JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA

JERATAN CINTA ISTRI YANG TERHINA
MENGHADIRI PESTA


__ADS_3

Sesampainya Revan dan Putri ditempat pesta itu, mereka pun akhirnya memutuskan akan masuk. Akan tetapi sewaktu mereka yang hendak inggin memasukki gedung tersebut, tiba-tiba mereka dihalanggi oleh seseorang yang tak lain orang tersebut adalah Satpam yang mengharuskan setiap tamu yang hendak akan hadir dalam acara ini, harap menyerahkan sebuah undangan terlebih dahulu.


"Maaf mas, bisa serahkan undangannya terlebih dahulu?" pinta seseorang satpam pada Revan.


"Undangan baiklah," jawab Revan dengan santai.


Sewaktu RevaN yang hendak inggin mengambil undangan, ia pun terkaget lantaran ia lupa tidak membawa undangannya, lantaran ia yang sedari tadi membawa Putri ke salon terlebih dulu.


"Astaga!" ucap Revan dengan muka terkejut.


"Ada apa Revan?" tanya Putri dengan terheran.


"Aku lupa tidak membawa undangan itu?"


"Apa!"jawab Putri yang ikut terkejut.


"Terus apa yang harus kita lakukan, apa kita harus pulang balik!.


"Mendingan gak usah, kan yang mengadakan acara ini dia kan temanku. Jadi aku bisa meminta bantuan kepadanya. Ya sudah aku telfon dia dulu ya?"


"baiklah!"


Untung saja Revan mempunyai teman yang bernama Rian, jadi dia bisa minta bantuan kepadanya. Kemudian tanpa berfikir terlalu lama, Revan langsung menghubunggi Rian. Setelah menghubunginya tak berapa lama Rian pun datang.


"Kami tuh ya Revan, masih sama aja dari dulu gak pernah berubah. Masih aja ceroboh!" ucap Rian yang kemudian keluar dari dalam ruangan.

__ADS_1


"Ya maaf-maaf, namanya juga manusia jadi pasti ada lupa lah," jawab Revan.


" Ya udah Pak biarkan dia masuk, karena mereka ini teman saya," pinta Rian pada seorang Satpam penjaga tersebut.


"Baik tuan, maafin saya karena saya udah melarang kalian untuk masuk," ucap Satpam yang merasa menyesal.


"Tidak papa pak, kan pak satpam juga bertugas disini jadi saya sendiri juga paham kok, jadi selamat bertugas kembali?" ucap Revan dengan santai tanpa ada rasa marah pada si Satpam itu.


"Baik tuan terima kasih saya akan bertugas lebih teliti lagi sekarang," ucap Satpam sembari menundukkan kepalanya.


"Thank ya Rian karena kamu udah bantuin aku tadi?"


"Iya gak masalah, makanya lain kali kamu jangan ceroboh kaya gini, untung saja aku yang ngadain ini acara. Jadi kamu selamat.


"Iya..iya.


"Iya ini Putri, dialah orangnya," balas Revan.


"Ternyata dia lebih cantik daripada yang ada difoto ponsel ya?" goda Rian.


"Dia siapa Revan?" tanya Putri.


"Dia itu Rian teman semasa kuliahku dulu. Gimana cakep pan mana? Aku atau dia?"tanya Revan.


"Dasar kalau soal tampan aja dibandingkan, emang sekarang lebih tajiran kamu. Dan Putri juga pasti pilih kamu, tapi Putri kan gak tahu gimana kamu waktu masih kuliah dulu. Udah item, pendek lagi!" ledek Rian.

__ADS_1


PLAK...satu jitakan mendarat tepat mengenai kepala Rian.


"Astaga apa yang kamu lakukan kenapa kamu menjitak-ku kepala ku?" tanya Rian dengan memegang kepalanya.


"Lagian kamu bisa-bisanya jatuhin harga diri teman kamu sendiri didepan istri!" jawab Revan dengan nada kesal.


"Astaga kenapa kalian sekarang jadi ribut sih, kapan kita akan masuk?" ucap Putri.


"Iya..iya!. ya udah ayo kita masuk pasti didalam masih banyak orang yang pengen ketemu kamu nanti, sekaligus pangling lihat perubahan kamu yang dulunya kamu itu pendek sampai gak kelihatan batang hidungnya, tapi sekarang malah jadi tinggi dan lebih parahnya sangking tingginya kamu malah ngalahin si tiang listik!" goda Rian yang kemudian dia pun berlari menghindari amukan Revan.


"Rian..."teriak revan yang inggin mengejarnya tapi kemudian dihalanggi oleh Putri.


"Udah-udah gak bagus juga ribut-ribut, apalagi sama kawan lama.


"Tapi dia itu bener-bener nyebelin banget jadi orang. Kamu sendiri lihat kan dengan beraninya dia ngerendahin aku dihadapan mu?"


"Tapi memang itu kenyataanya kan?"jawab Putri dengan ledekannya yang kemudian dia hendak inggin pergi tapi ditarik oleh Revan.


"ooo jadi kamu ada di pihak dia?" tanya Revan yang kemudian dia pun menarik Putri dan akhirnya Putri pun jatuh ke pelukan Revan.


"Revan? Apa yang kamu lakukan? Kenapa kamu memelukku seperti ini. Kalau ada orang yang lihat gimana lepasin aku malu lagi kalau dilihatin banyak orang."


"Udahlah memangnya kenapa kalau ada yang lihat. Dan kenapa juga gue harus malu, Kan kamu itu istriku, ya kan? Tapi ngomong-ngomong kangen juga ya sama sifat usil kamu yang dulu?" ucap Revan yang kemudian dia yang hendak seperti inggin mencium Putri, lagi-lagi ciuman mereka pun gagal lantaran ada seseorang yang tiba-tiba datang.


Melihat kehadiran orang itu , Revan dan Putri pun seketika langsung melepaskan pelukan mereka. Sembari muka mereka yang tiba-tiba menjadi memerah karena salah tingkah.

__ADS_1


BERSAMBUNG.


__ADS_2