
"Gila itu orang berani sekali dia menuduhku kalau aku ini mata-mata Rafa, kalau aku mata-mata yang ditugaskan Rafa kenapa harus aku juga yang menjebloskannya ke-penjara aneh. Dan punya bukti apa dia bisa menuduhku seperti itu?" kesal Milli.
"Astaga aku baru ingat dan tadi aku berniat ingin tanya apa maksud si Revan membiarkan Sekretarisnya itu menjaga Kak Putri tapi kenapa aku malah langsung asal cabut aja," kesalnya dengan mengacak-acak rambutnya.
Kemudian pandangan Milli tertuju pada dua pria yang sangat tampan yang memasuki sebuah mobil. Dan berjalan menuju ke-suatu tempat . Dan pria itu yang tak lain mereka adalah Revan dan juga Gibran yang juga akan berniat pergi ke-suatu tempat. Lantaran tempat parkir yang berada diposisi Milli yang membuat mereka berdua berjalan kearahnya.
Tidak ada 10 menit lamanya Milli mendapatkan ide yang sangat cemerlang, tanpa menunggu lama lagi Milli pun berlari kearah mereka berdua dan seketika langsung menghadang tepat didepan mobil Revan yang sedang berjalan kearahnya tadi, sembari menunjukkan ekpresi wajah agak cenggar -cenggir sendiri, Revan dan Gibran yang melihatnya pun seketika terkejut sekaligus bingung akan dibuatnya.
"Tuan gadis gila itu lagi. Dia kenapa apa dia berniat ingin mencari masalah dengan Tuan lagi?" tanya Gibran ke Revan .
"Entahlah, aku juga bingung?" balas Revan agak kebingungan ketika melihat ada seorang gadis yang hanya senyum-senyum sendiri dihadapan mereka .
"Hey kamu kenapa? Apa yang kamu lakukan disini, apa kamu udah gak waras, cepat pergi?" tegas Gibran, tapi Milli hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya sebagai memberi petunjuk tidak mau pergi.
"Lah aneh banget ini orang, apa dia habis kesambet ya? Hey aku bilang cepat pergi dari hadapan kita, atau aku sendiri yang bakal menyeret-mu dari sini, cepat pergi!" perintah Gibran tapi tak dihiraukannya.
"Sudahlah mendingan kamu cepat turun!" perintah Revan, beralih ia menatap Tuannya dengan tatapan bingung.
"Tuan menyuruhku?"tanya Gibran dengan menunjukkan pada dirinya sendiri.
"Iya kenapa? Apa kamu keberatan?"tanya Revan lagi.
"Baik Tuan aku akan turun!" ucapnya segera ia pun turun.
"Hey gadis gila apa yang kamu lakukan didepan sini apa kamu berniat ingin mencari masalah dengan kita?"
__ADS_1
"Aku ingin menumpang! Jadi jangan halangi aku!" ucapnya segera ia mendorong Gibran, segera masuk kedalam mobil. Dan mengantikan dirinya sebagai supir yang akan mengemudi mobil ini.
"Hey apa yang kamu lakukan cepat turun!"perintah Gibran.
"Tidak. Aku tidak mau jika aku turun pasti kalian akan mengusir-ku jadi cepatlah masuk jika anda tidak ingin aku tingal!"
"Apa kamu mengancam-ku!"tegas Gibran, tapi hanya mendapatkan balasan senyuman cengir dari Milli. Tak lama Milli segera menjalankan laju kendaraannya tanpa menunggu Gibran masuk terlebih dulu.
"Hey berhenti! Jangan berani kamu mencari masalah denganku berhenti!"
"Hentikan!" tegas Revan, kemudian Milli pun menghentikan laju kendaraannya.
"Masuklah dan ingat duduk dibelakang paham!"
"Dasar Wanita tidak waras!" gertak Gibran yang langsung masuk kedalam mobil. Dan duduk bersebelahan dengan Revan yang tak lain adalah atasannya sendiri.
"Oh iya sebelum kita lanjutkan. Aku ingin tanya dan ini soal Kak Putri, kamu?" tanyanya dengan menunjuk kearah Revan.
"Ada apa dengan aku kenapa kamu menunjukku seperti itu?"
"Kamu itu sebenarnya masih punya hati apa tidak sih. Kamu itu sudah menjadi Suami dari Kak Putri, tapi kenapa kamu malah tega membiarkan laki-laki ini menjaganya apa kamu mau Kak Putri diambil dia?"
"Kenapa kamu berkata seperti itu?"tanya Revan dengan santai.
"Ya kan dia ini seorang laki-laki belum menikah pula. Apa kamu segitu percayanya pada Pria ini jika sewaktu-waktu dia berniat ingin merebut Kak Putri darimu! Memang pernikahan kalian hanya sebatas paksaan tapi apa setega itu kamu mencampakkannya!"
__ADS_1
"Apa kamu sudah selesai ngomong, jika sudah selesai ngomong maka cepat jalankan kembali kendaraan ini!"
"Kamu tidak mendengarkan apa yang barusan aku ucapkan tadi?"
"Maaf aku tidak butuh nasehat yang tidak berarti seperti itu jadi cepat jalankan!"
"Dasar memang di-dunia ini semua laki-laki sama aja tidak ada yang bener, cuma mau enaknya aja," gerutunya kemudian Revan menimpali pembicaraannya.
"Apa kamu sedang mengata-ngatai kita sekarang?" tanya Revan, kemudian Milli akhirnya bungkam.
"Eh sekarang aku tanya sama kamu, waktu Nyokap kamu hamil kamu dulu, sebenarnya Mama kamu ngidamnya apa sih, dia gak mungkin ngidam petasan kan? Kenapa begitu kamu jadi dewasa ngomongnya asal njeblak gini tuh mulut, pake acara ngatain lagi. Kalau memang di-dunia ini semua cowok sama aja kenapa sampai sekarang aku masih jomblo?" tegas Gibran yang terlihat sangat geram.
"Ya kalau jomblo itu kan memang nasib kamu sendiri!" balasnya dengan langsung.
Revan yang melihat perdebatan yang dilakukan mereka berdua, dia hanya bisa menahan tawa.
"Sudah-sudah kenapa kalian malah jadi bertengkar gini sih?"
"Lagian dia duluan yang cari gara-gara?" bentak Gibran.
"Lo..duluan kali?" cela Milli.
"Sudah..aku kan bilang sudah kenapa ribut lagi sih?"
Setelah dihalangi oleh Revan akhirnya mereka berdua pun menyelesaikan perdebatan mereka dan kembali menjalankan laju kendaraannya.
__ADS_1
BERSAMBUNG.