
Pancuran sower air yang sedari tadi terus menerus mengalir tanpa henti. Dan menguyur tubuh Putri dari atas ujung kepala, sampai ujung kaki, hingga sekujur tubuhnya seketika membuat tubuhnya menjadi basah kuyub, dan hal itu tidak membuatnya untuk bangkit lantaran air yang cukup sangat dingin ketika menguyur tubuhnya.
Berharap hidupnya akan menjadi lebih baik, kini harapannya seketika musnah setelah ia sadar diri jika dirinya ternyata menjadi istri kedua dari sahabatnya sendiri.
"Aku tidak sanggup menghadapi semua ini aku tidak sanggup, gimana reaksi orang-orang jika mereka tahu jika aku adalah Istri kedua dari Wanita lain. Gimana reaksi orang-orang jika mereka tahu kalau aku tidak lebih dari seorang ****** yang menikah dengan seorang laki-laki, sedangkan laki-laki itu ternyata sudah beristri apa yang harus aku lakukan apa?"
Tak jauh berbeda dengan apa yang dialami Putri saat ini. Nina yang hatinya merasa sangat hancur berkeping-keping akibat penghianat ini, ia tidak sanggup lagi jika harus bermalam dengan Pria bernama Revan yang jelas-jelas masih berstatus Suaminya.
Menginap di-rumah Claudya yang tak lain adalah Sekretaris Revan sendiri, Nina meluapkan semua kesedihannya pada Wanita itu. Air mata yang sedari tadi terus saja menjatuhi pipinya, hanya Claudya-lah orang pertama yang mampu ia jadikan penopang semangatnya saat ini. Disaat hatinya sudah hancur lebur dialah orang yang bisa ia andalkan.
"Sudahlah Nina kamu tidak usah tangis'i lagi Pria macam itu, jika kamu terus saja menangisinya kamu sendiri yang akan hancur. Sedangkan mereka yang akan menerima kemenangan ini. Ingatlah kamu bukanlah Wanita yang lemah yang dengan mudahnya kalah akan keadaan, ingat selama 3 tahun kamu berhasil memendam kecewakan dan penghianatan ini jadi harusnya kamu kuat menerima kenyataan ini kamu harus kuat Nina kamu harus kuat!"
"Tapi Ya kamu tidak tahu gimana rasanya hancurnya hatiku ini. Kamu tidak tahu betapa sakitnya rasa sakit ini ketika kita tahu jika Suami kota menikah dengan Wanita yang tak lain adalah sahabat terbaik kamu sendiri kamu tidak akan tahu.
"Aku tahu Nin aku memang tidak tahu seperti apa rasa sakit yang kamu hadapi saat ini, tapi aku tahu kamu? Kamu bukanlah Wanita lemah yang akan diam dan kalah melawan penghianatan ini. Sekarang aku tanya kamu sudah tahu sifat asli dari sahabat kamu itu jadi apa kamu masih mau menganggapnya sebagai sahabat terbaik lagi?"
"Tidak. Aku tidak mau.
"Bagus. Ini yang aku suka dari kamu ingat Nina biar pun dia sahabat kamu tapi apa yang sudah ia lakukan sudah melewati batas, jadi kamu harus bersikap tegas dan berani pada mereka. Jika mereka tahu kamu kalah seperti ini mereka tambah akan lebih berkuasa menginjak-injak harga dirimu nanti jadi kamu tidak boleh lemah ya?"
beberapa ucapan yang berhasil membuat Nina percaya akan perkataan manis yang barusan diucapkan Claudya barusan. Dengan Nina yang bersender di-bahu sebelah kanan Claudya, nampak Claudya yang melihat Nina sedari tadi ia menangis senyuman sinis tiba-tiba terlihat dari raut wajahnya.
"Nina ...Nina kalau seumpama ada penghargaan buat manusia terbodoh di dunia, mungkin penghargaan itu sangat cocok untuk kamu dapatkan. Karena apa? Karena kamu dengan mudahnya percaya sama semua tipuan-ku bahkan yang lebih parahnya lagi kamu lebih mempercayai-ku daripada harus percaya dengan laki-laki yang jelas-jelas sudah menjadi Suamimu lebih dari tiga tahun ini. Bahkan percaya jika Suami-mu sudahlah selingkuh padahal jelas-jelas semua itu hanyalah rekayasa yang aku buat untuk bisa merebutnya dari tangan-mu, kamu sangat bodoh Nina, kamu sangat bodoh."
Batin yang terus se'ucap, perkataan manis yang ia ucapkan nyatanya tidak sebaik dari sebuah perkataan tipuan belaka.
__ADS_1
FLASHBACK
"Dengan cara apa lagi aku harus menggoda Revan agar ia terpikat akan kecantikan dan bodi-ku ini. Dia sama sekali tidak ada tanda-tanda akan kemakan rayuan-ku ini, dia Laki-laki yang sangat susah untuk ditaklukkan," ucap seorang Wanita.
Dengan kedua tangannya yang menggenggam setir laju kendaraannya, tak lama fokusnya teralihkan setelah ia tak sengaja melihat mobil Revan yang sedang berhenti ditengah jalan. Biar pun jaraknya masih agak jauh tapi Claudya sangat kenal betul seperti apa postur tubuh Revan.
"Tunggu itu kan Revan sedang apa dia disana? Dan Wanita itu? Siapa Wanita yang sedang ia dekati itu, tunggu itu bukannya Putri aku harus menemuinya.
Selangkah ia akan keluar dari dalam mobilnya, langkahnya pun terhenti setelah sebuah rencana yang tiba-tiba melintas dalam pikirannya.
"Tunggu. Jika aku keluar Revan akan tahu jika sedari tadi aku telah membuntutinya. Kenapa aku tidak gunakan kesempatan ini buat melakukan rencana ke-dua-ku saja?"
Mengambil benda pipih, berlalu Claudya menelfon salah satu Nomor yang tertera pada layar ponselnya.
📞 Aku ada tugas buat kamu. Cepat datang ke lokasi **** karena ada kerjakan yang harus kalian lakukan.
*
*
*
"Gimana apa semua berjalan dengan sesuai rencana?"
"Rencana sudah kami laksanakan sesuai yang nyonya perintahkan. Kita berhasil memukul kedua manusia itu dan merebahkannya diatas ranjang seolah-olah mereka sedang tidur bersama. Dan kita juga sudah suntikkan obat tidur ke-tubuh mereka dan mungkin besok pagi mereka baru akan bangun. Mungkin sekarang tingal giliran Nyonya yang menjalankan sebuah rencana yang ingin Nyonya jalankan.
__ADS_1
"Baiklah saya suka dengan kerja kalian baiklah ambillah dan pergilah sekarang aku sudah tidak membutuhkan bantuan kalian.
"Baik Nyonya sekali lagi terima kasih, jika kapan-kapan Nyonya butuh Bantuan dari saya lagi dengan lapang dada kita siap membantu Nyonya.
"Baiklah cepat pergilah.
"Baik Nyonya.
" Tikus masuk kedalam jebakan apa sekarang aku harus menelfon Nina agar ia tahu pemandangan yang sangat mengejutkan ini. Tunggu? Tapi jika aku memberitahu Nina dia akan tahu jika mereka masih terbius obat bius jadi rencana apa lagi yang harus aku lakukan.
Dengan mengigit jarinya sebuah ide cemerlang pun muncul dalam pikirannya. Menunjukkan senyuman sinisnya ia tahu apa yang harus ia lakukan sekarang.
FLASHBACK
"Dan aku senang akhirnya rencana ini berhasil dengan sangat sempurna, biar pun ini adalah rencana dadakan karena aku harus membuat wanita yang bernama Putri itu ikut masuk kedalam jebakan ini, tidak apa-apa bagiku menyingkirkan wanita bernama Putri itu sangatlah gampang karena yang terpenting sekarang aku harus membuat persahabatan mereka hancur sehancur-nya barulah aku akan melakukan cara untuk membuat Laki-laki bernama Revan itu luluh padaku," batinnya dengan menatap tajam kearah Nina yang sedari tadi masih bersender di-bahunya.
Sekalian maaf ijin promo karya teman-ku ya ceritanya sangat seru dan menegangkan jadi jangan sampai terlewatkan.
Blurb:
Liontin adalah Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga. Saat mendapatkan cuti pertamanya, Liontin pulang ke Indonesia untuk menerima pinangan dari kekasihnya, Rangga.
__ADS_1
Dua minggu menikah, Liontin harus kembali ke Taiwan karena permintaan David (sang majikan). Mau tidak mau dia harus menjalani LDR dengan sang suami. Di tahun pertama pernikahan, semua baik-baik saja. Namun, suatu hari dia mendapati kenyataan pahit bahwa Rangga sudah menikah lagi dengan perempuan lain. Tak lama setelahnya ia diperkosa oleh David.
Bagaimanakah Liontin melanjutkan kehidupan ketika berada di titik terendahnya? Mampukah dia melalui semua cobaan?