
"Hujan tambah semakin lebat. Ini juga sudah hampir pukul 7 malam apa mungkin aku harus bermalam dengan seorang Wanita yang jelas-jelas bukanlah Istri-ku sendiri?" batinnya yang merasa tambah semakin bingung, beberapa kali ia mencoba menelfon Nina tapi apa daya Nina selalu tidak mengangkatnya.
"Nin aku mohon angkatlah aku mohon ....siap dia tidak mau mengangkat sekarang aku harus gimana?" Merasa tambah cemas tiba-tiba suara pun muncul setelah Putri yang tiba-tiba sadarkan diri.
"Kamu?"
"Putri ...kamu sudah sadar?"
"Revan. Kenapa bisa ada kamu disini mana Nina?"tanya Putri seketika terkejut melihat Revan yang sudah berada disampingnya.
" Disini tidak ada Nina. Aku tadi tidak sengaja menemukan-mu tergeletak di-jalanan karena cemas akhirnya aku membawa-mu kesini karena kebetulan suasana di luar juga lagi hujan sangat deras bahkan mobilku yang tiba-tiba mogok mau gak mau kita harus bermalam disini?"
"Tapi akan lebih baik aku pergi saja. Kamu sudah beristri apalagi Istri kamu adalah teman baikku juga, jadi aku tidak mau ada kesalahpahaman diantara kita jadi untuk menghindarinya akan lebih baik kita saling berjauhan saja.
"Baiklah aku tahu maksud apa maksud kamu Putri? Mendingan kamu tidur disini apalagi kamu sedang hamil jadi kamu juga harus jaga-jaga baik kondisi janin kamu ini?"
"Baiklah. Aku akan tidur di-luar jadi jika apa-apa kamu berteriak lah agar aku bisa mendengar suara kamu?"
"Baiklah, ya sudah aku keluar dulu.
"Baiklah.
"Beruntung Nina memiliki Suami seperti Revan sudah tampan dia juga sangat pengertian. Astaga Putri apa yang sedang kamu pikirkan dia Suami teman-mu jadi jangan berfikir yang aneh-aneh apa kamu mengerti?"batinnya.
"Sudah jam segini tapi kenapa hujan tak kunjung reda, jika sampai larut malam aku takut Nina akan berfikir yang tidak-tidak mengenai aku, jadi apa yang harus aku lakukan sekarang. Jika aku memaksakan diri untuk menerobos hujan lebat ini kasihan juga Putri apalagi dia sedang hamil tidak mungkin aku akan memaksanya seperti itu.
Langkah seseorang terlihat mulai mendekatinya. Tanpa disadari olehnya pukulan dari balok kayu telah tepat mendarat tepat pada punggungnya yang akhirnya spontan membuat Revan jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
__ADS_1
Mendengar ada suara jatuhan Putri yang mendengarnya ia memutuskan untuk melihat ke-depan. Akan tetapi belum juga ia berhasil mencapai ditempat yang ingin ia tuju sebuah pukulan lagi-lagi tepat mendarat mengenai punggungnya yang akhirnya membuat Putri ikut jatuh pingsan. Dan beruntungnya seseorang itu langsung menangkapnya hinga Putri tidak harus mengalami benturan pada perutnya.
Berada dalam satu ruangan yang sama. Ditambah lagi Putri dan Revan yang berada dalam satu ranjang yang sama, dalam kondisi Putri memeluk Revan yang masih sama-sama belum sadarkan diri.
Tak lama terdengar suara gemuruh layaknya ada seseorang yang sedang berdemo mulai menghampiri arah tempat dimana mereka berada saat ini. Suara kegaduhan dan teriakan semakin terdengar sangat kencang, pintu terbuka dengan sangat keras hinga membuat suara itu tepat sampai ditelinga Revan dan juga Putri yang terlihat masih nyenyak tertidur pulas.
Tiba-tiba datang beberapa orang yang masuk ruangan ini dengan menyiramkan seember air tepat mengenai wajah mereka.
Terkejut, Putri dan Revan seketika bangkit dari tempat mereka berada saat ini. Beribu-ribu pertanyaan ingin sekali mereka pertanyaan-kan akan apa yang terjadi pada mereka saat ini.
Setelah sadar nampak raut wajah mereka dipenuhi dengan wajah kebingungannya. Apalagi melihat orang-orang pada menunjukkan raut amarahnya membuat Revan mau pun Putri ikut diselimuti rasa ketakutannya.
"Dasar tukang kumpul kebo apa yang kalian lakukan ditempat ini? Apa kalian habis bermalam indah tadi malam?"tanya Laki-laki yang hampir botak.
"Ini tidak bisa dibiarkan, mereka pasti orang-orang mesum yang sudah bermalam tadi malam," cela pria satunya.
"Kalau kalian tidak mungkin bertindak macam-macam kenapa kalian tidur bersama disini apa itu masuk akal?"
"Kamu berani bersumpah kamu tidak pernah melakukan tindakan sebodoh itu, kami dijebak ada seseorang yang sudah menjebak kita dalam situasi ini jadi kami mohon percayalah pada kami ...kami mohon," bela Putri lagi
"Dimana-mana yang namanya penjahat tidak akan pernah mau mengaku akan kesalahannya, termasuk pada kalian juga, jadi untuk apa kita harus percaya dengan tipuan dan pembelaan kalian ini. Sudah kita nikahkan saja mereka biar tidak jadi aib dikampung ini ayo cepat kita nikahkan saja mereka.
"Tidak aku tidak mau menikah dengannya. Apa yang dikatakan olehnya memang benar, ini sebuah penjebakan ada seseorang yang sengaja menjebak kita dalam permainan ini. Jadi kami mohon percayalah pada kami, kami pohon,"bela Revan.
"Alah sudahlah untuk kenapa kalian masih melakukan pembelaan juga, cepat kita bawa mereka ke balai desa dan cepat panggil penghulu dan keluarganya biar mereka segera dinikahkan ayo cepat bawa mereka.
*
__ADS_1
*
*
Berada di-balai desa semua orang yang sudah pada mengerubunginya. Sedangkan penghulu sudahlah hadir hanya tingal menunggu ijab kabul dimulai.
"Tunggu Pak kami mohon beri kami kesempatan untuk berbicara kami mohon, semua ini hanya kesalahpahaman kami mohon percayalah pada kami," mohon Revan akan tetapi tak berarti lagi bagi mereka.
"Kesalahpahaman apa yang kamu maksud?"teriakan seseorang yang seketika mengejutkan mereka.
Satu suara yang mampu memalingkan pandangan semua orang tak terkecuali pada Revan dan juga Putri.
Plak ...
"Nina apa yang kamu lakukan kenapa kamu malah menampar Putri?"
"Dalam keadaan terdesak pun kamu masih bisa-bisanya membela Wanita ini? Apa sampai segitunya kamu sangat mencintainya sampai-sampai kamu lupakan aku yang jelas-jelas aku adalah Istri Sah-mu sendiri?" gertak Nina.
"Ternyata selama ini dugaan-ku memang benar kan? Jika selama ini kamu memang masih berhubungan dengannya. Dan kamu Putri, memang kita sudah lama tidak pernah bertemu. Dan aku akui aku dulu sangat sangat merindukan kamu. Tapi entah kenapa aku sekarang malah sebaliknya aku sangat membenci-mu dan ini kan yang kamu mau dari dulu. Dan terima kasih ...terima kasih karena kamu dulu sudah mau jadi teman-ku biar pun sekarang pertemanan kita sudahlah hancur apa kamu puas sekarang!" gertaknya yang langsung mendorong Putri hinga tubuhnya hampir tersungkur, dengan sigap Revan pun menangkapnya.
"Nina aku mohon percaya pada kami, kami tidak pernah melakukan tindakan se'keji itu kami mohon kamu percaya pada kami, kami mohon!"
"Apa lagi yang ingin aku percayai. Bahkan aku sendiri sudah tahu akan kelakuan kalian dibelakang-ku, jadi tunggu apa lagi ayo nikahkan mereka Pak mereka memang sudah berzina jadi masih tunggu apa lagi.
"Baiklah kalau kamu tidak bisa percaya pada kami kalau memang kami tidak pernah berbohong. Baiklah kalau selama ini kamu bilang kalau aku dan Putri memang sudah saling berhubungan baiklah ayo Pak tunggu apa lagi cepat nikahkan kami," timpal Revan dengan raut wajah pasrah dan kekecewaannya. Nina yang melihatnya ia segera pergi tanpa memperdulikan keduanya.
BERSAMBUNG
__ADS_1