
"Laki-laki ini aku rasa dia laki-laki mesum bahkan senyumannya itu sudahlah terlihat jadi akan lebih baik aku pergi saja sebelum ia bertindak lebih nekat dari ini" batinnya yang kemudian ia berniat melepaskan genggaman tangannya.
(Bahasa Korea)
"Maaf aku harus pergi!"
Ucapnya yang hendak akan pergi. Akan tetapi karena terkejut dengan ucapannya barusan. Revan pun tanpa sengaja telah menarik tangan Wanita itu yang pada saat itu hendak inggin pergi. Karena terkejut dengan tarikan itu, Putri pun langsung jatuh ke pelukan Revan dan tanpa sengaja juga ia telah mengecup bibir revan yang seketika mereka berdua pun akan tindakannya barusan.
Tak sengaja berpapasan dengan jarak yang sangat dekat membuat Putri tidak bisa menghindarinya yang akhirnya tanpa sengaja ia pun malah menciumnya.
"Astaga apa yang aku lakukan, kenapa aku malah menciumnya," batinnya yang tanpa berkata mau pun mengucapkan sesuatu ia bergegas langsung pergi dari hadapan Revan. Revan yang tadinya terdiam tak terkutik kini dalam hitungan menit pandangannya pun menjadi bingung setelah terjadinya ciuman yang datang tanpa tak terduga barusan.
Malam yang sunyi dengan adanya angin sepoi-sepoi yang berhasil menusuk kulitnya yang membuatnya terasa sangatlah dingin. Akan tetapi Putri tidak memperdulikan semua itu setelah ia menatap kearah langit dan melihat Bintang-bintang yang bersinar terang sangatlah indah jika dipandang dan tak mungkin untuk dilupakan begitu saja.
Langkahnya yang tadinya berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti, kini langkah itu pun terhenti sembari menyaksikan pemandangan yang sangat indah.
__ADS_1
Tak lama secara kebetulan salah satu dari kumpulan Bintang yang bersanding itu pun terlihat berjalan yang dimana kata orang Bintang tersebut adalah Bintang yang jatuh.
Dan tak lama Putri pun mengingat akan perkataan atau pun hanyalah sebuah mitos belaka jika setiap ada orang yang melihat dan menyaksikan secara langsung akan terjadinya bintang jatuh. Satu ucapan atau pun keinginannya seseorang itu pun akan terkabul jika seseorang itu memandang Bintang dengan cara memejamkan kedua matanya secara perlahan maka permintaan itu akan terkabul.
Akan tetapi percaya atau pun tidak kita tidak tahu karena mitos atau fakta kita sendirilah yang merasakannya.
"Aku tidak tahu apa mitos itu memang beneran adanya dan mungkin ini adalah pertama kalinya aku mengikuti sebuah perkataan yang dimana orang-orang pada mempercayai semua itu. Aku mengikuti cara itu dan berharap apa yang aku katakan nanti memang beneran terbukti. Tuhan aku tidak tahu apa aku pantas berkata seperti ini. Apa aku pantas meminta impian jika pada kenyataannya seseorang itu memang beneran sudahlah terlebih dulu meninggalkanku dengan luka yang sangat menyakitkan ini.
Satu kata dan ucapan baru saja diucapkan oleh Putri. Dan belum juga Putri terdiam bahkan air matanya belumlah surut langkah kaki seseorang terlihat mulai berjalan kearahnya, datang dan mengatakan sesuatu yang akhirnya membuat pandangan Putri pun beralih menatap kearah suara tersebut.
"Dan kenyatannya impian kamu akan segera terkabul Putri," timpal seseorang yang tak lain adalah Revan.
Lampu yang menghiasi pepohonan dan terdapat beberapa bunga mawar merah mau pun putih yang juga menghiasi taman ini pun seketika membuka mata Putri terbuka sangatlah lebar bahkan ia seperti tidak mempercayai dengan apa yang barusan ia lihat saat ini.
Melihat langsung dengan kedua matanya sendiri ia pun tidak bisa mempercayai siapa seseorang yang berada dihadapannya saat ini.
__ADS_1
Langkah Revan yang tambah semakin mendekati Putri membuat air mata Putri mengalir sangatlah deras bahkan tidak bisa dihitung akan berapa jumplah jika dikumpulkan.
"Stop!"
Satu ucapan yang seketika menghentikan langkah kaki Pria yang sudah tingal menghitung langkahnya.
"Apa yang kamu lakukan disini dan pria tadi? Jadi Pria itu adalah kamu?"
"Iya itu memang aku Putri. Aku kira selama ini kamu sudah sangat membenciku akibat perbuatan ku yang kemaren tapi nyatanya didalam rasa benci yang kamu tunjukkan masih terselip perasaan sayang yang masih kamu sembunyikan dariku, maafkan aku Put mungkin apa yang sudah aku lakukan sudah sangat menyakiti hatimu tapi apa kamu mau memaafkan-ku
"Maaf! Kamu bilang maaf dihadapan ku seperti ini apa kamu sadar kamu itu sudah dengan gampangnya menaruh pecahan beling yang sudah membuat hatiku sangatlah sakit. Apa setelah semuanya sembuh kamu berniat ingin melukai ku lagi dengan cara yang lebih kasar?"
"Aku tahu jika perbuatan ku memang sangatlah tidak pantas untuk dimaafkan tapi biasakah kamu memaafkan-ku. Aku janji setelah kamu bersedia memaafkan-ku aku akan pergi dari kehidupan kamu untuk selama-lamanya, atau bisa dibilang aku mungkin tidak akan pernah menampakkan wajahku lagi dihadapan mu aku akan menghilang jadi aku mohon maafkan aku! Maafkan aku!"
"Maaf memang ucapan itu sangatlah mudah untuk diucapkan. Bahkan banyak orang bisa mengatakan kata itu dengan mudahnya bahkan bisa memaafkan dalam satu ucapan setelah kesalahan apa yang telah ia perbuat, tapi maaf kata maaf rasanya tidak akan berguna bagiku biar pun kamu memohon-mohon sampai bersujud pun rasa benciku ke-kamu tidak akan memudar apa kamu paham. Dan ingat jangan harap kalau aku akan begitu mudahnya termakan akan omong manis mu karena itu tidak akan pernah terjadi paham!"
__ADS_1
Langkahnya yang berniat akan pergi, raut wajah amarah tak bisa lagi ia sembunyikan. Dengan menggenggam erat tangannya ia ingin sekali meluapkan amarahnya tapi apa daya apa yang ingin ia lakukan nyatanya masih sangatlah lemah untuk bisa ia lakukan. Dengan tatapan benci yang ia tunjukkan akhirnya dengan perasaan kecewa Putri pun pergi dari pandangannya tak menghiraukan jika didepannya masih ada laki-laki yang berharap untuk bisa memaafkannya.
BERSAMBUNG.