
📞" Revan untuk apa dia menelfon-ku?"
📞"Iya Revan ada apa?"
📞"Apa kamu sudah sampai ditempat kos?"
📞" Iya kebetulan aku sudah hampir sampai ada apa?"
📞" Gini Put aku memerintahkan seseorang untuk menjagamu jadi jika nanti ada seorang laki-laki bernama Gibran yang datang kamu jangan usir dia ya?"
📞" Kamu kenapa repot-repot gini sampai menyuruh orang untuk menjagaku aku tidak masalah kok jika harus tingal sendiri, aku akan aman jadi kamu jangan cemaskan itu!"
📞" Iya kamu akan aman jika Rafa masih berada di tahanan, tapi tidak dengan sekarang aku mendapatkan kabar jika Rafa berhasil kabur dari penjara. Jadi aku takut dia berniat ingin melukaimu atau pun melukai Nina jadi hanya dengan cara ini aku bisa melindungi-ku!"
📞"Rafa berhasil melarikan diri?"
📞" Iya tapi kamu jangan cemaskan itu. Aku sudah menyuruh Gibran untuk menjagamu. Dan pihak kepolisian juga lagi berusaha untuk mencarinya jadi cepat atau lambat dia pasti akan segera ditemukan jadi kamu jangan cemas. Apalagi janin yang ada dikandungan-mu masih dalam pertumbuhan jadi aku harap kamu jangan kepikiran soal ini, ya sudah aku masih dalam perjalanan aku tutup dulu telfonnya.
📞" Baiklah berhati-hatilah.
" Rafa berhasil melarikan diri dari dalam sel tahanan apa sekarang dia dendam dan berencana ingin mengugurkan kandungan ini lagi? Tidak, kamu tidak boleh cemas Put kamu harus selalu waspada oke!"
Sesampainya ia didepan kos'annya Putri sudah disuguhkan dengan adanya Milli yang terlihat kesal sembari merebahkan kepalanya diatas meja.
"Milli kamu sejak kapan ada disini?"
"Sejak 2 jam yang lalu,"
__ADS_1
"Apa aku harus memberitahu Milli kalau Rafa kabur dari sel tahanan? Tapi jika aku memberitahunya aku takut dia malah akan tambah sangat cemas mencemaskan ku. Sedangkan dirinya sendiri juga dalam kondisi tidak aman?"batinnya dengan menatap Milli.
"Hey Kak, apa yang sedang kamu pikirkan kenapa kamu melamun sendiri? Kak Putri gak lagi sakit kan?"tanya yang kemudian memegang kening Putri.
"Badan kakak normal-normal saja. Dan gak juga panas tapi apa yang membuat Kak Putri tambah melamun sendiri, inggat kakak ini masih muda jadi jangan buru-buru jadi orang pikun dan juga gak lagi gila karena kangen sama kak Revan? Ingat kakak masih waras kan?"
PLAK.
Karena merasa kesal Putri akhirnya memberi satu keplakan tepat mengenai kepala Milli.
"Apa yang kakak lakukan? Kenapa lagi-lagi kakak malah mengeplak-ku sakit tahu!" ucap Milli sembari mengelus-ngelus kepala belakangnya.
"Biarin lagian kamu juga gak lihat apa kalau aku itu lagi bingung bisa-bisanya kamu malah meledekku gak lucu lagi!"
"Kakak lagi kesal soal apa?"
"Tidak jadi,"
"Tunggu Pria gesrek? Kamu habis ketemu sama seorang Pria bagaimana mungkin bisa?"tanyanya yang terlihat sangat penasaran.
"Kerjain kak Putri ah," batinnya dengan tersenyum sendiri.
"Iya semua ini berawal dari aku yang tak sengaja memeluknya, yang akhirnya dia pun marah sampai-sampai menuduhku kalau aku itu sengaja memeluknya apa itu gak kurang ajar namanya!"kesalnya dengan memanyunkan bibirnya.
"Berpelukan?"
"Iya?"
__ADS_1
"Kenapa kakak malah tertawa apa kakak gak lihat aku sekarang lagi kesal banget ini, tapi kenapa kakak malah tertawa?"
"Ya bagaimana mungkin aku tidak tertawa kalau akhirnya aku sekarang melihat orang yang sifatnya sangat dingin ini, akhirnya bisa berpelukan juga sama seorang Pria. Dan bilang sama aku ini pelukan pertama kamu kan setelah dulu kamu bilang pernah berpacaran tapi tidak pernah memeluknya atau pun menciumnya?"
"Siapa bilang ini pelukan pertamaku kepada seorang Pria, apa Kak Putri kira Papiku seorang Wanita apa, gila ya Kak Putri ini?"
"Oh iya maaf! Tapi memang kenyataanya ini pelukan pertama kamu terhadap seorang Pria apalagi dia itu Laki-laki yang akhirnya berhasil membuat kamu merasa kesal seperti ini. Oh iya ngomong-ngomong Laki-laki itu tampan gak?"
"Dahlah males aku ngomong sama kak Putri, lebih baik aku pergi saja?" ucapnya yang kemudian dia yang hendak akan pergi tiba-tiba ditarik oleh Putri.
"Tunggu? Aku belum selesei ngomong masih ada lagi yang inggin aku katakan sama kamu Mil?"
"Apa? Tentang Laki-laki itu?
"Tidak?"
"Terus?"
"Nanti aku bakal kedatangan Laki-laki tampan suruhan dari Revan. Dan dia berniat ingin menjagaku, aku yakin dia sangat tampan jadi tunggu kamu jangan kemana-mana nanti aku kenalin sama dia,"
"Apa Kak Revan menyuruh seorang Laki-laki menjaga kak Putri sendiri apa dia gila? Apa dia sudah kehilangan akal?"
"Astaga kamu itu jangan berperisangka buruk dulu sama Kak Revan, dia melakukan semua ini karena suatu hal jadi kamu jangan berfikir yang buruk dulu!"
"Kak Putri bisa-bisanya masih termakan akan ramuan dia
"Rayuan bukan ramuan Milli
__ADS_1
"Iya itu dia maksudku.
BERSAMBUNG.