JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
REVAN KECELAKAAN


__ADS_3

Sekali lagi terima kasih atas kehadiran anda hari ini, dan meluangkan waktu anda untuk mendatanggi saya secara langsung. Karena anda sudah setia menyetujui rencana kerja sama ini, dan saya harap dengan kehadiran kita ini memberi semangat sekaligus awal baru bagi kesuksesan bagi perusahaan kita masing-masing.


"Saya sekarang merasa sangat senang akhirnya kita bisa menjalankan rencana kerja sama ini pada perusahaan kita masing-masing. Dan saya yakin pasti rencana kerja sama kita ini akan memberikan pengaruh besar pada perusaahan ini lebih maju dan tetap menjadi perusahaan terbesar nanti,"balasnya.


"Saya sangat senang dengan semangat yang Tuan Bimo lakukan sekarang."


"Nyonya jangan pangil saya dengan sebutan Tuan Bimo, karena saya ini hanyalah pemimpin biasa, bahkan bisa dibilang jabatan saya ini lebih besar dari jabatan Nyonya Putri, jadi akan lebih baik jika Nyonya pangil saya dengan sebutan Bimo saja, kan umur kita juga sama kan, jadi biar sama-sama enak kita sama-sama memangil dengan sebutan nama saja itukan lebih baik bukan."


"Iya benar yang anda katakan panggilan itu memang lebih bagus untuk kita ya sudah minumlah,"timpalnya


"Baiklah, saya bener-bener tidak menyangka jika anda benar-benar sangat berbeda dengan kebanyakan orang-orang. Anda juga memiliki hati yang sangat baik dan tulus. Jadi gak salah jika perusahaan yang sedang anda jalankan selama beberapa bulan ini selalu lancar tanpa ada halangan apapun. Bahkan peningkatannya saya akui selalu diatas peningkatan yang tinggi, saya salut sama anda,"puji Bimo.


"Sama halnya dengan anda, anda juga seseorang yang baik dan dermawan, oh iya apa anda sudah berkeluarga?"tanya Bimo kemudian.


"Iya beberapa bulan yang lalu saya memang sudah berkeluarga, tapi setelah saya tau suami saya hanya kasihan kepadaku aku akhirnya memutuskan untuk meninggalkannya, tapi biar pun aku meninggalkan dia disaat perasaan ku masih ada aku masih bisa bahagia kok dan keputusan ku tidak membuatku merasa menyesal telah meninggalkannya,"balas Putri.


"Sangat disayangkan padahal anda ini orang yang sangat baik dan pastinya kecantikan anda sudah tidak bisa dikatakan lagi. Suami anda pastinya akan sangat menyesal telah menduakan anda, anda juga masih sangat muda jadi carilah Pria yang jauh lebih tulus ketimbang mantan Suami kamu itu,"balasnya.


"Terus anda sendiri apa sudah berkeluarga?"


"Iya saya juga sudah berkeluarga, tapi ya gitu saya cukup trauma disakitin seorang Wanita yang hanya memilih harta saya jadi sama seperti yang anda alami saya akhirnya menceraikannya karena saya sudah tidak betah lagi bersamanya


"Kamu mengambil keputusan yang tepat, apa yang anda lakukan itu memang benar terbaik.


"Oh iya tapi saya pikir-pikir kita berdua banyak kesamaan apa anda tidak keberatan jika kita mulai berdekatan atau bisa dibilang kita mencoba kehidupan baru bersama misalnya?"


"Tapi saya ....


"Baiklah saya mengerti apa maksud anda, saya akui Pria seperti saya memang tidak cocok berdamping dengan anda jadi gak papa saya bisa pahami kok,"


"Harusnya aku tidak mengatakan kata apa-apa tadi." Baiklah aku bersedia menerima tawaran kamu aku lihat kamu Pria yang jujur jadi jangan masukkan kehati sama maksud aku tadi, aku sama sekali tidak ada niatan apa-apa,"balasnya.

__ADS_1


"Kamu serius mau menerima saya?"


"Iya bersedia menerimamu,"balasnya.


"Terima kasih,terima kasih karena kamu sudah memberiku kesempatan terima kasih!"


"Iya sama-sama ya sudah kita lanjutkan makan,"pinta Putri, Bimo yang menatapnya ia hanya bisa tersenyum.


Lagi sama-sama fokus menyantap menu makanan yang dipesannya, pandangannya yang seketika fokus pada satu mangkok yang terdapat hidangan seperti bakso yang sangat menggugah selera. Akan tetapi melihat kenikmatan itu, Putri malah terdiam dan melamun mengingat akan kenangan dimana ia belasan tahun yang lalu pernah makan bersama dengan Nina dan juga Revan sewaktu SMA. Gurauan, candaan yang selalu ada untuknya tapi sekarang semua kenangan manis ia rasa tidak akan muncul lagi.


Bimo yang tadinya sudah menyantap beberapa sendok, kini pandangannya pun teralihkan sesaat ia melihat Putri yang hanya melamun sembari menatap hidangan dalam mangkok tersebut.


Menepuk pundak Putri secara tiba-tiba, lamunannya pun akhirnya buyar, dan berbalik ia pun menatap balik kearah Bimo.


"Kamu kenapa? Apa kamu ada masalah?"


"Tidak, aku tidak apa-apa. A... aku baik-baik saja jadi kita lanjutkan makan lagi.


"Apa kamu melamun seperti ini. Karena kamu mengingat akan seseorang yang mampu membaut mu bahagia? Atau mungkin kamu teringat akan persahabatan?" tanya Bimo yang spontan membuat pandangan Putri pun menatap dirinya.


"Apa yang kamu lakukan lepaskan aku! Lepaskan aku!" gertak Putri yang berusaha melepaskan cengkraman dari seorang pria yang tak lain adalah Revan.


"Aku bilang ayo ikut aku kalau kamu tidak mau aku lebih kasar dari ini ayo ikut aku,"bentaknya dengan menarik tangan Putri dengan kasar.


"Cukup. Dia ini hanya mantan istrimu apa kamu pantas memperlakukannya dengan cara kasar seperti ini?" gertak Bimo yang kemudian menghalanginya dengan berbalik menarik tangan Putri.


"Diam. Ini bukanlah urusan-mu jadi jangan coba-coba iku campur dalam masalah ini, apa kamu paham?"


"Iya ini memang bukan urusan-ku tapi melihat kamu yang kasar memperlakukannya ini sudah jelas-jelas jadi urusan-ku apa kamu mengerti?"


"Ayo ikut aku!"

__ADS_1


"Selangkah kamu berhasil menghalangiku maka jangan salahkan aku kalau aku akan memberi perhitungan pada anda," ancam Revan dengan tatapan tajamnya.


"Baiklah aku mau ikut dengan-mu," balas Putri spontan membuat Bimo terkejut.


"Putri?"ucap Bimo.


"Ayo cepat jalan sekarang," gertaknya yang langsung menariknya.


"Astaga kejam sekali pria itu," ucap para pengunjung yang melihatnya.


"Sial pakai acara datang lagi itu orang bikin rencana ku gagal aja,"batin Bimo dengan mengebrak keras meja makan. Tatapan semua orang yang beralih menatapnya, Bimo mengeluarkan bentakan yang akhirnya membuat orang-orang yang pada sibuk menatapnya mengalihkan pandangannya dari Pria itu.


"Apa mau kamu sebenarnya kenapa kamu lagi-lagi menganggu ku kamu sadar kita sudah tidak ada hubungan apa-apa apa kamu masih ingin membuat hidupku hancur?"


"Putri sadarlah Pria itu bukanlah Pria baik-baik,dia sudah punya Istri apa pantas kamu menerima tawaran dari Pria yang sudah beristri apa kamu berniat ingin menghancurkan karir kamu sendiri?"


"Cukup Revan! Cukup! Apa sampai segitunya kamu ingin menghancurkan ku apa kamu masih belum puas atas apa yang sudah kamu perbuat? Kamu membohongi bahkan menyakiti ku apa sampai sekarang kamu belum mengijinkan ku untuk bahagia apa kamu masih berharap ingin menghancurkan ku yang kedua kalinya apa itu yang kamu harapkan?"


"Tidak Putri bukan seperti itu maksudku? Maksud ku baik ingin menyadarkan kamu dan menolong kamu dari Pria bajingan itu, ia mendekatimu hanya satu hal yaitu menguasai harta kamu hanya itu! Hanya itu apa kamu susah untuk mempercayaiku?"


"Sudahlah kamu lebih baik berhenti dari omong kosong kamu itu, kamu sudah banyak membuat ku menderita dan menipu ku dengan banyak hal apa sekarang kamu ingin aku mempercayai dengan semua perkataan omong kosong kamu itu cukup! Cukup jangan banyak berkata lagi karena aku tidak ingin mendengar-mu paham!"


"Putri aku mohon untuk kali ini percayalah aku mohon! Aku mohon!"


Tak perduli dengan semua perkataan yang diucapkan Revan, Putri yang langsung berlari menghindari Revan sedangkan Revan yang terus saja masih mengejarnya


Sebuah mobil avanza putih yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi yang akhirnya tanpa sengaja menabrak dirinya, dan membuat tubuhnya pun terpental jauh hingga beberapa kilo meter, dengan kepalanya yang menghantam kaca mobil dengan sangat keras membuat kaca depan pun retak dan pecah.


PYAR....BRUAK....


Mendengar suara benturan keras yang ia dengar dari arah belakang, langkah Putri yang tadinya berlari cukup kencang seketika terhenti. Tak berani menatap untuk membalikkan tubuhnya sendiri, Putri perlahan-lahan menengok kebelakang berapa terkejutnya dia setelah ia melihat dengan kedua mata telanjangnya Revan yang sudah dalam keadaan tidak berdaya diatas aspal dengan posisi bergelimpangan.

__ADS_1


Darah pun menggalir dengan sangat deras dibagian kepala belakang, kuping dan juga hidungnya setelah menghantam kaca depan tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dan terjatuh pingsan dengan kondisi sudah berlumuran banyak darah.


BERSAMBUNG.


__ADS_2