JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
TIDAK BISA MENGELAK 2


__ADS_3

Berjalan secara bersamaan dia orang itu pun akhirnya berjalan menghampiri mereka.


"Tidak, ini tidak mungkin kamu...kamu sudah meninggal mana mungkin kamu masih hidup, tidak ini tidak mungkin?" ucap Rafa yang merasa terkejut, tubuhnya ingin sekali ambruk, namun Monika dengan sigap langsung menangkapnya.


"Sayang kenapa kamu malah terkejut seperti ini melihat kehadiran Putri? Apa benar semua yang dikatakan Wanita ini jika benar kamulah orang sudah menghamili Putri. Dan kamu juga orang yang sudah merencanakan penculikan yang barusan ia katakan tadi?"


"Kamu lihat dia siapa? dia Putrii Wanita yang selama telah kamu siksa dengan habis-habisnya. Bahkan bukan hanya tidak bertanggung jawab kamu juga berniat ingin menyingkirkan dia dan juga janin yang ada dikandungan-nya apa itu tidak termasuk rencana pembunuhan berencana. Disini sudah ada polisi jadi cepat tangkap dia pak.


"Tidak semua ini tuduhan aku tidak pernah menghamili wanita ini mau pun berencana untuk membunuhnya tidak semua ini tipuan!"


"Aku punya banyak bukti untuk membuktikan jika kamu beneran pelakunya. Dan aku juga punya banyak bukti yang mengatakan jika Suamimu memang benar-benar seorang pembunuh karena akulah salah satunya orang yang akan ia bunuh waktu itu. Jadi banyak bukti yang aku dapat jadi jangan coba-coba untuk membela diri. Kapten bisakah kalian bawa siluman ini untuk pergi dari sini karena disini bukanlah tempat yang cocok untuknya," perintah yang kemudian beberapa anak buahnya pun mendekatinya.


"Baik Nona kami akan membawa mereka. Ayo ikut kami jika kalian ingin membela diri bicaralah didalam sel dan berkata pada tembok karena kebusukan kalian sudah tercium sekarang dan tidak ada lagi orang yang akan mempercayai kalian, jadi ayo cepat jalan!" perintahnya dengan berusaha memaksa Rafa untuk berjalan.

__ADS_1


"Tidak aku tidak terima, lihat saja Putri aku akan membalas. Aku akan membalas dan aku akan buktikan kalau aku tidak salah. lepaskan aku! lepaskan aku!" berontak Rafa yang ingin melepaskan diri.


"Perbuatan jahat harus dibalas dengan perbuatan jahat. Apa yang kamu lakukan sudah sangatlah keterlaluan Rafa jadi selamat menempuh hidup baru didalam sel sana. Dan aku doakan kamu menerima hidayah atas perbuatan kamu ini, cepat bawa mereka.


"Monika tolong aku, kamu harus percaya kalau bukan aku pelakunya, bukan aku!"


"Aku kecewa sama kamu Raf, selama ini aku sudah menganggap kamu adalah laki-laki yang sangat setia. Tapi apa? Apa yang kamu lakukan dibelakang-ku kamu malah menusukku dengan cara seperti ini. Aku benci sama kamu ....aku benci," hardik Monika yang langsung memeluk Mamanya.


"Monika kamu harus percaya ...kamu harus percaya sama aku, Monika!"


Dari kejauhan Putri yang melihat Monika nampak diselimuti dengan rasa bersedih, bertumpah air matanya. Putri yang melihatnya ia ikut menitihkan air matanya itu biar pun ia sadar jika pada kenyataanya apa yang ia lakukan nyatanya tidak akan pernah dianggap baik oleh Monika. Dan tidak akan berbalik membuat Monika menyayangi dirinya sebagai saudara tiri angkatnya.


Selangkah Putri berniat ingin menghampirinya, Mili dengan sigap ia langsung menyergap tangan Putri untuk jangan menghampirinya.

__ADS_1


"Mili kenapa kamu menghalangiku? Aku ingin menemuinya aku rasa dia butuh aku sekarang jadi aku harus menghiburnya?"


"Kak Putri sadarlah niat baik Kak Putri tidak akan mendapatkan imbalan apa-apa darinya. Jika kak Putri menghampirinya ia yang ada akan tambah marah dan membenci kak Putri jadi kak Putri harus sadar, kak Putri harus sadar dengan apa yang terjadi saat ini?"


"Tapi Mili?"


"Aku mohon kak percaya sama aku. Mereka bukanlah orang-orang yang dengan mudahnya memaafkan orang. Jika Kak Putri bisa memaafkan orang yang sudah menyakiti bahkan membuat hidup kak Putri menderita, percayalah mereka memiliki sifat yang sangat berbeda dengan Kak Putri jadi aku mohon jangan kak, Jangan!"


"Baiklah jika itu mau kamu aku akan ikut saran dariku," balasnya dengan air mata yang tak henti-hentinya menetes. Bahkan pandangannya tak henti-hentinya memandang dua orang itu yang mungkin tidak akan dianggap oleh mereka.


"Ya sudah kak aku kita pulang, kak Putri harus kembali lagi Ke rumah sakit. Kondisi kak Putri belum pulih total, jadi aku kita pergilah!" ajak Milli mencoba mengalihkan pandangan Putri.


Mengajak Putri untuk meninggalnya tempat ini. Pandangannya tak henti-hentinya menatap keduanya. Hinga akhirnya Milli pun berhasil membawa Putri keluar dari masalah yang mungkin akan membuat Putri tambah semakin merasa bersalah dengan keadaan ini.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2