JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MULAI MEMBAIK


__ADS_3

"Hukuman tetaplah hukuman, biar pun Istri anda berada didalam Rumah sakit, anda akan tetap kami tahan jadi nikmatilah hari-hari anda disini.


"Tidak. Aku tidak bisa lemah seperti ini, hidupku sudahlah hancur dan semua ini karena ketiga manusia sialan itu. Kalau bukan karena mereka mungkin aku tidak akan tertahan mendekam didalam sini. Dan pastinya aku juga tidak akan pernah kehilangan calon anakku mau pun Monika. Lihat saja, api harus dibalas dengan api, lihat saja apa yang akan ku lakukan ketika aku berhasil terbebas dari sini.


"Revan sekarang sudah malam jadi mendingan kamu pulanglah aku tidak apa-apa jika tingal sendiri disini?"


"Tapi Putri kamu benar-benar tidak masalah jika aku akan pulang?"


"Iya tidak masalah kok aku baik-baik saja, jadi mendingan kamu pulang dan minta maaflah pada Nina karena dia butuh penjelasan yang sebenarnya. Milli sudah menjelaskan semuanya padaku jadi kamu tidak bisa berkata bohong padanya, ingat api jika semakin membesar, api itu tidak akan pernah padam jika hanya disiram dengan seember ember air. Kita perlu membasahkan sesuatu untuk bisa memadamkan. Sama halnya dengan Nina dia butuh pelukan darimu dari aku mohon pulanglah.


"Baiklah aku akan pulang, tapi ingat kabari aku kalau ada apa-apa ya?"


"Iya aku akan kabari kamu nanti.


"Baiklah.


"Jujur Revan biar pun pernikahan kita hanyalah pernikahan paksaan, entah apa yang merasuki hatiku ini kenapa melihatmu sangat perduli dan perhatian padaku aku tambah semakin nyaman berada di-sampingmu. Apa mungkin cinta yang dulunya pernah padam, kini mulai bersemi lagi?"batin Putri yang mulai melamun, hingga tak lama suara seseorang nampak mengagetkannya.

__ADS_1


"Sudah lagi jangan dilihat terus orangnya udah jauh lagi.


"Milli kamu ngapain kesini?"


"Kenapa memangnya kalau aku kesini. Aku masih punya kedua kaki jadi aku berhak dong pergi kemana aja. Dan jangan GR jika kamu beranggapan jika aku datang kesini untuk minta maaf karena selama tindakan-ku benar aku tidak akan pernah mau minta maaf. Aku hanya ingin mengambil Hp jadi permisi!" Selangkah ia akan pergi, Putri yang melihatnya ia nampak malah menantangnya.


"Ya sudah kalau kamu mau pergi, pergi aja pintu sudah terbuka lebar kok!" timpal Putri tapi pandangannya masih fokus menatap Milli yang terlihat memikirkan sesuatu.


"Kamu tidak ingin mencegahku?"


"Tidak. Untuk apa aku harus mencegahku!" balasnya dengan menahan tawa.


"Milli kamu memang keras kepala, tapi cara kamu marah itu sudah menunjukkan jika kamu tidak sungguh-sungguh marah sama aku," ucap Putri tak lama ketukan pintu terdengar lagi.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


"Iya masuklah," perintah Putri segera seseorang itu menghampirinya.


"Revan kamu kenapa kembali lagi? Bukankah tadi kamu sudah keluar apa kamu tidak mau pulang juga?"


"Bukan seperti itu Put, tapi tujuan pertama-ku aku hanya ingin mengatakan kalau Rafa sudah tahu jika janin yang dikandung Monika keguguran. Dan ia nampak marah!"


"Aku sudah menduga itu. Dan tidak mungkin jika seseorang yang baru aja kehilangan seorang anak yang dinanti-nantikan tiba-tiba hilang dari sekejab, jika ia marah kepadaku aku sudah pasrah kok. Tapi aku hanya sedikit takut jika suatu saat nanti ia keluar dari penjara apa yang akan lakukan apa sifatnya sudah berbeda tidak membenci kita atau malah sebaliknya ia tambah dengan sama kita akibat kehilangan janin yang dikandung Monika itu?"


"Berubah atau tidak kita lihat saja nanti, tapi selama ia berani sama kamu? Kamu jangan takut lagi karena sekarang sudah ada dua orang yang akan selalu melindungi-mu?"


"Tapi sekarang kayaknya sudah tidak lagi dua orang karena aku rasa Milli sekarang pasti akan kembali membenciku lagi," balasnya nampak sedih.


"Kamu jangan bersedih aku rasa dia marah hanya sementara kok, dan besok aku rasa dia sudah akan kembali menjenguk-mu lihat saja besok," timpal Revan.


"Apa kamu yakin?" tanya balik Putri.

__ADS_1


"Iya aku sangat yakin!"


BERSAMBUNG


__ADS_2