
"Monika apa yang terjadi dengannya kenapa dia bisa sampai seperti ini apa yang terjadi dengannya?"
"Mama yang sabar dulu Dokter masih melakukan tindakan untuk menolong Monika jadi Mama harus tenang.
"Bagaimana Mama bisa tenang kalau Monika didalam sana lagi berada diantara hidup dan mati. Kamu gampang tingal ngomong, ini semua pasti ulah kamu kan? Kamu kan orang penyebab dari semua ini termasuk yang menabrak Monika hingga menjadi seperti ini? Pasti kamu kan pelaku yang sudah membuat anak saya jadi begini?"
"Jaga bicara anda, anda ini seorang Ibu tapi kenapa mulut anda seperti bebek yang hanya bisa berteriak menyalahkan seseorang tanpa adanya bukti yang pasti. Jika sekali lagi saya mendengar anda berkata kasar seperti itu pada Kak Putri, maka saya sendirilah yang tidak akan segan-segan menjebloskan anda kedalam sel tahanan bersama dengan menantu sialan anda itu apa anda paham!"
Timpal seorang wanita yang tiba-tiba datang dari arah belakangnya. Nampak tak takut akan siapa ia berhadapan saat ini, tatapan keduanya nampak mencekam dan tak segan-segan untuk saling memangsa satu sama lain.
"Siapa kamu berani sekali kamu berkata seperti itu. Apa kamu pantas berkata kasar seperti itu pada orang yang lebih tua darimu? Apa selama ini Ibu dan Ayahmu mengajarkan seperti ini cara menghargai orang yang lebih tua?"bentak Mamanya Monika tapi tak dihiraukan oleh Milli.
__ADS_1
"Anda tidak tahu seperti apa sifat orang tuaku jadi anda jangan seenaknya asal jeblak kalau ngomong. Jika disini ada orang yang disuruh berkata jujur harusnya anda yang malu pada diri anda sendiri karena mengajarkan Putri anda untuk merebut kekasih dari anak pertama dari Putri anda sendiri apa itu yang dibilang tata krama dan perlakuan baik?"
"Milli sudah kamu jangan teruskan lagi, malu dilihatin banyak orang cukup!"timpal Putri yang mencoba melerai Milli.
"Sudahlah Kak, selama ini hidup Kakak selalu diinjak-injak oleh Mak lampir berambut putih ini. Dia ibumu? Tapi dia sama sekali tidak pernah menghargai-mu sebagai Putrinya, jadi untuk apa kak Putri harus kasihan pada Wanita lampir ini?"
"Mendingan kita pulang aja, ayo pulang!" ajaknya yang langsung menarik tangan Milli.
"Kak kenapa sih kak Putri harus mengalah sama orang seperti dia. Jika dia saudara kandung dari orang tua kak Putri sendiri harusnya dia bisa menerima kak Putri sebagai keponakannya? Apalagi sela ini kak Putri sudah menganggapnya sebagai Ibu angkatnya tapi apa yang ia tunjukkan ia bersikap sangat kasar bahkan dia seperti sangat benci sama Kak Putri?"
"Ini masalah-ku jadi hanya aku yang berhak untuk memutuskannya mau pun membencinya. Dan kamu? Kamu hanyalah orang baik yang tiba-tiba jadi pahlawanku jadi harusnya kamu tidak perlu ikut campur sama urusan-ku apalagi jelas-jelas ini adalah urusan pribadi ku. Aku paham kamu sangat tidak terima dengan semua ini Milli, tapi sadarlah sekarang posisinya sangatlah berbeda jika saja kemaren kamu tidak mengatur rencana gila seperti itu semua ini tidak akan pernah terjadi, Monika mungkin tidak akan pernah kehilangan janin yang ada dikandungan-nya apa kamu paham itu?"
__ADS_1
"Jadi maksud Kak Putri? Kak Putri menyalahkan aku dalam masalah ini. Kak Putri menyalahkan aku dalang dari semua kekacauan ini termasuk gugurnya kandungan Monika saat ini? Maaf kak mungkin apa yang aku katakan ini akan sangat menyakiti kak Putri, tapi apa kak Putri sadar kak Putri sangatlah bodoh karena kak Putri lebih mementingkan memikirkan kebahagiaan orang lain tapi disisi lain kebahagiaan kak Putri berada diujung tanduk. Kak Putri sadar di-dunia orang berhak untuk melindungi dirinya sendiri tapi gimana dengan Kak Putri? Kak Putri malah seakan-akan sudah menyerah dengan keadaan bahkan sudah tahu hidup kak Putri selalu diinjak-injak tapi kenapa kak Putri masih juga membelanya?" bentak Milli yang emosinya tidak bisa ditahan yang akhirnya tanpa berkata ia beranjak pergi dari hadapan Putri dengan beberapa tetesan air matanya yang mulai berjatuhan.
"Maafkan aku Milli aku mungkin terlihat sangat bodoh, tapi aku melakukan semua ini karena aku tidak mau kamu akan ikut jadi korban akibat terlalu membelaku. Cukup aku aja yang menderita asalkan kamu jangan, kamu sudah terlalu baik dan banyak menolongku jadi sudah cukup. Sudah cukup kamu membahayakan dirimu sendiri karena aku sudah cukup!"
"Harusnya kamu tidak perlu memarahinya seperti ini. Dan kamu juga tidak perlu menyalahkan dia dengan kata kasar seperti itu? Aku tahu dia orang yang baik, tapi biar bagaimana pun kejahatan memang harus dibasmi. Apa yang sudah dilakukannya menurut-ku itu sudahlah benar?"
"Iya aku tahu apa yang ia lakukan sudah sangatlah benar, tapi caranya yang aku tidak suka disisi lain ia membantu permasalahan orang lain, tapi disisi lain ia malah mendekatkan masalahnya sendiri dan menantang balik si-penjahat itu? Mungkin orang yang sudah menjebak kita pada saat malam itu dia adalah Rafa, jadi aku tidak mau Milli akan jadi korban selanjutnya dari ulah Rafa!"
"Tapi kamu tidak perlu khawatir Rafa sekarang sudah mendekam dipenjara jadi kamu jangan cemaskan soal itu lagi. Sekarang yang terpenting kembalilah ke ruangan rawat kamu kondisimu belumlah pulih ayo kembali," ajaknya yang langsung menuntut Putri untuk kembali keruang rawat sebelumnya
BERSAMBUNG.
__ADS_1