JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MENDAPATKAN BUKTI


__ADS_3

"Sekarang pukul 17:00 sore yang artinya aku hanya punya kesempatan beberapa waktu untuk bisa menyelinap masuk kedalam bengkel itu, tapi gimana caranya aku masuk jika aku sendiri tahu sampai saat ini ada seseorang yang masih membuntuti-ku?"batinnya dengan pandangan yang mengarah kanan kiri dan mendapati seorang Laki-laki yang sedang memperhatikannya.


Milli yang akhirnya menyadari jika nyawanya dalam kondisi terancam ia segera pergi dari tempat ini. Dan lagi-lagi seseorang itu berusaha untuk terus membuntutinya secara terus menerus.


"Gimana ini sampai detik ini Pria itu masih membuntuti-ku apa yang harus aku lakukan sedangkan tingal menghitung jam bengkel itu akan segera ditutup gimana dong?"batin Milli yang merasa panik.


Rasa panik dan cemas terus saja menghantuinya. Hinga akhirnya pandangan mata tertuju pada salah satu tempat yaitu toko baju.


"Iya disana aku harus kesana sekarang," ucapnya segera ia pun berlari dari kejaran Pria itu.


Berhasil masuk mengambil jaket hitam laki-laki dan rambut palsu sekaligus kumis palsu Milli bergegas menghindar dari seseorang yang membuntutinya. Masuk kedalam salah satu tempat ganti ia akhirnya merubah penampilannya layaknya seperti seorang laki-laki hinga ujung kaki sampai ujung kepala.


"Aku sudah berpura-pura menjadi seorang Laki-laki terus sekarang apa yang harus aku lakukan?"ucapnya tak lama ia melihat seorang Wanita yang berjalan kearahnya.


"Bisakah kamu membantuku untuk keluar dari tempat ini?"ucap Milli yang langsung menarik tangan Wanita itu.


"Maksud kamu apa? Dan ucapan kamu tadi kamu seorang Wanita?"


"Ini imbalan buat anda jika anda berani menerima tawaranku ini," ucapnya dengan memberikan 2 lembar uang berwarna merah pada Wanita itu.


"Baiklah tidak masalah," balas Wanita itu yang langsung mengecup lembaran uang itu.


"Terima kasih," balas Milli yang akhirnya ia pun mengandeng tangan kanan Wanita itu, Wanita itu yang berpura-pura menjadi pasangannya ia kemudian meletakkan kepalanya dipundak Milli sembari mereka yang berjalan kearah Pria yang telah membuntutinya barusan.


"Kemana perginya Wanita itu cepat sekali ia pergi sial bos pasti marah besar aku telah gagal membuntutinya,"


"Terima kasih anda sudah mau membantuku,"ucap Milli.


"Tidak masalah thanks ya!"ucapnya yang langsung pergi dari pandangan Milli.


"Wah senang sekali bisa dapat imbalan segampang ini hanya menjadi pacar pura-pura dalam kurang waktu 5 menit ia memberikan aku imbalan sebesar ini mimpi apa aku ini," ucapnya yang beberapa kali ia mengecup uang yang sudah berada dalam genggamannya.


Mendatangi salah satu bengkel cukup besar yang berada tak jauh dari tempat ia tadi, Milli akhirnya membongkar kembali penyamaran yang barusan ia lakukan tadi.

__ADS_1


"Bengkel Vegas ini gak salah lagi, ini memang bengkel yang terdapat CCTV jadi mungkin disini aku bisa menemukan titik terangnya, mendingan aku sekarang masuk aja."


Tidak menunggu waktu lebih lama, Milli pun akhirnya mulai memasukki bengkel itu sendirian. Melihat ada seseorang yang sedang mengerjakan salah satu pekerjaan Milli pun pun mendatanginya sekaligus menanyakan sesuatu.


"Maaf Mbak apa ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu petugas.


"Ini Mas, saya hanya inggin bertanya apa pemilik bengkel ini ada disini? Ada hal yang penting inggin saya bicarakan pada beliau. Karena saya inggin meminta ijin padanya untuk memeriksa CCTV di bengkel ini.


"CCTV untuk apa Mbak inggin memeriksa CCTV di Bengkel ini apa Mbak ada masalah?"


"Gini mas tadi malam lebih tepatnya sekitar pukul 23:00 malam saya baru aja menggalami kejadian pencopetan tepat didepan bengkel ini. Ada banyak barang berharga saya didalam tas saya itu salah satunya Ktp, beberapa Atm dan juga Sim. Dan setelah pelaku itu berhasil melarikan diri dan sampai sekarang belum juga tertangkap. Jadi tujuan saya kesini saya inggin melihat menggambil bukti rekaman Cctv itu untuk ditindak lebih lanjut lagi, apa Mas bisa memanggilkan atasan Mas?".


"Dimana ya Mbak, saat ini Bos kami tidak ada disini, dan beliau juga sangat sulit dihubungi jadi mendingan jika Mbak inggin melihat CCTV lihat saja Mbak gak papa, biar nanti saya yang akan bilang pada bos kami!.


"Mas serius?"


"Iya saya serius apa lagi ini menyangkut kasus kejahatan jadi, akan lebih baik pelaku itu segera ditemukan agak tidak meresahkan banyak warga disini. Karena saya juga sering mendengar kabar seperti itu, jadi silahkan masuk dan periksalah mbak gak papa.


"Baik mas kalau gitu saya ucapkan terima kasih ya mas."


"Iya gak papa kok Mas saya juga hanya sebentar kok nanti setelah saya menemukannya saya bakal samperin mas lagi!"


"Baiklah kalau gitu saya antarkan Mbak keruangan itu!.


"Baik mas," balas Milli yang kemudian ia pun mengikuti langkah kaki salah satu petugas bengkel


Setelah mendapat ijin memeriksa Cctv disini, satu persatu Milli pun memperhatikan setiap gerakkan pemutaran video yang sedari tadi belum juga muncul akan tanda-tanda.


"Tanggal dimana Nina menggalami kecelakaan kemaren tepat jatuh pada tanggal 09, sedangkan sekarang sudah memasuki tanggal 12 yang artinya jika dihitung dari hari sekarang sudah tepat masuk ke ketiga harinya. Tapi kenapa di rekaman ini tidak ada rekaman videonya apa mungkin rekaman CCTV disini sempat rusak pada tanggal itu? Tapi rasanya itu tidak mungkin lebih baik aku lebih teliti lagi memeriksanya."


Tanggal 09 hari dimana Nina kecelakaan dan meninggal jadi harusnya rekaman itu masih ada disini kecuali ada seseorang yang menghapusnya.


Perlahan-lahan Milli pun memutar kembali dan dimulai dari hari mundur dan memulainya dari hari 3 ke belakang.

__ADS_1


Sesaat ia melihat dan memperhatikannya secara serius terdapat lah rekaman yang memperlihatkan seorang laki-laki yang berbicara dengan seorang perempuan yang tak lain adalah Rafa yang terekam kamera sedang bolak-balik mengamankan suasana.


"Itu nampaknya seperti Claudya apa benar ini rekaman pada saat waktu kejadian? Iya itu beneran Claudya aku gak salah lagi tapi dengan siapa Claudya berbicara itu nampaknya bukan wajah Rafa tapi siapa Pria itu tapi sudahlah yang terpenting sekarang aku sudah mendapatkan rekaman ini jadi aku harus menyalinnya.


Setelah berhasil menyalin dan menyimpannya pada ponselnya sendiri, Milli yang berniat ingin mengembalikan pada menu semula ia melihat salah satu rekaman, melihat seseorang yang sangat mirip dengan Claudya, Claudya berbicara dengan seorang Laki-laki dengan memberikan segepok uang kepada laki-laki tersebut.


"Dasar Wanita lampir berkepala serigala, jadi dia juga pernah menyogok seseorang untuk menutupi sebuah kasus yang pernah ia lakukan tapi kasus besar apa yang telah ia perbuat? Dan mobilnya itu kenapa bisa sampai penyok seperti itu sudahlah aku tidak ada waktu aku harus menyalin lagi rekaman ini siapa tahu ini bisa berguna bagiku


Mendapatkan apa yang dia inginkan, bergegas Milli pun segera pergi dari tempat ini, dan tak lupa ia pun terlebih dulu pamit pada petugas bengkel tadi.


"Maaf Mas saya hanya inggin mengatakan kalau saya sudah menemukan rekaman video itu. Jadi dengan adanya bukti ini pasti pelaku pencopetan itu akan segera tertangkap sekali lagi makasih ya mas atas kebaikannya karena memberi ijin ke saya untuk melihat Cctv disini.


"Iya Mbak sama-sama, saya juga senang bisa membantu Mbak.


"Ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya Mas, ini ada uang sedikit buat mas sebagai imbalannya," ucap Milli yang memberikan beberapa lembar uang bernilai 100 ribu pada sang petugas.


"Gak usah Mbak, saya ikhlas menolong Mbak, jadi mendingan Mbak simpan kembali," tolaknya.


"Gak Mas saya juga sudah merepotkan mas, jadi ambil dan sekalian ajakin traktir temen-temen mas ini.


"Baiklah kalau mbak memang ikhlas saya akan menerimanya,mbak sekali lagi makasih juga mbak karena udah memberi kami upah.


"Iya mas sama-sama ya sudah kalau gitu saya pergi dulu ya mas, Assalamu'alaikum.


"Wassalamu'alaikum salam.


"Udah cantik baik lagi, coba aja kalau dia itu pacarku mungkin aku bakal jadi orang paling bahagia di dunia ini, bisa mendapatkan istri sebaik dia," ujar salah satu teman petugas yang sedari tadi hanya memperhatikannya dengan senyum-senyum tidak jelas.


"Mimpi kamu," sindir petugas secara langsung.


"Ya elah didoakan kan bisa, kenapa harus menyindir segala sih.


"Sudah-sudah jangan bertengkar, mendingan sekarang kita kerjakan tugas kita ini agar cepat selesai, dengan begitu kita bisa menikmati uang pemberian dari si neng tadi," cela salah satu temannya.

__ADS_1


"Giliran makan aja selalu ingat dasar kalian ini!"


BERSAMBUNG.


__ADS_2