JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MEMPERBAIKI MASALAH


__ADS_3

Satu pukulan hampir saja mengenai wajah Putri. Akan tetapi dengan sigap, Gibran menghalaunya sekaligus mencegah tangan pria itu untuk menyentuhnya


Tangannya yang seketika berada dalam genggaman Gibran. Gibran yang hanya tersenyum licik kearahnya. Ia lantas menghempaskan tangan tersebut dan membuat pria itu berbalik terjatuh tersungkur kelantai.


"Kamu? Berani sekali anda melakukan ini pada saya. Apa anda tidak takut kalau saya akan melapor tindakan anda ini pada polisi?" ancam seseorang itu, tapi ekpresi yang ditunjukkan Putri mau pun Gibran, ia hanya tersenyum seolah-olah sudah siap menerkam mangsanya.


"Pukul...tidak! Pukul...tidak! Sudahlah jangan pukul dia Gibran. Karena tenaga kamu akan terkuras untuk menghadapi si korupsi ini. Dan anda? Jika anda ingin melaporkan kita ke Polisi silahkan laporkan karena aku tidak akan pernah takut dengan ancaman anda itu. Dan satu lagi anda itu sudahlah terpojok bahkan anda tidak tahu dengan siapa anda berhadapan saat ini. Awalnya aku diam dan tidak mau membahas masalah ini, tapi andalah yang sengaja memancing amarah saya. Jadi tunggulah hukuman yang tepat untuk anda nanti!"


"Satu lagi aku tau lagi siapa nyonya yang kamu bilang? Wanita sekaligus pemilik Perusahaan ini dia bernama Cassandra kan?"tanya Putri yang seketika mengejutkan Pria tua tersebut.


"Tau darimana kamu soal Wanita bernama Cassandra? Kamu gak lagi mencoba menipuku kan?"tanya Pria itu dengan wajah takutnya.


"Pertama anda pasti sudah dengar kan jika Putri Nyonya Cassandra akan datang kesini?"


"Saya tanya darimana kamu tahu tentang semua ini?"


"Iya saya tahu karena sayalah anak dari Nyonya Cassandra. Dan anda? Anda sudah menunjukkan siapa jati diri anda yang sebenarnya termasuk sifat anda yang seolah-olah dari pengusaha di Perusahaan ini!"


Terkejut dengan apa yang barusan ia dengar tadi. Wajah Pria itu terlihat memucat, bahkan raut wajahnya terlihat sangat malu dengan cara apa ia bisa menghalau serius masalah yang barusan ia hadapi!"


"Satu lagi ada seseorang yang ingin berbicara denganmu jadi cepatlah katakan!"timpal Gibran yang menunjukkan video call bersama Wanita bernama Cassandra tersebut.


"Jadi seperti ini cara kamu mempekerjakan para karyawan disana. Dan seperti ini cara kamu membedakan mana yang kaya dan mana yang kurang mampu. Apa anda pikir dengan perilaku dan tindakan anda yang pilih kasih dan suka merendahkan saya akan tetap mau menerima anda disini. Tidak! Itu tidak akan pernah terjadi jadi cepat pergilah karena Perusahaan ini sudah tidak membutuhkan bantuan anda lagi cepat pergi!"


"Nyonya apa maksud Nyonya. Apa gara-gara omongan mereka Nyonya marah besar seperti ini pada saya, ini tidak adil Nyonya ini tidak adil!"


"Siapa yang bilang tidak adil. Tindakan kamu sudahlah melewati batas. Apa yang kamu lakukan sudah sangatlah melewati batas jadi mungkin tempat ini terlalu baik untuk kamu, jadi cepat pergilah!"

__ADS_1


"Tidak ini tidak adil nyonya ini tidak adil!"


"Saya atas nama Putri dari nyonya Cassandra saya minta cepat-lah pergilah!"


"Tidak ini tidak adil! Ini tidak adil!"


"Pak satpam bisa bantu saya untuk keluarkan mereka?"


"Baik Nyonya," timpal salah satu satpam yang memaksa pria itu untuk keluar dari perusahaan ini.


"Dan untuk kalian semua perkenalkan nama saya Putri varellina Alexandra, mulai sekarang kalian bisa memanggilku dengan sebutan Putri. Dan pria ini Sekretaris saya, saya harap kalian bisa menerima saya dengan baik sebagai pemimpin baru kalian terima kasih ya sudah lanjutkan kerja kalian,"pintanya.


"Baik nyonya,"ucapnya yang hanya bisa mengangguk kepalanya.


"Saya sama sekali tidak bisa menduga jika Nyonya Putri bisa sigap ini menghadapi para penipu itu,"ucap Gibran.


"Baik Nyonya saya akan mengambilkannya permisi," ucapnya segera ia pun pamit pergi.


Tak jauh berbeda dengan apa yang dilakukan Putri. Milli yang sehabis dari kampusnya langkahnya terlihat melemah serasa tidak ada tenaga untuk membangkitkan staminanya.


Berjalan menelusuri anak jalan. Pandangannya dikejutkan dengan adanya dua Wanita yang memuji akan pakaian yang dikenakannya.


"Dres kamu ini sangat bagus dimana kamu membelinya apa kamu membelinya di online shop?"tanya Wanita berambut memerah.


"Tidak, aku tidak beli di online shop aku hanya beli di butik Merpati Shopping tapi ya gitu harganya sangatlah mahal disana, jujur jika aku disuruh memilih aku ingin sekali menjadikan butik itu sebagai langganan ku karena disana banyak model-model baru, tapi setelah tahu berapa harga berkisaran berpakaian, aku jadi engan untuk kembali lagi kesana,"timpal Wanita berambut pendek yang terlihat agak kecewa.


"Tunggu Merpati Shopping? Itu kan butik Mama apa benar Mama memberikan harga mahal disana? Aku gak salah dengar ini?"gumamnya merasa penasaran, berlalu ia mengambil ponsel dari dalam sakunya dan menelfon seseorang.

__ADS_1


"Iya sayang ada apa kenapa kamu tiba-tiba menghubungi Mama? Mama sekarang lagi ada di Restoran jadi mungkin nanti baru bisa pulang ada apa?"


"Tidak ada apa-apa kok Ma, ini Milli hanya ingin tanya apa Mama memberikan harga tinggi pada pakaian yang Mama memperjual belikan pakaian di Merpati Shopping dengan harga tinggi?"tanya Milli dengan rasa penasarannya.


"Siapa yang bilang sayang? Mama tidak memperjual belikan pakaian berharga mahal disana. Bahkan Mama sengaja memberikan harga cukup murah karena Mama tahu dengan cara seperti ini Mama bisa membagi rezeki dengan sesama saudara yang lainnya,"timpal Mamanya.


"Baiklah Ma kalau gitu, Milli tahu permasalahan sekarang, kayaknya benar dugaan Milli ada yang tidak beres dengan butik Mama. Milli ingin kesana untuk mencari tahu yang sebenarnya Ma."


"Baiklah sayang kamu kesana aja, Mama lagi sibuk disini soalnya kabari Mama kalau kamu menemukan hal yang mengganjal ya?"


"Iya Ma Milli akan kabari Mama nanti ya sudah Milli cabut dulu ya sambungannya?"


"Iya sayang berhati-hatilah."


"Iya Ma."


Merasa ada yang aneh dengan cara kerja di-butik milik Mamanya. Ia berpura-pura menjadi seorang gadis sederhana yang berpura-pura mau belanja di butik tersebut.


Sesampainya ia dibuat terkejut melihat seorang wanita yang bersikap kasar padanya lantaran melihat Milli yang memegang pakaian yang pada bergantung rapi.


"Anda lagi cari apa? Apa anda lagi mencari pakaian yang cocok untuk anda kenakan?"ucapnya dengan tatapannya yang seolah-olah menyepelekannya.


"Maaf anda siapa? Saya tahu saya hanyalah anak miskin tapi apa salah jika saya ingin membeli pakaian bagus disini,"ucap Milli dengan berpura-pura.


"Saya ini orang kepercayaan nyonya Cassandra di butik ini. Dan setelah pemilik dari butik ini yang tidak bisa diganggu karena kesibukan beliau menugaskan saya sebagai orang kepercayaannya. Dan anda? Anda hanyalah orang miskin apa anda mampu membeli pakaian mahal disini? Bahkan pakaian yang kamu kenakan saat ini sangatlah dekil dan terlihat sangatlah murah jadi sebelum anda menginjakkan anda ketempat ini anda harus sadar siapa anda apa anda paham dengan ucapan saya ini?"


BERSAMBUNG.

__ADS_1


__ADS_2