JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
NASIB YANG SANGAT MALANG


__ADS_3

Dengan berlari sangat kencang ia pun berusaha menghindari dari Revan terus saja mengejarnya.


Akan tetapi sesampainya Putri dijalanan bukan pertolongan yang akan ia dapatkan, melainkan sebuah hantaman sangat keras yang tepat menggenai tubuhnya.


Setelah ada sebuah mobil avanza hitam yang melaju kearahnya dengan kecepatan sangat tinggi yang akhirnya telah menabrak dirinya, dan membuat tubuhnya pun terpental jauh hingga beberapa kilo meter.


PYAR....BRUAK....


Darah pun mengalir dengan sangat deras di-bagian kaki bawahnya setelah menghantam depan mobil tersebut, mencoba bangkit tapi apa daya, tubuhnya sudah tidak mampu lagi untuk bangkit yang kemudian tubuhnya pun tersungkur dengan kondisi sudah berlumuran darah.


Revan yang melihat dengan kedua matanya sendiri, langkahnya seketika terhenti melihat tubuh Putri yang terpental bagaikan barang yang siap terbuang pada tempatnya.


Pengemudi yang menyadari jika dirinya telah menabrak seseorang, ia segera keluar dari luar mobil dan ikut menghampiri Putri yang sudah dalam keadaan tidak berdaya tersebut.


Segera menghampiri, merangkul pundak Putri tapi yang dilakukan Putri hanyalah meringis kesakitan sejadi-jadinya. Revan yang dengan siaga ia menggenggam erat tangan Putri yang sedari tadi mencengkeramnya dengan kasar.


"Putri kamu yang kuat kamu pasti bisa melewati semua ini kamu yang kuat!"ucap Revan, segera ia mengeluarkan benda pipih dari dalam sakunya.


*****


Tak berapa lama mobil ambulance pun akhirnya telah sampai di Rumah sakit Citra medika yang lokasinya tak jauh dari tempat lokasi kejadian kecelakaan tadi.


Wajah Putri yang tadinya segar, kini pun terlihat sangat pucat bersimbah darah.

__ADS_1


Putri yang berada diatas brankar Rumah sakit dengan cepatnya orang-orang pun mendorongnya, dan langsung memasukkannya keruang ICU lantaran kondisinya yang sudah sangat memperihatiankan, dan harus segera ditanggani dengan segera.


Dokter dan Suster yang melihat kondisi Putri yang sudah sangat memperihatinkan, dengan segera mereka pun memeriksanya dan tak lupa memasangkan infus terlebih dulu.


"Dokter pasien dalam kondisi mengandung 6 bulan apa mungkin keadaan janinnya baik-baik saja?"


" Pasien sudah banyak kehilangan darah, dan sekarang detak jantungnya sudah mulai melemah jadi saya rasa kemungkinan tipis untuk janinnya bisa bertahan. Bahkan saya rasa kita harus segera mengeluarkan janin itu jika kita masih ingin mempertahankan nyawa ibunya, kita harus memberi pertolongan pertama dengan melakukan tindakan operasi saat ini juga, jadi cepat kamu keluarlah dan beritahu keluarganya sekarang. Karena kita sudah tidak punya banyak waktu!" perintah Dokter itu pada Suster yang sedari tadi nampak panik dan cemas.


"Baik Dokter!" balas sang Suster yang tanpa menunggu lagi, ia pun keluar dari ruang ICU.


"Aku mohon bertahanlah Putri aku mohon!"ucap Revan yang bolak-balik dengan raut wajah cemasnya, tak lama Milli pun datang setelah Revan yang menghubunginya tadi.


"Revan apa yang sebenarnya terjadi kenapa Kak Putri bisa sampai kecelakaan ada apa?"tanya Milli dengan raut wajah panik sekaligus marahnya. Belum juga Revan membalasnya salah satu Suster pun keluar dari dalam ruangan.


"Dia istriku Sus, gimana keadaannya apa dia baik-baik saja? Gimana kondisi keduanya Sus gimana kondisinya?"tanya Revan nampak sangat panik.


"Maaf untuk saat ini kamu sudah semaksimal untuk memberikan pertolongan pada sang Ibu. Akan tetapi janin yang ia kandung maaf ada kemungkinan tidak bisa kami selamatkan, jadi salah satu cara jika kalian ingin nyawa ibunya terselamatkan kalian harus mengikhlaskan janin itu untuk diangkat/ digugurkan secara paksa ," ucap Suster yang seketika membuat tubuh Revan hampir tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkannya tanpa harus merelakan janin itu?"tanya Revan.


"Saat ini kamu tidak ada waktu lagi. Dan sama seperti yang saya bilang tadi hanya itu cara satu-satunya untuk melakukan penyelamatan pada Ibunya,"timpal Suster lagi.


"Baik Sus lakukan apa yang menurut kalian harus dilakukan yang penting saya mohon selamatkan nyawa ibunya saya mohon!"

__ADS_1


"Kami akan melakukan operasi untuk mengeluarkan janin yang sudah tidak bernyawa jadi marilah melakukan pembayaran sekarang."


"Baik Sus saya akan membayarkan sekarang," ucap Revan nampak linglung tidak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini.


"Maafkan aku Put maafkan aku! Aku yang salah karena telah membuatmu jadi seperti ini maafkan aku!"


"Sebenarnya apa yang terjadi dengan Kakak-ku? Anda yang tadi bersama dengannya bahkan anda juga yang membawanya kesini apa yang sebenarnya terjadi apa?"tanya Milli nampak memberontak, ingin menyerang Revan tapi Gibran menghalanginya.


"Maafkan aku semua ini salahku! maafkan aku!"ucapnya yang hanya nampak pasrah dan menyesali semuanya.


Bergegas brankar yang ditempati Putri berbaring pun dikeluarkan dari ruang ICU, dan dengan segera dipindahkan keruang operasi.


terlihat sedikit redup dengan adanya sinaran cahaya dari beberapa lampu yang menyala tepat diatas berlangsungnya operasi yang dilaksanakan pada malam hari ini.


Beberapa Dokter yang menggunakan seragam hijau pun terlihat sangat sibuk, dan tidak bisa diganggu membuat suasana terlihat mencekam dan sedikit tegang.


Sedikit demi sedikit Suster pun membersihkan percakan da*ah yang sudah memenuhi hampir seluruh tubuh Putri.Setelah hampir 6 jam lamanya, akhirnya operasi pun berjalan dengan sangat lancar tanpa ada hambatan.


Dan kemudian setelah operasinya selesai, Brangkar yang digunakan Putri berbaring pun akhirnya dipindahkan keruangan IGD untuk mendapat penanganan medis. selanjutnya.


PENGUMUMAN


MAAF JIKA EPISODE HARI INI BANYAK YANG LONCAT-LONCAT. DAN MUNGKIN AKU BARU BISA UPDATE LAGI SEKITAR 1_2 HARI BERIKUTNYA KAKEK-KU BARU AJA MENINGGAL JADI BELUM BISA FOKUS UNTUK NULIS DULU TERIMA KASIH SEBANYAK-BANYAKNYA BUAT KALIAN YANG SUDAH MAU MENUNGGU LANJUTAN EPISODENYA SAMPAI JUMPA DUA HARI LAGI

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2