulnya.
"Ini adalah bukti rekaman suara gimana Claudya telah mengakui jika Claudya memang orang yang sudah menyuruh-ku untuk membunuh Nina.
Dan video rekaman ini adalah video dimana Claudya menyogok seseorang di bengkel untuk menutupi kasusnya lantaran menabrak Monika.
Dan video satunya adalah Video ku sendiri gimana aku dan Claudya tertangkap kamera berada tepat dari lokasi sebelum aku membunuh Nina.
Aku mengakui kalau aku telah membunuh jadi aku sudah ikhlas jika aku akan mendekam didalam sel tahanan sampai masa tahanan itu usai, tapi permintaan ku aku mohon sebisa mungkin kalian harus segera mungkin bisa menangkap Claudya karena dia wanita yang sangat licik ia mampu membunuh seseorang yang menghalangi niat jalan dari rencananya, saranku selain melindungi Putri kamu juga harus sebisa mungkin melindung Milli karena dia sudah berhasil mendapatkan semua bukti itu untuk menjebloskannya ke penjara, sampai saat ini Polisi masih mencari keberadaan Claudya jadi berdoalah semoga Milli selalu terlindungi sekarang!"
"Sekarang tunggu apa lagi ayo cepat kita cari Milli kita tidak ada waktu lagi aku takut dia akan terluka oleh Claudya!"
"Maaf masa kunjungan sudah selesai anda harus kembali kedalam lapas sekarang," timpal Polisi yang langsung berniat ingin membawa Rafa.
"Aku tahu tindakan kamu selama ini sudah sangat salah, tapi untuk kali ini aku benar-benar berterima kasih padamu Rafa karena kamu sudah memecahkan semua ini terima kasih!"
"Sama-sama Put, selain itu aku juga ingin minta maaf padamu maafkan aku kalau aku sudah sangat jahat sama kamu maafkan aku!"
"Aku sudah memaafkan-mu jadi cepat berubah lah lebih baik lagi agar kamu bisa menjadi Suami sekali ayah dari anak yang akan kamu dapatkan nanti. Dan untungnya kamu Monika tindakan kamu memang benar aku harus pergi ayo Revan, Gibran kita pergi sekarang!"ucap Putri yang langsung pergi bersama dengan Revan mau pun Gibran, sedangkan Rafa perlahan-lahan Polisi mengantarnya kedalam lapas kembali.
__ADS_1
BERSAMBUNG.